Opensignal merilis laporan Indonesia Fixed Broadband Experience untuk periode 90 hari yang dimulai 1 Januari 2026.
Laporan ini menilai pengalaman pengguna fixed broadband di Indonesia berdasarkan data penggunaan nyata, dengan fokus pada lima indikator utama: kualitas konsisten, kecepatan unduh, kecepatan unggah, pengalaman video, dan keandalan jaringan. Analisis mencakup operator XL Home, Indosat HiFi, Biznet Home, Oxygen, IndiHome, Icon Plus, CBN, dan MyRepublic, serta peran masing-masing segmen dalam persaingan nasional.
Kondisi persaingan broadband
Biznet Home unggul pada kategori kecepatan unduh secara nasional. Indosat HiFi menonjol pada konsistensi kualitas layanan yang diterima pelanggan. XL Home tampil kuat dalam hal keandalan jaringan dibandingkan penyedia lainnya.
Oxygen menempatkan posisi puncak pada kategori kecepatan unggah. Dalam segmen pengalaman video, XL Home dan Oxygen dinobatkan secara bersama. Kondisi ini menunjukkan adanya pemimpin berbeda per kategori meski persaingan tetap berjalan.
Opensignal menjelaskan bahwa perbedaan performa dipicu oleh teknologi jaringan seperti fiber, kabel, atau xDSL. Paket layanan yang beragam juga mempengaruhi skor rata-rata pengalaman pengguna. Analisis ini mencakup berbagai teknologi broadband kabel dan tidak memasukkan penggunaan hotspot Wi-Fi.
Dari sisi pasar, industri fixed broadband Indonesia masih terlihat terkonsentrasi. Salah satu operator besar menguasai sebagian besar koneksi pelanggan di tingkat nasional. Fenomena ini menandai dinamika persaingan yang belum sepenuhnya merata meski kualitas layanan meningkat.
Opensignal menekankan bahwa perbedaan performa antar penyedia dipicu oleh teknologi jaringan yang digunakan, seperti fiber, kabel, atau xDSL. Variasi paket layanan yang ditawarkan kepada pelanggan juga menjadi faktor penting. Faktor lain adalah perangkat rumah, seperti router yang dipakai pelanggan, yang memengaruhi pengalaman akses internet.
Analisis memaparkan bahwa periode evaluasi mencakup 90 hari hingga tingkat nasional, regional, perkotaan, dan pedesaan. Data berasal dari penggunaan nyata para pelanggan kabel broadband di Indonesia. Surge dengan Internet Rakyat 100 Mbps tidak masuk dalam peta persaingan ini.
