Pertamina Gelar Pelatihan Tematik UMK Academy 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 07:30 WIB 5
Pertamina Gelar Pelatihan Tematik UMK Academy 2025

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025 yang digelar untuk memperluas pengetahuan, keterampilan, dan daya saing di berbagai sektor usaha. Kegiatan ini berlangsung dengan menghadirkan mentor ahli, praktik langsung, serta materi yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap bidang usaha.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, perusahaan terus berinovasi agar program ini membantu pelaku usaha naik kelas lebih cepat. Menurut dia, pendekatan tematik membuat peserta mendapat bekal yang lebih spesifik, mulai dari tren pasar, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran.

Pelatihan tematik UMK

Pertamina membagi peserta berdasarkan sektor usaha yang ditekuni, seperti craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra. Baron menjelaskan bahwa model ini dirancang agar materi yang diberikan lebih relevan dengan tantangan masing-masing pelaku usaha.

Ia menegaskan pelatihan tidak berhenti pada teori, melainkan juga praktik langsung bersama mentor yang memahami industri terkait. Dengan cara ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha secara lebih fokus dan terarah.

Baron menambahkan, pelatihan tematik diharapkan membuat UMK lebih siap bersaing dan berpotensi menjadi pemimpin pasar di segmennya. Pertamina menilai penguatan kapasitas seperti ini penting untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Mentor berikan wawasan pasar

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam program tersebut, di antaranya pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, serta pendiri Sirtanio Organik Indonesia Ahmad Tessario. Pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber Lisa Fitria juga ikut memberikan materi.

Luthfia membawakan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry, sekaligus berbagi pengalaman mengenai arah tren pasar tahun 2026. Sementara itu, Stenly mengulas distribusi, promosi, dan pengembangan produk di sektor F&B.

Dalam sesi F&B, Stenly menekankan pentingnya memaksimalkan media sosial untuk promosi agar produk lebih mudah menjangkau konsumen. Materi ini dinilai penting karena persaingan usaha kini semakin bergantung pada kemampuan pelaku UMK membangun visibilitas merek.

Peserta rasakan manfaat nyata

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengatakan pelatihan ini membuka wawasan tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan untuk memperkuat daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Novita menyebut peningkatan kapasitas seperti ini membantu UMKM menghasilkan produk yang mampu bersaing di level internasional. Ia juga melihat pelatihan tersebut memberi gambaran lebih jelas tentang arah pengembangan usahanya ke depan.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, mengaku kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien setelah mengikuti kelas fesyen. Ia juga memahami perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet, serta penggunaannya dalam pemasaran.

Dukung ekonomi inklusif

Achmad Em, owner Kopi Kalimantan, memperoleh wawasan baru tentang strategi pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia melalui kelas tematik F&B. Ia meyakini pengetahuan tersebut akan membantu produknya bertahan di pasar kopi yang semakin kompetitif.

Menurut Pertamina, program UMK Academy 2025 sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Inisiatif ini juga diposisikan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan tematik, Pertamina berharap pelaku UMK dapat berkembang lebih cepat dan memiliki fondasi usaha yang lebih kuat. Dengan bekal yang tepat, peserta diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas produk maupun brand mereka.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!