Pertamina Gelar UMK Academy 2025 untuk Naikkan Daya Saing

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 30 Mei 2026 20:04 WIB 2
Pertamina Gelar UMK Academy 2025 untuk Naikkan Daya Saing

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025 yang digelar untuk memperluas pengetahuan, keterampilan, dan daya saing mereka di berbagai sektor usaha. Program ini juga dirancang agar pelaku UMK dapat naik kelas lebih cepat melalui materi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari inovasi perusahaan untuk memperkuat kapasitas UMK secara lebih terarah. Menurut dia, pendekatan tematik membuat peserta memperoleh pembelajaran yang spesifik, praktis, dan sesuai dengan bidang usaha masing-masing.

Pertamina UMK Academy Tematik

Pertamina menyelenggarakan pelatihan berdasarkan sektor usaha yang ditekuni peserta, mulai dari craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, hingga wastra. Skema ini dipilih agar materi yang diberikan tidak bersifat umum, tetapi langsung menjawab kebutuhan pengembangan usaha.

Baron menjelaskan, pelatihan tematik dirancang agar UMK bisa memahami tantangan dan peluang di sektor masing-masing dengan lebih mendalam. Peserta juga didorong untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai dasar memperkuat strategi bisnis.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berisi teori, melainkan juga praktik langsung bersama mentor ahli. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan mampu menyerap pengetahuan secara lebih efektif dan aplikatif.

Melalui pendekatan ini, Pertamina ingin membantu UMK agar lebih fokus dalam mengembangkan usahanya. Harapannya, para pelaku usaha dapat lebih siap bersaing dan berpeluang menjadi pemimpin pasar di sektor yang digeluti.

Materi Disesuaikan Sektor Usaha

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam kegiatan ini untuk mengisi kelas sesuai bidang keahliannya. Mereka antara lain pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, serta Ahmad Tessario dari Sirtanio Organik Indonesia dan Satu Atap Coworking Space Surabaya.

Turut hadir pula pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber Lisa Fitria. Kehadiran para praktisi dinilai memperkaya sudut pandang peserta, karena materi disampaikan berdasarkan pengalaman nyata di lapangan.

Luthfia memberikan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry dengan membahas arah tren pasar tahun 2026. Sementara itu, Stenly Hendi Avanda mengulas distribusi, promosi, dan pengembangan produk pada sektor F&B.

Dalam sesi F&B, Stenly juga menekankan pentingnya memaksimalkan media sosial untuk promosi. Menurut dia, kanal digital kini menjadi salah satu alat penting untuk menjangkau konsumen secara lebih luas dan efisien.

Peserta Dapat Wawasan Baru

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Ia menilai materi yang diberikan sangat membantu pelaku UMK untuk memahami perubahan pasar secara lebih cepat.

Novita menyebut pelatihan ini mendukung peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing internasional. Menurut dia, pengetahuan baru sangat penting untuk memperkuat posisi usaha di tengah persaingan yang makin ketat.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, mengatakan dirinya kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien setelah mengikuti kelas fesyen. Ia juga mendapat penjelasan mengenai perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet beserta penerapannya dalam pemasaran.

Dimita menilai kelas tersebut bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan brand miliknya. Pengetahuan itu dianggap penting agar usaha fesyen dapat tampil lebih profesional di pasar.

Dukungan Ekonomi Inklusif

Achmad Em, owner Kopi Kalimantan, juga merasakan manfaat dari kelas tematik F&B yang diikutinya. Ia memperoleh wawasan baru mengenai strategi pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Menurut Achmad, materi tersebut akan membantu meningkatkan daya saing produknya di pasar kopi yang semakin kompetitif. Ia menilai penguatan kapasitas seperti ini menjadi modal penting bagi UMK untuk bertahan dan berkembang.

Pertamina menyebut Program UMK Academy 2025 sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan tematik, Pertamina berharap semakin banyak UMK yang mampu tumbuh lebih mandiri dan berorientasi pasar. Upaya ini diharapkan memberi dampak nyata bagi perkembangan usaha kecil di berbagai sektor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!