Pertamina Jaring 100 UMKM ke Program PAG 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 16:44 WIB 2
Pertamina Jaring 100 UMKM ke Program PAG 2025

Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025 setelah terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025. Program ini digelar Pertamina untuk membina pelaku usaha yang dinilai siap berkolaborasi, memperluas jejaring bisnis, dan tumbuh menjadi agregator mandiri yang berkelanjutan.

Para peserta akan mengikuti pendampingan intensif selama beberapa pekan, mencakup desk evaluation, wawancara, bootcamp, hingga mentoring bersama para ahli. Melalui program ini, Pertamina menargetkan lahirnya UMKM yang lebih profesional, berdaya saing global, dan memberi dampak ekonomi maupun sosial di daerah masing-masing.

Program Pertapreneur Aggregator

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, penguatan UMKM bukan hanya soal mendorong usaha kecil bertahan, tetapi juga membangun daya saing bangsa di tingkat global.

Baron menyampaikan bahwa Pertapreneur Aggregator dirancang untuk melahirkan pengusaha yang sukses sekaligus pemimpin perubahan. Ia menekankan, program ini diarahkan untuk membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau secara berkelanjutan.

Pertamina melihat pengembangan UMKM sebagai bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem usaha nasional. Karena itu, pendampingan dalam program ini diarahkan agar peserta mampu naik kelas dan memiliki model bisnis yang lebih terstruktur.

Komposisi Peserta Beragam

Dari sisi sektor usaha, peserta PAG 2025 didominasi bidang Food & Beverage sebesar 45 persen. Setelah itu, Fashion & Wastra menyumbang 31 persen, Craft & Jewellery 22 persen, sedangkan Agribisnis dan Jasa masing-masing 1 persen.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang mencapai 23 persen. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat sebesar 20 persen, lalu Jawa Tengah sebesar 15 persen.

Komposisi ini menunjukkan bahwa minat UMKM terhadap program pembinaan Pertamina tersebar cukup merata di berbagai daerah. Ragam sektor dan wilayah tersebut juga memperlihatkan potensi jejaring bisnis yang dapat dikembangkan lebih luas.

Tahapan Pembinaan Intensif

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu melalui tahapan Desk Evaluation, Wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif. Selama proses ini, peserta akan dibekali strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching.

Pertamina menyiapkan rangkaian pembelajaran agar peserta tidak hanya memahami pengelolaan usaha, tetapi juga mampu membaca peluang pasar. Pendekatan ini diharapkan membuat UMKM lebih siap menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Melalui pendampingan tersebut, peserta juga diarahkan untuk membangun model bisnis yang adaptif terhadap perubahan pasar. Dengan begitu, usaha yang dikelola dapat tumbuh lebih profesional dan memiliki nilai tambah bagi lingkungan sekitar.

Target Go Global

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahapan Final Pitching dan Awarding. Sepuluh peserta terpilih kemudian akan mendapat pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk memperkuat kapasitas sebagai agregator mandiri.

Pendampingan lanjutan itu mencakup mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, serta peluang menembus pasar internasional. Peserta juga akan diarahkan memanfaatkan Global Market Matching dan platform seperti Alibaba, Amazon, serta Shopee International.

Baron menyebut seluruh rangkaian program ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi nasional. Pertamina menilai penguatan UMKM penting untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong transformasi ekonomi produktif di berbagai daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!