Pertamina Dorong UMKM Lewat Olahan Serat Pelepah Pisang

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 02:41 WIB 6
Pertamina Dorong UMKM Lewat Olahan Serat Pelepah Pisang

PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmen pengembangan UMKM melalui Program Pertapreneur Aggregator dengan menggandeng PT Agrominafiber Java Indonesia dan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kebumen. Kolaborasi ini fokus mengolah limbah pelepah pisang menjadi serat alami yang bernilai ekonomi, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Inisiatif tersebut dinilai membuka peluang usaha baru sekaligus memberi keterampilan produktif bagi warga binaan. Pertamina menargetkan model pendampingan ini dapat menjadi contoh sinergi bisnis yang membawa dampak sosial nyata.

Pengolahan Limbah Bernilai

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menyebut pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan. Produk ini juga dinilai memiliki pasar yang menjanjikan, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Menurut Novita, keterlibatan warga binaan dalam rantai produksi memberi nilai tambah bagi program ini. Ia menilai proses tersebut tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membuka akses keterampilan kerja yang relevan.

Agrominafiber menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu sebagai tindak lanjut pelatihan perdana. Ke depan, sekitar 30 persen dari kebutuhan bahan baku perusahaan yang mencapai 15 ton ditargetkan berasal dari produksi warga binaan.

Respons Awal Positif

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, mengatakan respons awal terhadap kerja sama tersebut cukup positif. Ia menilai perkembangan program terlihat meski belum genap satu bulan berjalan.

Pramu menambahkan, mitra usaha juga melihat prospek kolaborasi ini menjanjikan dari sisi bisnis maupun dampak sosial. Karena itu, ia berharap program tidak berhenti pada pelatihan dasar semata.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pendampingan dari Pertamina dan mitra usaha dapat memperkuat keberlanjutan program. Menurut dia, bekal keterampilan ini diharapkan bermanfaat bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Kualitas Produksi Meningkat

Dari hasil pelatihan awal, warga binaan telah mampu memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus membaik. Target produksi ditetapkan sekitar 3 ton per bulan untuk mendukung kebutuhan perusahaan.

Saat ini, sekitar 60 persen produk sudah memenuhi standar kualitas perusahaan. Sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik agar hasil akhir semakin seragam dan layak pakai.

Selama pendampingan, tim Agrominafiber memberi bimbingan langsung mulai dari teknik produksi, kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste. Pendekatan ini diharapkan menjaga efisiensi sekaligus mengurangi sisa limbah.

Dukungan Pertamina Berlanjut

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, menilai sinergi Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. Ia juga melihat hasil program dapat dirasakan relatif cepat bila pendampingan dilakukan konsisten.

Menurut Bima, fokus ke depan adalah meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu produksi. Dua hal itu dinilai menjadi kunci agar kolaborasi berjalan stabil dan memiliki daya saing.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen dan PT Agrominafiber Java Indonesia. Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM yang kuat secara bisnis dan berdampak sosial berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!