Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Mengalami Mati Suri

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 23:24 WIB 2
Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Mengalami Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu disebut mengubah cara pandangnya terhadap kematian, kesadaran manusia, dan hubungan antara sains serta spiritualitas.

Perempuan berusia 55 tahun tersebut menyebut setiap pengalaman di ambang kematian selalu menghadirkan sensasi yang serupa. Honkala mengaku seolah masuk ke dimensi lain yang tidak bisa dijelaskan oleh pancaindra manusia, sebagaimana dikutip dari New York Post.

Mati Suri dan Kesadaran

Honkala menjelaskan bahwa pengalaman itu terasa seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam. Ia menggambarkan keadaan tersebut sebagai ruang yang berada di luar kemampuan indera fisik manusia.

Dalam kondisi itu, ia merasa kesadarannya menjadi luas, cerdas, dan saling terhubung. Menurutnya, sensasi tersebut jauh dari rasa takut yang biasanya melekat pada bayangan kematian.

Honkala menilai pengalaman itu tidak hanya sekali terjadi, tetapi hadir dengan pola yang sama. Setiap kali, ia mengaku merasakan ketenangan yang sulit ia temukan dalam keadaan normal.

Baginya, momen tersebut menjadi titik awal untuk mempertanyakan asal mula kesadaran. Ia kemudian melihat bahwa pengalaman spiritual dan pengamatan ilmiah bisa saja membahas pertanyaan yang sama.

Pengalaman Pertama saat Kecil

Pengalaman mati suri pertama yang diklaim Honkala terjadi saat ia berusia dua tahun. Saat itu, ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya tanpa diketahui pengasuh yang sedang berada di ruangan lain.

Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya. Namun sebelum itu, Honkala mengaku sempat merasakan kepanikan karena kesulitan bernapas akibat air dingin.

Kepanikan tersebut kemudian berganti menjadi ketenangan yang mendalam. Ia menyebut suasana di sekitarnya mendadak hening dan dirinya merasa lepas dari tubuh fisiknya.

Dalam pengakuannya, ia dapat melihat tubuh kecilnya mengambang di dalam air. Ia mengatakan tidak lagi merasa sebagai anak kecil, melainkan sebagai kesadaran murni dan cahaya.

Penglihatan yang Mengejutkan

Salah satu bagian paling mengejutkan dari kisahnya adalah klaim bahwa ia dapat melihat ibunya dari jarak beberapa blok. Honkala menyebut dirinya bisa berkomunikasi dengan sang ibu tanpa berbicara.

Tak lama kemudian, ibunya bergegas pulang dan menemukan Honkala di dalam tangki air. Peristiwa itu meninggalkan kesan mendalam yang menurutnya bertahan sepanjang hidup.

Sejak kejadian tersebut, Honkala mengaku tidak pernah takut pada kematian. Ia menilai pengalaman itu memberi keyakinan bahwa kehidupan setelah mati bukanlah sesuatu yang jauh.

Ia juga beranggapan bahwa kesadaran mungkin tidak sepenuhnya dihasilkan oleh otak. Menurutnya, ada sesuatu yang lebih mendasar yang masih belum sepenuhnya dipahami manusia.

Sains dan Spiritualitas

Selain pengalaman masa kecil, Honkala mengaku dua kali lagi mengalami mati suri pada usia dewasa. Kejadian pertama terjadi setelah kecelakaan motor saat ia berusia 25 tahun.

Pengalaman kedua dialaminya ketika berusia 52 tahun, saat tekanan darahnya turun drastis saat menjalani operasi. Ia mengatakan ketiga kejadian itu selalu membawanya ke keadaan damai yang sama.

Meski memiliki pengalaman spiritual yang kuat, Honkala justru tertarik mendalami sains. Ia menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat.

Menurutnya, sains dan spiritualitas tidak selalu harus dipertentangkan. Keduanya, kata dia, bisa saja menjadi cara berbeda untuk menjelaskan misteri yang sama.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!