MSCI Bekukan Saham GOTO di Peninjauan Indeks Mei

Forex & Saham Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 00:49 WIB 2
MSCI Bekukan Saham GOTO di Peninjauan Indeks Mei

Penyedia indeks global MSCI menyoroti likuiditas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO setelah harga sahamnya bertahan di level Rp50 per saham sejak 13 Mei 2026. Keputusan itu membuat MSCI membekukan saham GOTO dalam peninjauan indeks pada 29 Mei 2026, termasuk sejumlah parameter penting yang terkait dengan perhitungan indeks.

Langkah tersebut diambil karena MSCI menilai ada potensi masalah replikasi indeks akibat likuiditas yang sangat rendah di Bursa Efek Indonesia. Meski masih dipertahankan dalam indeks MSCI Global Standard hingga peninjauan ulang Agustus 2026, GOTO tetap berisiko dicoret jika tidak memenuhi syarat likuiditas yang berlaku.

MSCi soroti likuiditas GOTO

MSCI menyampaikan pengumuman itu dengan merujuk pada perdagangan saham GOTO yang terus berada di harga minimum yang dapat diperdagangkan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyulitkan investor institusi yang mereplikasi indeks secara akurat.

Dalam pernyataannya, MSCI menyebut pembekuan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pada proses penyesuaian portofolio. Pembekuan ini juga mencakup pembaruan jumlah saham, Foreign Inclusion Factor, Domestic Inclusion Factor, dan faktor pembatas.

Dengan kebijakan tersebut, MSCI menahan seluruh perubahan pada komponen saham GOTO hingga proses peninjauan berikutnya. Langkah ini menunjukkan kehati-hatian penyedia indeks terhadap saham yang likuiditasnya sangat rendah.

MSCI menegaskan bahwa kebijakan itu merupakan bagian dari metodologi MSCI Global Investable Market Indexes. Evaluasi lanjutan akan dilakukan pada peninjauan indeks Agustus 2026 untuk memastikan apakah GOTO masih memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Status GOTO di indeks

Meski dibekukan pada peninjauan Mei, GOTO masih dipertahankan dalam kategori Global Standard untuk sementara waktu. Keputusan ini memberi ruang bagi emiten teknologi tersebut untuk memperbaiki kondisi perdagangannya sebelum evaluasi berikutnya.

Namun, MSCI memberi sinyal tegas bahwa saham GOTO dapat dihapus dari daftar konstituen jika tidak memenuhi persyaratan likuiditas. Artinya, keberadaan GOTO dalam indeks kini sangat bergantung pada perbaikan aktivitas transaksi di pasar.

Status tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena indeks MSCI kerap menjadi acuan dana asing dalam menyusun portofolio. Jika suatu saham dikeluarkan, maka minat investasi berbasis indeks terhadap saham itu bisa ikut tertekan.

Dalam pengumuman itu, MSCI juga menekankan bahwa peninjauan Agustus 2026 akan menjadi momen penting bagi GOTO. Hasil evaluasi nanti akan menentukan apakah saham tersebut tetap bertahan atau justru harus keluar dari indeks global tersebut.

Harga saham masih mentok

Saham GOTO tercatat stagnan sejak perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Hingga perdagangan terbaru, saham ini masih bergerak di level Rp50 per saham tanpa menunjukkan kenaikan berarti.

Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran mengenai likuiditas karena harga saham bertahan di batas bawah perdagangan. Dalam situasi seperti ini, ruang pergerakan menjadi sangat terbatas dan volume transaksi cenderung tidak sehat.

Pergerakan yang mandek juga membuat investor sulit memperoleh sinyal pemulihan harga dalam waktu dekat. Akibatnya, sentimen pasar terhadap saham GOTO masih berada di bawah tekanan.

Jika kondisi ini berlanjut, peluang GOTO untuk mempertahankan posisinya di indeks global akan semakin menipis. Pasar kini menunggu apakah perseroan mampu memulihkan minat beli dan memperbaiki likuiditas perdagangan.

Kinerja saham sepanjang tahun

Sepanjang 2026, saham GOTO tercatat melemah 21,88 persen. Penurunan itu mencerminkan tekanan yang masih membayangi kinerja pasar saham perusahaan teknologi tersebut.

Selain pelemahan harga, GOTO juga mencatat aksi jual bersih sebesar Rp1,75 triliun sepanjang tahun berjalan. Arus keluar dana tersebut menunjukkan investor asing maupun domestik masih bersikap hati-hati.

Kombinasi antara harga yang tertahan di level terendah dan net sell yang besar membuat prospek jangka pendek GOTO belum pulih. Investor pun cenderung menanti kepastian dari evaluasi MSCI berikutnya sebelum mengambil langkah baru.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa likuiditas tetap menjadi faktor krusial bagi saham yang masuk dalam indeks global. Tanpa perbaikan transaksi, tekanan terhadap GOTO berpotensi berlanjut hingga peninjauan Agustus 2026.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!