Pertamina Gelar Pelatihan Tematik UMK Academy 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 20:27 WIB 5
Pertamina Gelar Pelatihan Tematik UMK Academy 2025

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025 yang digelar untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat daya saing. Program ini dirancang agar pelaku UMK dapat naik kelas lebih cepat melalui pembelajaran yang relevan dengan sektor usaha masing-masing.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi perusahaan dalam mendampingi UMK. Melalui pendekatan tematik, peserta mendapat materi yang lebih spesifik, praktik langsung, dan wawasan dari mentor profesional agar usaha mereka semakin siap bersaing.

UMK Academy dan penguatan usaha

Pertamina menyusun pelatihan tematik agar peserta tidak menerima materi umum semata, melainkan pembelajaran yang sesuai dengan bidang usaha yang digeluti. Sektor yang terlibat mencakup craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra. Model ini diharapkan membuat pelaku usaha lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya.

Baron menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik bersama mentor yang berpengalaman di bidangnya. Dengan cara ini, peserta dapat memahami tantangan usaha secara lebih konkret dan menemukan solusi yang dapat diterapkan langsung. Pendekatan tersebut juga membantu UMK membangun strategi bisnis yang lebih terarah.

Ia menambahkan, peserta dari kelas fashion, misalnya, dibekali pemahaman mengenai tren mode, manajemen rantai pasok, dan sejumlah aspek penting lain yang mendukung pertumbuhan usaha. Materi yang lebih spesifik membuat pelaku UMK dapat menyesuaikan pengembangan produk dengan kebutuhan pasar. Langkah itu dinilai penting untuk mendorong UMK menjadi pemimpin di sektornya masing-masing.

Pertamina menilai penguatan kapasitas usaha mikro dan kecil tidak cukup hanya melalui pendampingan administratif, tetapi juga perlu disertai peningkatan kemampuan teknis. Karena itu, program UMK Academy 2025 diarahkan agar peserta memperoleh bekal praktis yang bisa langsung diterapkan. Dengan bekal tersebut, para pelaku usaha diharapkan mampu bergerak lebih cepat dan lebih adaptif.

Mentor profesional berbagi pengalaman

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam pelatihan ini untuk berbagi pengalaman dan memperkaya wawasan peserta. Di antaranya pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, pendiri Sirtanio Organik Indonesia dan Satu Atap Coworking Space Surabaya Ahmad Tessario, serta pengamat mode Lisa Fitria. Kehadiran mereka memberi perspektif yang beragam sesuai kebutuhan masing-masing sektor.

Luthfia memberikan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry dengan menyoroti arah tren pasar pada 2026. Ia memaparkan bagaimana pelaku usaha dapat menyesuaikan desain, kualitas, dan nilai produk agar tetap relevan. Peserta juga diajak melihat peluang pengembangan produk yang lebih kompetitif di pasar yang terus berubah.

Sementara itu, Stenly Hendi Avanda membahas distribusi, promosi, dan pengembangan produk untuk sektor F&B. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan terukur. Materi tersebut dinilai penting karena pemasaran digital kini menjadi salah satu penentu pertumbuhan usaha.

Ahmad Tessario dan Lisa Fitria juga memperkaya sesi pelatihan dengan pendekatan yang sesuai bidang masing-masing. Peserta mendapat gambaran yang lebih luas mengenai pengelolaan usaha, strategi merek, serta adaptasi terhadap perubahan pasar. Dengan begitu, kelas tematik menjadi ruang belajar yang lebih aplikatif bagi pelaku UMK.

Peserta merasakan manfaat nyata

Salah satu peserta, Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber, mengatakan pelatihan tersebut membuka wawasannya tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan usaha saat ini. Menurut dia, pengetahuan baru itu memperkuat kesiapan UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas.

Novita juga menyebut pelatihan ini membantu pelaku usaha memahami standar kompetisi yang lebih tinggi. Ia menilai kapasitas UMKM perlu terus ditingkatkan agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di tingkat internasional. Karena itu, kegiatan seperti UMK Academy dianggap penting untuk memperkuat fondasi usaha sejak dini.

Pemilik Dara Baro, Dimita Agustin, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai cara menghitung ongkos produksi secara efisien setelah mengikuti kelas fesyen. Ia juga memahami perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet, serta penerapannya dalam pemasaran. Pengetahuan tersebut dinilai sangat berguna untuk mendukung strategi penjualan dan penguatan citra merek.

Dimita menilai kelas tematik bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan brand miliknya. Ia merasa materi yang diterima dapat langsung digunakan untuk memperbaiki cara kerja bisnis. Pengalaman itu membuatnya lebih percaya diri dalam mengelola usaha fashion yang digelutinya.

Sejalan dengan kebijakan nasional

Achmad Em, pemilik Kopi Kalimantan, juga merasakan manfaat dari kelas tematik F&B yang diikutinya. Ia memperoleh wawasan baru mengenai strategi pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Pengetahuan tersebut diyakininya akan membantu meningkatkan daya saing di pasar kopi yang semakin kompetitif.

Menurut dia, pelatihan semacam ini memberi sudut pandang baru bagi pelaku usaha untuk membaca kebutuhan pasar dengan lebih tajam. Kesiapan menghadapi kompetisi menjadi lebih kuat ketika pelaku UMK memahami produk, konsumen, dan proses bisnis secara menyeluruh. Hal itu menjadi modal penting untuk bertahan dan tumbuh di tengah persaingan.

Program UMK Academy 2025 disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Inisiatif tersebut juga mendukung upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pertamina menempatkan program ini sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi pengembangan sektor UMK.

Melalui pelatihan tematik, Pertamina berharap para pelaku usaha mikro dan kecil tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi lebih kompetitif. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai penting agar UMK dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memperkuat posisi merek. Pada akhirnya, program ini diharapkan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!