Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 06:38 WIB 2
Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi

Pertamina memperkuat dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah melalui program fasilitasi sertifikasi pada Maret 2026. Program ini mencakup Nomor Induk Berusaha, sertifikat halal, hak kekayaan intelektual, hingga dokumen lingkungan SPPL. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas. Salah satu target utamanya adalah peluang masuk ke ritel modern yang mensyaratkan legalitas usaha yang jelas.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa sertifikasi merupakan syarat penting bagi UMKM untuk membangun kepercayaan pasar. Ia mengatakan pendampingan yang komprehensif menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong UMKM naik kelas. Baron menyebut sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan pintu masuk untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis, 9 April 2026.

Sertifikasi UMKM jadi kunci pasar

Pertamina menempatkan sertifikasi sebagai bagian penting dari strategi pembinaan UMKM. Melalui program ini, pelaku usaha dibantu menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk memenuhi standar pasar. Dukungan tersebut mencakup NIB, halal, HaKI, dan SPPL. Seluruh fasilitas ini diarahkan agar UMKM memiliki landasan usaha yang lebih kuat.

Baron menjelaskan bahwa konsumen saat ini semakin selektif dalam memilih produk. Kondisi itu membuat legalitas dan kualitas administrasi usaha menjadi faktor penentu kepercayaan. Menurut dia, UMKM yang memiliki sertifikasi akan lebih mudah menjangkau pasar yang lebih besar. Hal ini juga menjadi modal penting untuk bersaing dengan produk dari pelaku usaha lain.

Program sertifikasi tersebut juga diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi pertumbuhan usaha kecil. Dengan dokumen yang lengkap, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menembus kanal distribusi formal. Selain itu, sertifikasi membantu pelaku usaha menata bisnis secara lebih profesional. Upaya ini sejalan dengan dorongan agar UMKM mampu bertahan di tengah persaingan yang makin ketat.

MiniesQ raih sertifikasi halal

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Inovasi Mitra Sudjarwo atau MiniesQ dari Pondok Aren, Tangerang Selatan. Usaha tersebut bergerak di bidang makanan sehat dan telah mengantongi sertifikat halal. Produk yang disertifikasi meliputi healthy cookies, brownies, dan camilan berbasis oat. Capaian ini memperkuat posisi MiniesQ sebagai pelaku usaha yang siap masuk ke pasar yang lebih luas.

Pendiri MiniesQ, Minie Sudjarwo, menilai tren gaya hidup sehat sebagai peluang sekaligus tantangan bagi usahanya. Ia menyadari konsumen kini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga memperhatikan kandungan dan manfaat produk. Karena itu, sertifikasi halal menjadi nilai tambah yang penting untuk meyakinkan pembeli. Menurutnya, kepercayaan konsumen sangat menentukan keberlanjutan usaha makanan sehat.

Minie mengatakan pihaknya ingin menghadirkan produk yang sehat, praktis, dan tetap enak dikonsumsi. Ia menilai permintaan terhadap makanan sehat terus meningkat di masyarakat perkotaan. Kondisi itu memberi ruang bagi UMKM seperti MiniesQ untuk berkembang lebih cepat. Namun, pertumbuhan tersebut tetap membutuhkan standar yang jelas agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

Daya saing UMKM makin kuat

Fasilitasi sertifikasi dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat fondasi UMKM. Legalitas usaha memberi kepastian bagi konsumen, mitra bisnis, dan calon distributor. Di sisi lain, pelaku usaha juga lebih siap menghadapi proses kemitraan dengan jaringan ritel modern. Dengan demikian, sertifikasi tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga strategis.

Pertamina menyebut pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada penerbitan dokumen. Perusahaan berupaya memastikan UMKM memahami proses, manfaat, dan kewajiban setelah sertifikasi diperoleh. Pendekatan ini penting agar pelaku usaha dapat memanfaatkan sertifikat secara optimal. Jika dijalankan konsisten, program ini berpotensi mendorong peningkatan omzet dan perluasan pasar.

Di tengah kompetisi yang semakin terbuka, UMKM membutuhkan dukungan yang konkret dan berkelanjutan. Sertifikasi menjadi salah satu instrumen untuk menaikkan kelas usaha sekaligus membangun reputasi produk. Bagi pelaku seperti MiniesQ, langkah ini membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Bagi Pertamina, penguatan UMKM menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap ekonomi kerakyatan.

Ritel modern jadi peluang baru

Akses ke ritel modern menjadi salah satu tujuan yang ingin didorong melalui program sertifikasi. Kanal distribusi tersebut umumnya menuntut produk dengan legalitas dan standar yang memadai. Karena itu, UMKM perlu menyiapkan dokumen usaha sejak awal agar tidak tertinggal dalam persaingan. Sertifikasi memberi peluang lebih besar bagi produk lokal untuk tampil di etalase yang lebih luas.

Pertamina menilai pembinaan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya terasa nyata. Fasilitasi sertifikasi diposisikan sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha tidak hanya dibantu pada tahap awal, tetapi juga diarahkan untuk berkembang. Pola ini diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih mandiri dan kompetitif.

Program tersebut menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak bisa hanya bertumpu pada modal usaha. Legalitas, kualitas produk, dan kesiapan masuk pasar menjadi unsur yang sama pentingnya. Ketiga unsur itu akan menentukan kemampuan usaha untuk bertahan dan tumbuh. Dalam konteks itu, sertifikasi menjadi langkah penting untuk mendorong UMKM naik kelas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!