Pertamina Dukung UMKM Naik Kelas dan Tembus Ekspor

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 05:00 WIB 9
Pertamina Dukung UMKM Naik Kelas dan Tembus Ekspor

Memperingati Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM Nasional, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku usaha kecil agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar global. Langkah ini dilakukan melalui pendampingan usaha, fasilitasi pemasaran, dan penguatan kapasitas bisnis bagi ribuan mitra binaan di berbagai daerah.

Saat ini, lebih dari 30.000 UMKM telah tergabung sebagai Mitra Binaan Pertamina, dengan sebaran usaha di sektor kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Sejak awal 2025, ribuan pelaku usaha tersebut mencatat kenaikan omzet, menciptakan lapangan kerja baru, dan sebagian di antaranya berhasil menembus pasar ekspor ke sejumlah negara.

Dorongan bagi pelaku usaha

Pertamina Patra Niaga menempatkan UMKM sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi masyarakat. Perusahaan menilai, pelaku usaha kecil tidak hanya berperan sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal, tetapi juga sebagai pilar kemandirian keluarga dan komunitas. Karena itu, berbagai program pendampingan dirancang agar UMKM memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam mengelola usaha.

Pendampingan yang diberikan mencakup akses permodalan, pelatihan digital marketing, pengembangan produk, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran berskala nasional dan internasional. Melalui rangkaian dukungan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memperluas jangkauan pasar. Strategi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih berdaya saing.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Ia menyampaikan bahwa dukungan perusahaan tidak berhenti pada bantuan modal, melainkan juga menyentuh pembentukan ekosistem usaha yang tangguh. Menurut dia, pendekatan itu penting agar pelaku usaha mampu bertahan di tengah perubahan pasar yang semakin cepat.

Roberth juga menambahkan bahwa penguatan UMKM sejalan dengan kebutuhan era digital yang menuntut inovasi dan efisiensi. Dengan dukungan berkelanjutan, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, memperbaiki tata kelola, dan memperluas jaringan bisnis. Pertamina Patra Niaga pun menegaskan komitmen untuk terus hadir mendampingi pertumbuhan UMKM di berbagai wilayah.

Hasil pendampingan terlihat nyata

Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan tercatat mengalami peningkatan omzet rata-rata 35 persen per tahun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendampingan yang terstruktur dapat memberikan dampak langsung terhadap kinerja bisnis. Bagi banyak pelaku usaha, kenaikan omzet juga menjadi modal penting untuk memperluas produksi dan memperkuat daya saing.

Selain pertumbuhan penjualan, program binaan Pertamina juga disebut berhasil menciptakan lebih dari 5.200 lapangan kerja baru. Dampak ini memperlihatkan bahwa penguatan UMKM bukan hanya menguntungkan pemilik usaha, tetapi juga memberi manfaat sosial yang lebih luas. Keberhasilan tersebut mempertegas peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.

Ruang pertumbuhan itu terlihat dari beragam sektor usaha yang masuk dalam binaan Pertamina. Mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif, seluruhnya mendapat pembinaan sesuai kebutuhan masing-masing. Pola pendampingan yang disesuaikan dengan karakter usaha dinilai membantu pelaku UMKM berkembang lebih cepat.

Keberhasilan tersebut juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan reputasi produk lokal di pasar yang lebih besar. Dengan dukungan sertifikasi dan promosi, produk binaan memiliki kesempatan lebih luas untuk diterima konsumen nasional maupun internasional. Pertamina Patra Niaga menilai, penguatan kualitas menjadi kunci agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan.

Kisah sukses dari Papua

Salah satu contoh keberhasilan datang dari Sasagu, produk pangan lokal berbasis sagu asal Papua. Usaha ini tidak hanya menawarkan makanan yang sehat, praktis, dan nikmat, tetapi juga membawa misi pemberdayaan petani lokal. Kehadiran Sasagu menjadi bukti bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Founder dan Owner Sasagu, Herlinda, menyebut usahanya sebagai sebuah gerakan, bukan sekadar produk. Ia menjelaskan bahwa Sasagu dikembangkan untuk memperkenalkan pangan lokal Papua yang sehat sambil membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Melalui pendekatan itu, usaha ini ikut menjaga ekosistem ekonomi di tingkat komunitas.

Herlinda mengatakan pihaknya mengikuti UMK Akademi Pertamina untuk memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jaringan pasar. Ia juga ingin membawa sagu Papua semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Menurut dia, sasaran tersebut penting agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah pasar yang semakin terbuka.

Sasagu bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang. Pencapaian ini menunjukkan bahwa produk dari daerah dapat diterima di luar negeri jika memiliki kualitas, narasi, dan strategi pemasaran yang tepat. Keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk berani menargetkan pasar global.

Festival dan pasar global

Dalam rangka Hari UMKM Nasional tahun ini, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota. Kota yang menjadi lokasi kegiatan adalah Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Ajang tersebut dirancang sebagai ruang promosi, jejaring, dan kolaborasi bagi para pelaku usaha binaan.

Melalui festival itu, UMKM diberi kesempatan untuk memasarkan produk secara langsung kepada konsumen yang lebih luas. Selain itu, kegiatan tersebut juga membuka peluang kerja sama lintas sektor dengan berbagai pihak, termasuk mitra bisnis dan komunitas. Dengan cara ini, ekosistem usaha kecil dapat berkembang lebih cepat dan lebih terhubung.

Pertamina Patra Niaga berharap seluruh inisiatif yang dijalankan dapat memperkuat kapasitas UMKM di Indonesia. Perusahaan juga menargetkan kontribusi ekonomi daerah semakin meningkat melalui pertumbuhan usaha kecil yang sehat dan produktif. Harapan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan kesejahteraan berbasis ekonomi kerakyatan.

Di sisi lain, dorongan untuk membawa produk lokal ke pasar internasional dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas dampak pembinaan. Jika UMKM mampu naik kelas, maka potensi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan devisa akan semakin besar. Karena itu, dukungan berkelanjutan terhadap UMKM dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!