Pertamina Bina 100 UMKM Lolos PAG 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 13:32 WIB 3
Pertamina Bina 100 UMKM Lolos PAG 2025

Pertamina menetapkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai peserta terpilih dalam Program Pertamina Pertapreneur Aggregator 2025. Mereka lolos dari 730 peserta UMK Academy 2025 setelah melalui proses seleksi untuk mengikuti pembinaan lanjutan. Program ini diarahkan agar UMKM mampu tumbuh sebagai agregator mandiri, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam mendukung ekonomi nasional. Ia menegaskan, UMKM tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi pilar daya saing bangsa di pasar internasional. Dalam program ini, peserta akan mendapat pendampingan agar lebih profesional sekaligus memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

UMKM Pertamina Jadi Sorotan

Pertamina menempatkan UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang harus terus diperkuat. Menurut Baron, peran UMKM tidak berhenti pada skala lokal, tetapi juga menjadi fondasi daya saing nasional.

Melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina ingin melahirkan wirausaha yang mampu memimpin perubahan. Targetnya bukan hanya bisnis yang untung, tetapi juga usaha yang membawa dampak sosial dan lingkungan.

Program ini disusun untuk mendorong kolaborasi antarpelaku usaha agar jejaring bisnis semakin luas. Dengan model agregator, UMKM diharapkan dapat mengelola rantai usaha secara lebih terhubung dan efisien.

Baron menilai penguatan kapasitas pelaku usaha kecil menjadi langkah penting dalam membangun ekonomi produktif. Karena itu, Pertamina menempatkan pembinaan sebagai fondasi sebelum peserta naik ke tahap yang lebih kompetitif.

Seleksi Ketat UMKM Pertamina

Sebanyak 100 UMKM terpilih dari total 730 peserta UMK Academy 2025. Proses ini menunjukkan bahwa kompetisi untuk masuk ke program lanjutan berlangsung cukup ketat.

Peserta berasal dari berbagai sektor usaha dengan dominasi Food and Beverage sebesar 45 persen. Setelah itu, Fashion dan Wastra menyumbang 31 persen, Craft dan Jewellery 22 persen, sedangkan Agribisnis dan Jasa masing-masing satu persen.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Wilayah tersebut mencatat porsi 23 persen, disusul Jawa Barat 20 persen, serta Jawa Tengah 15 persen.

Keragaman sektor dan daerah menunjukkan bahwa program ini menjangkau basis UMKM yang luas. Pertamina berharap sebaran tersebut dapat memperkuat ekosistem bisnis di berbagai daerah.

Pembinaan UMKM Pertamina Intensif

Program Pertapreneur Aggregator 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapannya meliputi Desk Evaluation, Wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif.

Selama pembinaan, peserta akan mempelajari branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Materi tersebut disiapkan agar UMKM lebih siap menghadapi pasar yang semakin kompetitif.

Pendampingan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan manajerial sekaligus memperluas peluang usaha. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu menyusun strategi bisnis yang lebih terukur.

Pertamina menekankan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian jangka pendek. Pendekatan ini juga diarahkan untuk membentuk pelaku usaha yang adaptif dan siap berkembang secara berkelanjutan.

Peluang Go Global UMKM Pertamina

Dari 100 peserta awal, akan dipilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap Final Pitching dan Awarding. Para pemenang akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan.

Pendampingan lanjutan itu ditujukan agar mereka benar-benar siap menjadi agregator mandiri. Peserta juga akan mendapat mentoring CEO dan simulasi pitching Dragon's Den.

Selain itu, mereka akan diarahkan untuk menembus pasar internasional melalui Global Market Matching. Pertamina juga membuka akses ke platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International, termasuk sertifikasi pendukung lainnya.

Baron menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi nasional. Pertamina menilai penguatan UMKM penting untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong transformasi ekonomi produktif di daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!