PT Nindya Karya (Persero) menghadirkan manfaat sosial dari proyek Sekolah Rakyat di Kota Kediri saat warga sekitar menggunakan masjid di area pembangunan untuk Salat Id berjemaah pada Iduladha 1447 Hijriah. Momentum ini terjadi di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, sekaligus menunjukkan kedekatan perusahaan dengan masyarakat sekitar proyek.
Selain menjadi lokasi ibadah, kawasan proyek juga dipakai tim Nindya Karya untuk menyembelih hewan kurban dan membagikan daging kepada warga sekitar. Perusahaan menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembangunan yang tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi lingkungan.
Manfaat sosial proyek Kediri
Suasana di kawasan proyek terasa hangat sejak pagi ketika warga datang bersama keluarga menuju masjid yang berada di area pembangunan Sekolah Rakyat. Kehadiran mereka membuat ruang yang sedang dibangun itu berubah menjadi tempat ibadah bersama yang penuh kebersamaan. Bagi Nindya Karya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa manfaat proyek sudah dirasakan sebelum seluruh pekerjaan rampung. Penggunaan fasilitas itu juga memperlihatkan keterbukaan kawasan proyek terhadap aktivitas sosial warga.
Project Director PT Nindya Karya (Persero), Bayu Apriyadi, mengatakan kebersamaan dengan masyarakat menjadi nilai penting dalam setiap proses pembangunan. Ia menilai momen Salat Id berjemaah di area proyek sangat berarti karena memperlihatkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan sekitar. Menurut dia, semangat warga memberikan energi positif bagi seluruh tim yang bekerja di lapangan. Karena itu, perusahaan menempatkan manfaat sosial sebagai bagian dari capaian pembangunan.
Nindya Karya memandang infrastruktur tidak semata diukur dari berdirinya bangunan, tetapi juga dari nilai guna yang dapat dirasakan masyarakat. Pendekatan itu membuat keberadaan proyek lebih dekat dengan kehidupan warga sekitar. Perusahaan juga berharap fasilitas yang dibangun dapat menjadi ruang yang membawa kebaikan bersama. Dengan cara itu, pembangunan di Kediri diharapkan memberi dampak yang lebih luas daripada sekadar penyelesaian konstruksi.
Kurban pererat hubungan warga
Pada momentum Iduladha tahun ini, tim proyek Nindya Karya juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban di kawasan proyek. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian perusahaan. Kegiatan tersebut berlangsung beriringan dengan suasana ibadah Iduladha di masjid area proyek. Seluruh rangkaian itu menjadi cerminan partisipasi perusahaan dalam perayaan hari besar keagamaan.
Bayu menyampaikan bahwa perusahaan bersyukur dapat berbagi melalui kegiatan kurban bersama warga sekitar. Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang terjalin tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga membangun rasa saling percaya. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran proyek yang sedang berjalan. Oleh sebab itu, kegiatan sosial seperti kurban dinilai memiliki nilai strategis bagi hubungan jangka panjang.
Bagi warga, kehadiran perusahaan melalui kegiatan keagamaan dan sosial memberi kesan bahwa proyek tidak berdiri terpisah dari lingkungan sekitar. Masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung, baik melalui fasilitas ibadah maupun pembagian daging kurban. Situasi ini memperkuat hubungan antara pelaksana proyek dan komunitas setempat. Kehadiran warga dalam jumlah besar juga menunjukkan tingginya penerimaan terhadap proyek tersebut.
Sekolah Rakyat dan pendidikan
Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri merupakan bagian dari dukungan PT Nindya Karya terhadap program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas. Proyek ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam penguatan sumber daya manusia. Melalui pembangunan tersebut, perusahaan ingin berkontribusi pada pemerataan layanan pendidikan. Sasaran akhirnya adalah menghadirkan fasilitas belajar yang dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Ke depan, kawasan Sekolah Rakyat Kediri akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas pendidikan. Fasilitas itu mencakup gedung sekolah dari jenjang SD hingga SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, dan sarana olahraga. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih lengkap. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, proses pendidikan di kawasan itu dapat berjalan lebih optimal.
Nindya Karya menilai pembangunan pendidikan memiliki dampak jangka panjang bagi generasi penerus bangsa. Karena itu, proyek di Kediri diposisikan bukan hanya sebagai pekerjaan konstruksi, melainkan investasi sosial untuk masa depan. Perusahaan optimistis keberadaan sekolah ini akan memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Dalam jangka panjang, manfaatnya diharapkan terus dirasakan oleh warga dan para pelajar.
Komitmen infrastruktur berkelanjutan
Kehadiran masjid yang telah digunakan warga sebelum proyek selesai memperlihatkan pentingnya pendekatan pembangunan yang berorientasi pada manusia. Nindya Karya menilai infrastruktur akan lebih bermakna jika mampu menghadirkan ruang interaksi sosial di tengah masyarakat. Karena itu, perusahaan mendorong setiap proyek agar memberi dampak yang terukur bagi lingkungan. Prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya membangun dengan tanggung jawab sosial.
Pihak perusahaan berharap Sekolah Rakyat Kediri nantinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi lingkungan sekitar. Harapan itu mencerminkan pandangan bahwa pembangunan harus membawa manfaat sosial, bukan sekadar hasil fisik. Dengan adanya fasilitas pendidikan dan kegiatan kemasyarakatan, kawasan proyek diharapkan memiliki nilai keberlanjutan. Masyarakat pun berpeluang merasakan manfaat yang terus berjalan dalam jangka panjang.
Optimisme Nindya Karya terhadap proyek ini didasarkan pada besarnya kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang merata dan berkualitas. Selain mendukung program pemerintah, pembangunan tersebut juga menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan warga. Keterlibatan masyarakat pada momentum Iduladha memperkuat makna itu secara nyata. Dari Kediri, pembangunan infrastruktur kembali ditunjukkan sebagai sarana menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas.
