Pertamina Latih Ratusan UMK Lewat Academy Tematik 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 30 Mei 2026 01:07 WIB 5
Pertamina Latih Ratusan UMK Lewat Academy Tematik 2025

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat daya saing peserta di berbagai sektor usaha.

Pertamina menegaskan program tersebut dirancang agar pelaku UMK bisa naik kelas lebih cepat melalui pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar. Selain teori, peserta juga mendapat praktik langsung bersama mentor profesional di bidang masing-masing.

Pelatihan Tematik UMK Academy

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan pelatihan tematik menjadi salah satu inovasi dalam UMK Academy 2025. Skema ini membuat peserta belajar sesuai sektor usaha yang mereka tekuni.

Bidang yang diikuti mencakup craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra. Menurut Baron, pendekatan tersebut membantu peserta memperoleh pengetahuan yang lebih spesifik dan aplikatif.

Ia menambahkan, fokus pelatihan dibuat agar UMK dapat berkembang lebih terarah sesuai karakter bisnis masing-masing. Dengan begitu, peserta diharapkan lebih siap bersaing dan berpeluang menjadi pemimpin pasar di sektornya.

Mentor Bahas Tren Pasar

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam program ini, termasuk pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry, Luthfia Fataty. Hadir pula pemilik Panda Food, Stenly Hendi Avanda, serta pendiri Sirtanio Organik Indonesia, Ahmad Tessario.

Pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria, juga turut berbagi wawasan kepada peserta. Kehadiran para mentor dinilai memberi perspektif praktis yang dekat dengan kebutuhan pelaku usaha.

Luthfia membawakan materi untuk sektor craft, furniture, dan jewelry dengan menyoroti arah tren pasar tahun 2026. Sementara itu, Stenly membahas distribusi, promosi, dan pentingnya memaksimalkan media sosial untuk pengembangan produk F&B.

Wawasan Baru Para Peserta

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengaku pelatihan ini membuka pandangannya tentang tren desain global. Ia juga memperoleh pemahaman baru mengenai manajemen bisnis dan pemasaran digital.

Novita menilai materi yang diberikan membantu pelaku UMK menghasilkan produk yang lebih kompetitif. Menurut dia, pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, menyebut kelas fesyen membuatnya lebih paham cara menghitung ongkos produksi secara efisien. Ia juga memahami perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet dalam strategi pemasaran.

Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Achmad Em, pemilik Kopi Kalimantan, mengaku mendapat wawasan baru tentang pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Pengetahuan itu dinilai penting untuk menghadapi persaingan pasar kopi yang semakin ketat.

Program UMK Academy 2025 disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Pertamina menempatkan inisiatif ini sebagai bagian dari upaya membangun pelaku usaha yang lebih tangguh.

Melalui pembinaan berkelanjutan, Pertamina berharap UMK peserta mampu tumbuh secara mandiri dan berdaya saing tinggi. Program ini juga dipandang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!