Joglo Ayu Tenan, usaha kriya asal Yogyakarta, berhasil membawa produk perhiasan etnik dan aksesori ramah lingkungan menembus pasar internasional. Koleksi andalannya, kalung seri Gudeg Jogja, mencuri perhatian di Singapore International Jewelry Expo pada 2021 dan 2022.
Selain Singapura, produk mereka juga tampil di Jepang melalui pameran di Osaka. Perhiasan berbahan kulit dengan teknik patah sungging menjadi salah satu contoh bagaimana budaya Jawa dikreasikan ulang menjadi aksesori elegan.
Perhiasan Etnik Bernuansa Budaya
Kalung seri Gudeg Jogja menjadi salah satu karya paling ikonik dari Joglo Ayu Tenan. Desainnya terinspirasi dari hidangan khas Yogyakarta, dengan detail telur, krecek, hingga tabik.
Koleksi itu dibuat saat pandemi, ketika tim berupaya melahirkan produk yang tetap relevan dan bernilai budaya. Hasilnya, karya tersebut berhasil menarik perhatian pengunjung ajang perhiasan internasional di Singapura.
Menurut Yayuk, pemilik usaha tersebut, produk yang mengangkat identitas lokal punya daya tarik tersendiri di pasar luar negeri. Ia menilai, sentuhan budaya membuat perhiasan memiliki cerita yang lebih kuat bagi konsumen.
Desain Ramah Lingkungan
Joglo Ayu Tenan konsisten memproduksi aksesori fesyen dan dekorasi rumah berbahan ramah lingkungan. Produk yang dihasilkan mencakup kalung, gelang, anting, hingga busana berbahan pewarna alam tanpa polyester.
Pilihan material itu menjadi bagian dari komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Karena konsistensi tersebut, usaha ini memperoleh sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability atau CHSE dari Kementerian Pariwisata.
Pengakuan itu memperkuat posisi Joglo Ayu Tenan sebagai pelaku industri kreatif yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga tanggung jawab lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan tren pasar global yang semakin menghargai produk hijau.
Menembus Pasar Singapura Jepang
Kesuksesan Joglo Ayu Tenan di Singapura dan Jepang tidak lepas dari kemampuan membaca selera pasar. Yayuk menyebut, ada kesamaan kultur antara Indonesia dan negara-negara Asia tersebut, terutama dalam apresiasi terhadap produk yang ramah lingkungan.
Menurut dia, produk yang bisa dikenakan dan digunakan oleh wanita serta keluarga di Jepang memiliki peluang lebih besar. Karena itu, desain yang praktis dan elegan menjadi fokus utama dalam pengembangan koleksi mereka.
Di Osaka, Joglo Ayu Tenan memamerkan produk berbasis budaya Jawa dengan sentuhan modern. Salah satunya adalah perhiasan kulit dengan teknik patah sungging yang diolah menjadi aksesori bernilai seni tinggi.
Komunitas Lokal Jadi Kekuatan
Saat ini, Joglo Ayu Tenan mampu memproduksi hingga 500 unit aksesori per bulan bersama komunitas lokal. Kapasitas itu menunjukkan bahwa pengembangan usaha dilakukan secara bertahap namun konsisten.
Pada awal berdiri, tempat ini hanya menjadi ruang berkumpul para pengrajin perhiasan. Seiring waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi titik temu mahasiswa, pengrajin, dan pelaku UMKM di Yogyakarta.
Perkembangan itu membuat Joglo Ayu Tenan tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi kreatif. Dari Yogyakarta, mereka membuktikan bahwa produk etnik Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.
