OJK: Koreksi IHSG Bersifat Sementara, Prospek Jangka Panjang Tetap Baik

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 31 Mei 2026 00:16 WIB 3
OJK: Koreksi IHSG Bersifat Sementara, Prospek Jangka Panjang Tetap Baik

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengakui Indeks Harga Saham Gabungan tengah mengalami koreksi di tengah tekanan global. Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi berbagai tantangan eksternal yang turut menekan sentimen pasar modal domestik.

Meski demikian, Friderica menegaskan investasi di Indonesia tetap memiliki prospek jangka panjang yang baik. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026, saat ia menekankan pentingnya melihat fundamental ekonomi nasional secara lebih luas.

Prospek IHSG Jangka Panjang

Friderica menjelaskan koreksi IHSG tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang masih berlangsung. Menurut dia, pasar modal Indonesia juga sedang berada dalam fase penyesuaian di tengah upaya reformasi integritas sektor keuangan.

Ia menyebut investasi di pasar modal harus dipandang sebagai instrumen jangka panjang. Karena itu, investor diminta tidak hanya melihat fluktuasi harian, tetapi juga arah pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Friderica menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang pemulihan pasar. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa prospek investasi di Tanah Air dinilai tetap menarik bagi pelaku pasar.

Dalam pandangannya, sentimen jangka pendek memang dapat memengaruhi pergerakan indeks. Namun, daya tahan ekonomi yang terjaga diyakini mampu menjadi penyangga bagi pemulihan IHSG secara bertahap.

Reformasi Pasar Modal OJK

OJK terus melakukan reformasi untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia. Langkah ini dilakukan agar pasar dapat tumbuh secara sehat, transparan, dan dipercaya oleh investor.

Friderica menilai penguatan tata kelola menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar. Dengan reformasi yang konsisten, OJK berharap kepercayaan publik terhadap industri keuangan dapat semakin meningkat.

Ia juga menekankan perlunya daya tahan sektor jasa keuangan yang lebih kuat. Komitmen tersebut diarahkan agar pasar modal mampu menghadapi tekanan eksternal tanpa mengganggu fondasi utama perekonomian.

Menurut dia, reformasi bukan hanya untuk menjawab tantangan saat ini, tetapi juga untuk menyiapkan pasar modal yang lebih kompetitif. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga peran pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan yang berkelanjutan.

Pembiayaan UMKM Daerah

Selain pasar modal, OJK juga menaruh perhatian besar pada penguatan ekosistem pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Friderica menyebut sektor ini sebagai salah satu fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mengungkapkan OJK baru membentuk departemen khusus untuk pengembangan UMKM. Kehadiran unit tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Penguatan UMKM dinilai penting karena sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Jika pembiayaan lebih mudah diakses, maka kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan akan semakin besar.

OJK juga memandang pembiayaan daerah perlu didorong melalui berbagai instrumen yang lebih inovatif. Salah satu ruang yang dapat dikembangkan adalah skema pendanaan yang lebih dekat dengan kebutuhan wilayah setempat.

Keuangan Digital dan Obligasi

Friderica menyoroti pentingnya pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Menurut dia, pemerintah daerah memerlukan instrumen yang lebih beragam untuk mendukung agenda pembangunan di wilayah masing-masing.

Salah satu opsi yang didorong adalah pengembangan obligasi daerah. Instrumen ini dinilai dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih terukur sekaligus memperluas partisipasi investor di pasar keuangan.

Selain itu, OJK juga mendorong pengembangan ekonomi hijau dan keuangan digital yang aman serta berintegritas. Friderica menilai transformasi digital sudah menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan sektor keuangan modern.

Ia menegaskan pengembangan yang optimal tidak akan tercapai tanpa dukungan keuangan digital. Karena itu, OJK akan terus memastikan inovasi berjalan seiring dengan penguatan perlindungan dan tata kelola di sektor jasa keuangan.

Tag Terkait
#IHSG#OJK#pasar modal

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!