Mendag Tanggapi Biaya Logistik, Rencana Diskusi

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 14 Mei 2026 04:11 WIB 8
Mendag Tanggapi Biaya Logistik, Rencana Diskusi

Menteri Perdagangan Budi Santoso menanggapi keluhan pelaku usaha terkait tingginya biaya logistik yang berdampak pada daya saing harga produk domestik.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Ngobrol Produk Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Ia menegaskan pemerintah siap mencari solusi dengan melibatkan pelaku industri logistik agar biaya dapat ditekan dan harga produk domestik lebih kompetitif.

Tantangan Logistik Nasional

Mendag mengakui bahwa biaya logistik menjadi tantangan utama bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Faktor operasional dipicu oleh kondisi geografis, infrastruktur, dan volatilitas harga minyak di pasar global.

Jika biaya logistik tetap tinggi, maka HPP pelaku usaha berpotensi membebani harga jual di pasar domestik.

Tantangan Logistik Nasional

Pemerintah menilai situasi ini diperparah oleh dinamika krisis global yang tidak menentu.

Kenaikan biaya bahan baku dan logistik internasional turut menambah beban operasional industri.

Kondisi ini mendorong kebutuhan kebijakan yang mampu menekan biaya operasional industri.

Tantangan Logistik Nasional

Upaya perbaikan logistik diarahkan untuk mengevaluasi kendala teknis di lapangan.

Kebijakan yang diupayakan melibatkan koordinasi antara kementerian, pelaku industri, dan pihak terkait.

Langkah konkret masih dirundingkan untuk disepakati dalam waktu dekat.

Langkah Pemerintah

Mendag menegaskan langkah awal adalah memanggil asosiasi pengusaha logistik untuk berdiskusi.

Tujuan pertemuan adalah mengumpulkan masukan teknis terkait kendala distribusi yang selama ini terjadi.

Pemerintah berharap solusi operasional bisa mengurangi beban biaya bagi pelaku usaha.

Hingga saat ini, faktor krisis global, lonjakan harga minyak, dan peningkatan biaya bahan baku menjadi faktor utama naiknya biaya logistik.

Faktor-faktor tersebut berdampak pada biaya transportasi, penyimpanan, dan distribusi.

Tanpa kebijakan yang tepat, harga produk domestik berisiko melonjak.

Negara kepulauan membuat efisiensi logistik menjadi tantangan berkelanjutan.

Pemerintah menilai perlu solusi terintegrasi antara infrastruktur, produksi, dan distribusi.

Diskusi mendatang diharapkan menghasilkan langkah nyata yang bisa diimplementasikan.

Diskusi dengan Pelaku Usaha

Pembahasan dengan pelaku usaha direncanakan melibatkan berbagai pihak terkait.

Tujuan utamanya adalah merumuskan tindakan praktis untuk menekan biaya logistik.

Rapat lanjutan diperkirakan digelar di kantor kementerian jika jadwal memungkinkan.

Konsentrasi pembahasan mencakup kendala teknis pada rantai pasok antar pulau.

Topik mencakup infrastruktur, waktu pengantaran, dan biaya angkutan.

Hasil diskusi diharapkan menjadi masukan kebijakan bagi pemerintah.

Pelaku usaha ingin kebijakan yang responsif dan berkelanjutan.

Mereka juga menilai pentingnya transparansi komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri.

Keputusan yang disepakati diharapkan memperkuat daya saing produk domestik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!