Pemadaman Listrik Sumatra Ganggu 8.736 Site Telekomunikasi

Teknologi Moh. Royhan Nahado 30 Mei 2026 23:18 WIB 2
Pemadaman Listrik Sumatra Ganggu 8.736 Site Telekomunikasi

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sumatra berdampak pada ribuan menara telekomunikasi pada 22 Mei 2026. Hingga 23 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, tercatat 8.736 site telekomunikasi terdampak gangguan. Kondisi ini membuat layanan telepon dan internet di beberapa daerah sempat tidak stabil.

Komdigi menyebut pemulihan jaringan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan operator seluler. Gangguan listrik tersebut melanda 10 provinsi dan 118 kabupaten/kota, sehingga dampaknya terasa luas di lapangan. Pemerintah memastikan pemantauan terus dilakukan agar layanan publik segera kembali normal.

Dampak Telekomunikasi Sumatra

Blackout yang terjadi di Sumatra membuat pasokan listrik ke sejumlah base transceiver station terganggu. Akibatnya, jumlah site yang mengalami down sempat meningkat sebelum berangsur menurun. Layanan telepon dan internet pun terdampak di beberapa wilayah.

Komdigi menjelaskan gangguan ini berpengaruh pada jaringan seluler di banyak titik layanan. Pemadaman listrik menjadi faktor utama yang memicu gangguan operasional menara telekomunikasi. Situasi tersebut mendorong percepatan penanganan oleh seluruh pihak terkait.

Data yang dihimpun menunjukkan dampak terbesar berada di sejumlah provinsi utama di Sumatra. Pemerintah daerah dan operator diminta menjaga komunikasi agar proses pemulihan berjalan efektif. Pembaruan data akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.

Sebaran Site Terdampak

Berdasarkan data Komdigi hingga 23 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 8.736 site telekomunikasi masih terdampak. Sebelumnya, pada 23 Mei pukul 00.00 WIB, jumlah site down sempat mencapai 10.146 unit. Dalam 12 jam, ada penurunan 1.410 site yang terdampak.

Provinsi terdampak meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung. Sebaran terbanyak tercatat di Sumatra Utara dengan 5.493 site atau 51,71 persen. Aceh menyusul dengan 1.904 site atau 48,13 persen.

Sumatra Barat juga mengalami dampak signifikan dengan 565 site atau 13,95 persen. Sebaran gangguan ini menunjukkan luasnya ketergantungan jaringan telekomunikasi pada pasokan listrik yang stabil. Karena itu, pemulihan infrastruktur menjadi prioritas utama.

Pemulihan Telekomunikasi Bertahap

Komdigi menyampaikan pemulihan jaringan dilakukan melalui monitoring kondisi jaringan secara intensif. Koordinasi juga dijalankan bersama operator seluler, Balai Monitor SFR, dan Diskominfo daerah. Langkah ini ditempuh untuk memastikan gangguan dapat ditangani lebih cepat.

Operator seluler telah mengirim genset ke BTS terdampak untuk menjaga suplai daya sementara. Selain itu, penyediaan daya cadangan dan prioritas pemulihan di site penting turut dilakukan. Distribusi bahan bakar genset juga dikawal agar operasional tetap berjalan.

Komdigi menegaskan bahwa pemulihan layanan akan terus diawasi hingga jaringan kembali normal. Situasi di lapangan dinilai membaik seiring turunnya jumlah site yang down. Namun, pembaruan data tetap diperlukan untuk memantau sisa gangguan secara akurat.

Koordinasi Operator Seluler

Komdigi berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau langkah pemulihan layanan di wilayah terdampak. Kolaborasi ini penting agar penanganan dapat dilakukan sesuai prioritas dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga mendorong agar jaringan di fasilitas vital dipulihkan lebih dulu.

Dalam proses pemulihan, operator diminta memastikan genset tersedia di titik-titik kritis. Ketersediaan bahan bakar menjadi faktor penentu agar BTS tetap menyala saat listrik belum pulih. Dengan dukungan tersebut, layanan telekomunikasi diharapkan dapat kembali stabil lebih cepat.

Komdigi menyatakan akan terus memperbarui informasi pemulihan secara berkala kepada publik. Transparansi data dinilai penting agar masyarakat mengetahui perkembangan gangguan jaringan. Pemerintah berharap layanan komunikasi di Sumatra segera pulih sepenuhnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!