Mendag Bahas Solusi Tekan Biaya Logistik

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 13 Mei 2026 23:06 WIB 9
Mendag Bahas Solusi Tekan Biaya Logistik

Menteri Perdagangan Budi Santoso merespons keluhan pelaku usaha terkait tingginya biaya logistik dengan menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti melalui dialog dengan sektor swasta. Fera Umbara, Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia, menyampaikan keluhan soal ongkos kirim antar-pulau yang membuat Harga Pokok Penjualan tidak kompetitif. Acara Ngobrol Produk Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (13/5/2026) menjadi ajang membahas solusi bagi masalah tersebut.

Mendag mengakui bahwa tantangan logistik berasal dari karakter negara kepulauan Indonesia dan kondisi global yang tidak menentu. Ia menambahkan biaya logistik membengkak karena kenaikan harga minyak serta meningkatnya biaya bahan baku dan transportasi, sehingga berdampak pada harga barang. Pemerintah bertekad mengumpulkan masukan teknis dari pelaku lapangan untuk merumuskan solusi yang bisa menekan biaya logistik tanpa mengganggu pasokan.

Langkah Kebijakan

Mendag menegaskan langkah selanjutnya adalah dialog terbuka dengan pelaku usaha logistik untuk mengidentifikasi kendala sesungguhnya. Pertemuan rencananya dilakukan di kantor kementerian agar diskusi bisa berjalan lebih mendalam. Pemerintah berharap masukan teknis dari pelaku lapangan menjadi fondasi solusi kebijakan yang konkret.

Langkah ini juga mencakup evaluasi berbagai opsi kebijakan untuk menekan biaya logistik tanpa mengganggu pasokan. Ia menambahkan bahwa kondisi geografis negara kepulauan menjadi faktor utama yang perlu diatasi secara terkoordinasi. Diskusi akan melibatkan pelaku industri, pemerintah daerah, serta operator logistik untuk memahami tantangan di lapangan.

Rencana tindak lanjut akan dibahas bersama kementerian terkait dan pemangku kepentingan lain. Pertemuan selanjutnya diprediksi memperdalam pemahaman kendala teknis di lapangan. Harapannya, solusi kebijakan yang dihasilkan dapat meningkatkan daya saing produk nasional.

Kendala Logistik

Kendala utama adalah struktur biaya logistik yang relatif tinggi akibat transportasi antar-pulau. Karakter negara kepulauan memperbesar biaya distribusi dan waktu pengiriman antara pulau. Kondisi global yang tidak menentu juga mengangkat harga bahan baku dan logistik secara keseluruhan.

Para pelaku industri menilai kebutuhan infrastruktur logistik yang lebih efisien sebagai langkah penting. Investasi pada fasilitas pelabuhan, gudang, dan sistem manajemen rantai pasok perlu dipercepat. Kerja sama lintas kementerian menjadi kunci untuk menurunkan biaya pokok produksi.

Kebijakan yang sukses harus selaras dengan dinamika perdagangan dalam negeri maupun ekspor. Dukungan teknis dari operator logistik dan pelaku industri diyakini memperkuat efektivitas kebijakan. Pembaruan regulasi yang relevan juga perlu dilakukan agar tidak menghambat arus barang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!