Mantan Ilmuwan NASA Ungkap Tiga Pengalaman Mati Suri

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 01:16 WIB 6
Mantan Ilmuwan NASA Ungkap Tiga Pengalaman Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu, menurut perempuan 55 tahun tersebut, mengubah cara pandangnya tentang kematian dan kesadaran manusia.

Honkala mengatakan setiap pengalaman berada di ambang kematian selalu menghadirkan sensasi yang sama, yakni seolah masuk ke dimensi lain yang tak bisa dijelaskan oleh pancaindra. Ia menyebut kondisi itu terasa seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam, dengan kesadaran yang luas, cerdas, dan saling terhubung.

Jejak Mati Suri Honkala

Honkala diketahui memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia mengklaim pengalaman mati suri pertamanya terjadi saat masih berusia dua tahun.

Saat itu, ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya tanpa diketahui pengasuh yang sedang mendengarkan radio di ruangan lain. Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya.

Meski selamat, Honkala mengaku merasakan sesuatu yang sangat berbeda pada momen tersebut. Rasa panik karena kesulitan bernapas perlahan berubah menjadi ketenangan yang sangat mendalam.

Mati Suri Saat Kecil

Ia mengatakan, saat kesadaran itu datang, dirinya merasa terpisah dari tubuh fisiknya. Dalam kondisi tersebut, Honkala mengklaim dapat melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa di dalam air.

Menurut pengakuannya, ia tidak lagi merasa seperti anak kecil yang terjebak di dalam tubuh. Ia justru merasa menjadi kesadaran murni, tanpa waktu, tanpa takut, dan tanpa pikiran.

Salah satu bagian yang paling membekas baginya adalah pengalaman ketika ia mengaku bisa melihat ibunya beberapa blok dari rumah. Honkala menyebut dirinya sempat berkomunikasi dengan sang ibu tanpa berbicara, sebelum akhirnya diselamatkan.

Dua Mati Suri Lain

Honkala mengaku mengalami dua kejadian mati suri lainnya di usia dewasa. Peristiwa pertama terjadi setelah kecelakaan motor saat ia berusia 25 tahun.

Pengalaman kedua terjadi ketika ia berusia 52 tahun, saat tekanan darahnya turun drastis ketika menjalani operasi. Ia menuturkan ketiga pengalaman itu selalu membawanya ke keadaan damai yang sama.

Menurut Honkala, pengalaman spiritual tersebut justru membuatnya semakin tertarik pada sains. Ia ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian.

Mati Suri dan Sains

Selama bertahun-tahun, Honkala memilih fokus pada karier ilmiah dan jarang membahas pengalaman spiritualnya di ruang publik. Namun, seiring waktu, ia mulai percaya bahwa sains dan spiritualitas tidak selalu saling bertentangan.

Ia menilai keduanya mungkin hanya berusaha menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang yang berbeda. Meski begitu, pengalaman mati suri seperti yang ia alami masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti.

Sejumlah ahli menilai fenomena tersebut dapat dipicu halusinasi atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian. Kendati demikian, Honkala tetap yakin bahwa yang ia alami bukan sekadar mimpi atau imajinasi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!