Mahasiswi Palangka Raya Raup Rp5 Juta dari Bisnis Kuliner

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 23:22 WIB 2
Mahasiswi Palangka Raya Raup Rp5 Juta dari Bisnis Kuliner

Seorang mahasiswi asal Palangka Raya, Windy Maulidya, membuktikan bahwa tugas kuliah bisa menjadi pintu masuk untuk membangun usaha. Perempuan berusia 23 tahun itu mengembangkan bisnis kuliner kekinian bernama We.Eats sejak 2023, dengan modal awal yang relatif kecil. Dari usaha yang dimulai secara sederhana, Windy kini mampu meraih omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan.

Windy mengaku ide tersebut lahir dari kedekatannya dengan dunia bisnis dan kebiasaannya memasak. Ia memulai penjualan melalui sistem pre-order kepada teman terdekat, lalu memperluas pasar lewat promosi di media sosial. Kini, We.Eats sudah menerima pesanan setiap hari melalui GoFood dan Instagram.

Bisnis Kuliner dari Kampus

Windy adalah mahasiswi jurusan bisnis yang melihat peluang usaha dari aktivitas akademik sehari-hari. Tugas-tugas kuliah yang ia jalani justru membantu membentuk cara pandangnya terhadap dunia usaha. Dari situ, ia mulai serius memikirkan bisnis yang bisa dijalankan sambil tetap kuliah.

Menurut Windy, gagasan membangun usaha kuliner muncul pada September 2023. Ia menilai bidang makanan lebih dekat dengan kesehariannya karena memiliki ketertarikan pada kegiatan memasak. Kombinasi minat pribadi dan bekal ilmu kuliah membuatnya mantap melangkah.

Ia kemudian memilih nama We.Eats untuk brand yang ia bangun sendiri. Konsep yang diusung adalah kuliner kekinian yang mudah dijangkau pelanggan muda. Dari awal, Windy ingin usahanya tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan.

Bisnis Kuliner Berawal Pre-order

Pada tahap awal, Windy hanya menjual produk melalui skema pre-order. Sasaran pertamanya adalah teman-teman terdekat yang sudah mengenal kualitas masakannya. Cara ini membuatnya dapat menguji pasar tanpa harus menanggung risiko besar.

Promosi melalui media sosial kemudian menjadi titik penting dalam perkembangan usaha. Pesanan yang semula terbatas perlahan meningkat karena respons pelanggan semakin positif. Dari penjualan yang sederhana, We.Eats mulai dikenal lebih luas.

Windy mengatakan bahwa bisnisnya berkembang dari satu open PO ke open PO berikutnya. Setelah beberapa kali percobaan, pesanan mulai masuk setiap hari. Saat ini, pelanggan juga bisa memesan melalui GoFood dan Instagram.

Bisnis Kuliner dengan Modal Kecil

Dalam memulai usaha, Windy hanya mengeluarkan modal sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta. Dana tersebut digunakan terutama untuk membeli bahan baku harian di pasar. Adapun peralatan memasak banyak memanfaatkan perlengkapan yang sudah tersedia di dapur.

Pilihan modal yang hemat membuatnya bisa menjaga arus kas tetap sehat sejak awal. Windy tidak langsung membeli banyak perlengkapan karena memilih tumbuh secara bertahap. Menurutnya, langkah ini lebih aman untuk usaha yang masih dalam fase awal.

Ia menegaskan bahwa perkembangan usaha dilakukan secara pelan tetapi pasti. Setiap keuntungan diputar kembali untuk menambah bahan baku, perlengkapan, dan fasilitas pendukung lainnya. Pola tersebut menjadi dasar pertumbuhan We.Eats hingga saat ini.

Bisnis Kuliner Naik Bertahap

Berbekal kerja konsisten, Windy kini mampu mencatat omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan. Angka itu menjadi hasil dari penjualan yang stabil dan pengelolaan usaha yang disiplin. Bagi Windy, pencapaian tersebut merupakan buah dari proses yang panjang.

Meski begitu, ia masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini Windy hanya dibantu satu karyawan untuk memasak dan menyiapkan produk. Kondisi itu membuatnya harus pandai mengatur kapasitas produksi agar tetap terkendali.

Ketika pesanan terlalu banyak, ia terpaksa membatasi jumlah order yang masuk. Bahkan, pada saat tertentu, layanan di GoFood harus dimatikan sementara agar pengiriman tetap tepat waktu. Langkah itu diambil supaya pelanggan tetap menerima makanan dalam kondisi terbaik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!