Mantan Ilmuwan NASA Ungkap Tiga Kali Mati Suri

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 20:27 WIB 3
Mantan Ilmuwan NASA Ungkap Tiga Kali Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu, menurut perempuan berusia 55 tahun tersebut, mengubah cara pandangnya terhadap kematian dan kesadaran manusia.

Honkala menyebut setiap momen di ambang kematian selalu menghadirkan sensasi yang sama, yakni seolah memasuki dimensi lain yang tidak dapat dijelaskan oleh pancaindra. Ia mengatakan pengalaman tersebut terasa seperti berada di lapisan realitas yang lebih dalam, dengan kesadaran yang luas, cerdas, dan saling terhubung.

Kisah Mati Suri Ingrid

Honkala diketahui memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia mengatakan pengalaman mati suri pertamanya terjadi saat dirinya masih berusia dua tahun.

Peristiwa itu bermula ketika Honkala kecil terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya. Saat kejadian, pengasuhnya sedang berada di ruangan lain dan mendengarkan radio.

Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya dari kondisi berbahaya itu. Namun, bagi Honkala, momen tersebut justru menjadi awal pengalaman yang ia sebut luar biasa.

Ia mengaku rasa panik akibat sulit bernapas perlahan berubah menjadi ketenangan yang sangat dalam. Menurutnya, keheningan yang muncul saat itu terasa jauh lebih nyata dibandingkan ketakutan yang ia alami sebelumnya.

Pengalaman Pertama di Masa Kecil

Honkala mengatakan kesadarannya terasa terpisah dari tubuh fisiknya ketika berada di dalam air. Dalam kondisi tersebut, ia mengklaim dapat melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa di tangki air.

Ia menggambarkan pengalaman itu sebagai kondisi ketika dirinya tidak lagi merasa seperti anak kecil, melainkan kesadaran murni. Honkala menyebut tidak ada rasa takut, waktu, maupun pikiran saat momen itu berlangsung.

Salah satu bagian paling aneh dalam pengalamannya adalah klaim bahwa ia dapat melihat ibunya beberapa blok jauhnya. Ia bahkan mengatakan bisa berkomunikasi dengan sang ibu tanpa berbicara.

Menurut Honkala, ibunya kemudian bergegas pulang dan menemukan dirinya di dalam tangki. Sejak peristiwa itu, ia mengaku tidak pernah lagi takut pada kematian.

Tiga Kali Mati Suri

Honkala menyebut pengalaman mati suri tidak hanya terjadi saat ia masih balita. Ia mengatakan dua pengalaman lain dialaminya ketika berusia 25 tahun dan 52 tahun.

Pengalaman kedua terjadi setelah ia mengalami kecelakaan motor pada usia 25 tahun. Sementara pengalaman ketiga dialaminya saat tekanan darahnya turun drastis ketika menjalani operasi.

Ia mengklaim ketiga pengalaman tersebut selalu membawanya ke keadaan damai yang sama. Bagi Honkala, sensasi itu konsisten, meski terjadi dalam situasi yang berbeda.

Pengalaman berulang itu membuatnya semakin yakin bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari tubuh fisik. Ia menilai momen-momen tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran mungkin tidak sepenuhnya bergantung pada otak.

Sains dan Spiritualitas

Menariknya, pengalaman spiritual justru membuat Honkala tertarik mendalami sains. Ia mengatakan ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian.

Selama bertahun-tahun, ia memilih fokus pada karier ilmiah dan jarang membahas pengalaman spiritualnya di depan publik. Namun, seiring waktu, ia mulai melihat sains dan spiritualitas sebagai dua cara membaca misteri yang sama.

Menurut Honkala, keduanya tidak selalu bertentangan, melainkan bisa saling melengkapi. Ia menilai sains berupaya menjelaskan fenomena, sementara spiritualitas memberi ruang bagi pengalaman batin manusia.

Meski demikian, pengalaman mati suri seperti yang dialaminya masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian ilmuwan menilai fenomena itu dapat dipicu halusinasi atau respons psikologis saat seseorang berada di ambang kematian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!