Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 Triliun pada 2026

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 05:14 WIB 7
Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 Triliun pada 2026

PT Pegadaian mencatat kinerja positif hingga 30 April 2026 dengan laba bersih mencapai Rp 4,38 triliun. Angka itu tumbuh 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp 2,34 triliun. Pencapaian tersebut hadir saat Pegadaian genap berusia 125 tahun.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada nasabah dan seluruh insan perusahaan atas hasil tersebut. Ia menegaskan, pertumbuhan itu tidak lepas dari kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial. Menurut dia, momentum usia baru ini menjadi dorongan untuk mempercepat transformasi layanan.

Kinerja Keuangan Menguat

Pegadaian membukukan total aset sebesar Rp 183,8 triliun. Nilai itu naik 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 117,8 triliun. Kenaikan aset ini menunjukkan skala usaha perusahaan terus berkembang.

Pertumbuhan aset ditopang oleh Outstanding Loan gross yang melonjak menjadi Rp 153,6 triliun. Capaian tersebut meningkat 58,8 persen dari posisi tahun lalu sebesar Rp 96,7 triliun. Kinerja ini memperlihatkan permintaan terhadap layanan Pegadaian masih sangat kuat.

Di sisi profitabilitas, Pegadaian juga mencatat hasil yang solid. Return on Asset atau ROA naik menjadi 7,49 persen, sedangkan Return on Equity atau ROE mencapai 29,72 persen. Pencapaian itu menandakan efisiensi dan kemampuan menghasilkan laba berada pada level tinggi.

Kualitas Pembiayaan Sehat

Kondisi pembiayaan Pegadaian tercatat semakin pruden. Rasio Non-Performing Loan atau NPL turun dari 0,82 persen pada 30 April 2025 menjadi 0,51 persen pada periode yang sama tahun 2026. Penurunan ini menunjukkan kualitas portofolio pembiayaan tetap terjaga.

Manajemen juga berhasil menekan beban operasional secara signifikan. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional atau BOPO turun ke 59,71 persen, menjadi level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Efisiensi ini memberi ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan laba.

Damar menyebut pengelolaan yang sehat menjadi kunci keberlanjutan bisnis Pegadaian. Menurut dia, pertumbuhan yang tinggi harus diikuti dengan kontrol risiko yang kuat. Dengan begitu, perusahaan dapat tetap menjaga kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan.

Ekspansi Bisnis Emas

Pegadaian memperluas bisnis melalui layanan bulion atau bank emas. Perusahaan menjadi pelopor di Indonesia yang mengantongi izin operasional usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan. Izin tersebut diberikan melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Melalui legalitas itu, Pegadaian menghadirkan portofolio Bulion Services yang lebih lengkap. Layanannya meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Ekspansi ini diposisikan sebagai penguatan bisnis berbasis aset aman.

Perseroan menilai infrastruktur yang dimiliki sudah siap untuk menopang bisnis bank emas. Sekitar 90 persen agunan gadai di Pegadaian berupa emas, ditambah jaringan ruang penyimpanan atau vault berstandar keamanan internasional terbesar di Indonesia. Kondisi itu menjadi modal penting untuk mengembangkan ekosistem emas secara berkelanjutan.

Optimisme Usia Baru

Damar menegaskan Pegadaian akan terus mengawinkan layanan digital dengan kebutuhan riil masyarakat. Salah satu langkahnya adalah melalui aplikasi Tring! yang memudahkan akses investasi emas lintas generasi. Inovasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan perusahaan.

Selain digitalisasi, perusahaan juga melihat emas sebagai instrumen yang tetap diminati saat kondisi ekonomi berubah. Emas dinilai sebagai aset safe haven yang aman dan relevan bagi masyarakat. Karena itu, Pegadaian menempatkan penguatan ekosistem emas sebagai strategi jangka panjang.

Dengan pencapaian laba, pertumbuhan aset, dan ekspansi bulion, Pegadaian menargetkan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Perusahaan juga membawa visi untuk mengEMASkan Indonesia melalui layanan yang lebih modern dan inklusif. Momentum ulang tahun ke-125 menjadi penanda arah baru bisnis Pegadaian ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!