Danantara Belum Umumkan Laporan Keuangan, Ini Alasannya

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 01:52 WIB 2
Danantara Belum Umumkan Laporan Keuangan, Ini Alasannya

Danantara belum mengumumkan laporan keuangan sejak didirikan pada Februari tahun lalu karena masih menyelesaikan konsolidasi laporan seluruh BUMN di bawah pengelolaannya. Penjelasan ini disampaikan Dony dalam agenda di Wisma Danantara, Jakarta, pada Minggu, 31 Mei 2026, sekaligus menegaskan bahwa proses finalisasi laporan belum rampung.

Menurut Dony, laporan keuangan Danantara berbeda dari perusahaan pada umumnya karena merupakan gabungan dari laporan keuangan seluruh Badan Usaha Milik Negara. Ia menyebut saat ini perusahaan tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola, transparansi, dan pembersihan buku keuangan sebelum laporan dipublikasikan pada pertengahan tahun ini.

Danantara dan Konsolidasi BUMN

Dony menjelaskan bahwa laporan keuangan Danantara tidak bisa disamakan dengan laporan satu entitas bisnis tunggal. Hal itu karena Danantara harus menggabungkan data keuangan dari seluruh BUMN yang berada di bawah pengelolaannya.

Proses konsolidasi tersebut membuat penyusunan laporan menjadi lebih kompleks dan memerlukan waktu lebih panjang. Sejumlah BUMN juga masih berada dalam tahap penyelesaian pembukuan yang harus dibersihkan lebih dulu.

Ia menegaskan bahwa pembersihan laporan keuangan menjadi bagian penting sebelum angka-angka final dapat dipublikasikan. Menurutnya, konsolidasi yang dilakukan harus memastikan seluruh data benar-benar mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya.

Karena itu, Danantara memilih menunda publikasi hingga seluruh laporan BUMN siap digabungkan. Langkah tersebut dinilai penting agar laporan yang disajikan tidak menimbulkan tafsir keliru di kemudian hari.

Danantara Perbaiki Tata Kelola

Selain konsolidasi, Danantara juga sedang memperkuat tata kelola di seluruh perusahaan pelat merah. Dony menyebut pembenahan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki transparansi laporan keuangan BUMN.

Ia mengatakan proses yang berjalan saat ini bukan hanya administratif, tetapi juga menyentuh kualitas pencatatan keuangan. Dengan demikian, setiap laporan yang masuk ke Danantara harus melewati penyesuaian yang lebih ketat.

Menurut Dony, pembenahan tata kelola dibutuhkan agar pengelolaan BUMN ke depan lebih akuntabel. Ia menilai transparansi menjadi syarat utama dalam memastikan kepercayaan publik terhadap kinerja BUMN.

Danantara menargetkan proses ini selesai pada akhir Juni 2026. Setelah itu, laporan keuangan konsolidasi diharapkan dapat difinalisasi dan dipublikasikan pada pertengahan tahun ini.

Impairment BUMN Capai Triliunan

Dony juga mengungkap adanya penurunan nilai aset atau impairment yang cukup besar di buku-buku BUMN. Nilainya disebut hampir mencapai Rp100 triliun, sehingga menjadi salah satu perhatian utama dalam proses pembenahan.

Ia menyatakan angka tersebut mencerminkan lemahnya tata kelola yang selama ini terjadi. Karena itu, pembersihan laporan keuangan dilakukan untuk memastikan nilai aset yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Impairment yang besar menunjukkan perlunya verifikasi mendalam terhadap aset dan kewajiban perusahaan pelat merah. Proses ini juga menjadi bagian dari langkah penertiban agar laporan keuangan tidak lagi menyimpan masalah lama.

Dony menegaskan bahwa transparansi atas temuan tersebut merupakan komitmen bersama dalam pengelolaan BUMN. Ia menilai keterbukaan justru penting agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan terukur.

Transparansi Danantara ke Depan

Danantara menempatkan transparansi sebagai fondasi utama dalam pengelolaan aset negara melalui BUMN. Dony menegaskan bahwa langkah pembenahan ini bukan sekadar penyelesaian laporan, melainkan perubahan sistemik.

Ia menyebut seluruh proses yang berjalan saat ini diarahkan untuk membangun tata kelola yang lebih sehat. Dengan begitu, publik dapat melihat bahwa laporan keuangan BUMN disusun secara lebih terbuka dan bertanggung jawab.

Publikasi laporan keuangan konsolidasi nantinya diharapkan menjadi sinyal awal pembenahan yang lebih luas. Danantara ingin memastikan bahwa seluruh angka yang disajikan telah melalui proses validasi yang memadai.

Melalui pembenahan ini, Danantara berharap kepercayaan terhadap BUMN dapat meningkat. Perusahaan pelat merah pun diharapkan mampu bergerak dengan fondasi keuangan yang lebih kuat dan transparan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!