OpenSignal Ungkap Peta Persaingan Internet Rumah Indonesia

Teknologi Moh. Royhan Nahado 29 Mei 2026 07:13 WIB 4
OpenSignal Ungkap Peta Persaingan Internet Rumah Indonesia

Laporan terbaru Opensignal memetakan persaingan layanan internet rumah atau fixed broadband di Indonesia pada periode awal 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan pengalaman pengguna nyata, dengan lima indikator utama yang mencakup kualitas konsisten, kecepatan unduh, kecepatan unggah, pengalaman video, dan keandalan jaringan.

Hasil studi tersebut memperlihatkan tidak ada satu operator yang mendominasi seluruh kategori. Biznet Home, Indosat HiFi, XL Home, dan Oxygen sama-sama mencatat keunggulan di aspek yang berbeda, sementara pasar secara keseluruhan masih sangat terkonsentrasi pada pemain besar.

Persaingan internet rumah

Opensignal menilai pengalaman fixed broadband nasional melalui data penggunaan aktual dari pelanggan di Indonesia. Operator yang dianalisis meliputi XL Home, Indosat HiFi, Biznet Home, Oxygen, IndiHome, Icon Plus, CBN, dan MyRepublic.

Surge melalui layanan Internet Rakyat berkecepatan 100 Mbps tidak termasuk dalam peta persaingan tersebut. Laporan ini juga menekankan bahwa hasil pengukuran mencerminkan pengalaman dunia nyata pengguna, bukan semata-mata spesifikasi paket yang dibeli.

Dengan pendekatan itu, Opensignal berupaya menangkap cara rumah tangga memanfaatkan internet untuk bekerja jarak jauh, belajar, streaming, hingga bermain gim. Perbedaan hasil antarpenyedia dipengaruhi oleh teknologi jaringan, jenis paket, dan perangkat router yang digunakan pelanggan.

Operator unggul di kategori

Dalam kategori kecepatan unduh, Biznet Home tampil paling unggul menurut laporan tersebut. Indosat HiFi mencatat hasil terbaik pada kategori konsistensi kualitas, yang menunjukkan kestabilan layanan dalam penggunaan harian.

XL Home memperoleh peringkat teratas pada kategori keandalan jaringan. Sementara itu, Oxygen memimpin pada kecepatan unggah, yang menjadi faktor penting bagi pengguna yang sering mengirim data besar.

Untuk kategori pengalaman video, XL Home dan Oxygen berbagi posisi terdepan. Hasil ini menandakan bahwa pengalaman menonton konten daring di kedua layanan tersebut dinilai seimbang oleh pengguna.

Pasar masih terkonsentrasi

Meski kompetisi kualitas layanan makin merata, struktur pasar fixed broadband di Indonesia masih tergolong terkonsentrasi. Satu operator besar disebut menguasai porsi koneksi yang sangat besar di tingkat pelanggan.

Kondisi itu menunjukkan dominasi yang kuat dalam basis pelanggan, meskipun peta performa layanan tidak lagi dikuasai satu pemain saja. Di sisi lain, keunggulan di masing-masing indikator memberi ruang bagi operator lain untuk bersaing lebih ketat.

Situasi ini memperlihatkan bahwa pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan berdasarkan kebutuhan penggunaan. Bagi sebagian rumah tangga, kecepatan unduh menjadi prioritas, sedangkan bagi yang lain kestabilan atau unggah data justru lebih penting.

Metode penilaian pengguna

Analisis Opensignal menggunakan periode pengamatan 90 hari yang dimulai pada 1 Januari 2026. Cakupan data meliputi tingkat nasional, regional, perkotaan, dan pedesaan.

Lima indikator utama yang digunakan adalah Konsistensi Kualitas, Unduh, Unggah, Pengalaman Menggunakan Video, dan Pengalaman Keandalan. Seluruh indikator tersebut dirancang untuk mencerminkan aktivitas internet rumah dalam penggunaan sehari-hari.

Opensignal juga menegaskan bahwa hasil analisis mencakup berbagai teknologi broadband kabel, seperti kabel, FTTH, dan xDSL, serta tidak memasukkan hotspot Wi-Fi. Dengan demikian, hasilnya lebih menggambarkan kualitas layanan fixed broadband murni di lapangan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!