OJK: Koreksi IHSG Bersifat Jangka Pendek, Fundamental Masih Kuat

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 30 Mei 2026 10:44 WIB 2
OJK: Koreksi IHSG Bersifat Jangka Pendek, Fundamental Masih Kuat

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengakui Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sedang terkoreksi di tengah tekanan global yang memengaruhi sentimen pasar. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak mengubah prospek investasi di Indonesia yang dinilai tetap menjanjikan dalam jangka panjang.

Pernyataan itu disampaikan Friderica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. OJK disebut terus menjalankan reformasi dan penguatan sektor jasa keuangan untuk menjaga ketahanan pasar modal nasional.

IHSG Terkoreksi di Tengah Tekanan

Friderica menjelaskan bahwa kondisi pasar modal saat ini dipengaruhi oleh dinamika global yang masih bergerak cepat. Menurut dia, situasi itu ikut menekan pergerakan IHSG di bursa domestik.

Ia menambahkan, reformasi integritas yang dilakukan di sektor pasar modal juga menjadi bagian dari proses penyesuaian yang sedang berjalan. Karena itu, koreksi indeks dinilai tidak dapat dilepaskan dari upaya pembenahan yang lebih luas.

Meski demikian, Friderica menilai koreksi yang terjadi tidak mencerminkan melemahnya daya tarik pasar modal Indonesia secara struktural. Ia menekankan bahwa investor perlu melihat kondisi ini dalam perspektif yang lebih panjang.

Prospek Investasi Tetap Menjanjikan

Friderica menyatakan investasi di pasar modal Indonesia merupakan investasi jangka panjang yang masih memiliki peluang besar. Menurut dia, fondasi ekonomi nasional tetap menjadi penopang utama bagi pertumbuhan ke depan.

Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang baik di tengah berbagai tantangan eksternal. Pandangan tersebut menjadi alasan mengapa pasar domestik tetap layak diperhatikan oleh pelaku usaha dan investor.

OJK juga meyakini pertumbuhan ekonomi akan terus didorong melalui berbagai kebijakan pemerintah. Di saat yang sama, lembaga itu berkomitmen menjaga daya tahan sektor jasa keuangan agar tetap stabil.

Penguatan UMKM dan Pembiayaan

Salah satu fokus utama OJK adalah memperkuat ekosistem pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. Friderica menyebut pihaknya baru saja membentuk departemen khusus untuk pengembangan UMKM.

Langkah itu dimaksudkan untuk memperluas akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi pelaku usaha di berbagai daerah. OJK berharap dukungan tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dari level akar rumput.

Friderica menegaskan UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, penguatan sektor ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang terus dijalankan regulator.

Pasar Keuangan dan Ekonomi Hijau

Selain UMKM, OJK mendorong pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Salah satu instrumen yang dilihat potensial adalah obligasi daerah untuk mendukung kebutuhan pembiayaan wilayah.

Menurut Friderica, pembiayaan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada satu sumber dana. Diversifikasi instrumen keuangan dinilai penting agar daerah memiliki ruang fiskal yang lebih kuat.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi hijau dan keuangan digital yang aman serta berintegritas. Dalam pandangannya, transformasi digital menjadi syarat utama untuk mendorong pertumbuhan sektor keuangan yang lebih optimal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!