Magnesium tengah menjadi sorotan karena disebut dapat membantu tidur lebih nyenyak, selain melatonin. Mineral ini dinilai berperan dalam relaksasi otot dan ketenangan sistem saraf, sehingga menarik perhatian banyak orang yang mencari solusi tidur alami.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi suplemen magnesium tidak boleh dilakukan sembarangan. Penggunaan yang tepat tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, kondisi kesehatan, dan anjuran dokter.
Magnesium dan kualitas tidur
Magnesium adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan ratusan reaksi kimia. Perannya mencakup pengaturan gula darah, tekanan darah, produksi energi, serta kontraksi otot dan detak jantung.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa magnesium berpotensi membantu tidur dengan menenangkan sistem saraf. Mineral ini juga berperan dalam proses yang mendukung rasa kantuk dan relaksasi tubuh.
Menurut para ahli tidur, efek tersebut berkaitan dengan kemampuan magnesium menjaga fungsi neurotransmiter yang membuat tubuh lebih siap beristirahat. Karena itu, sebagian orang merasakan tidur lebih tenang setelah asupan magnesium tercukupi.
Cara kerja magnesium
Magnesium diketahui membantu tubuh mempertahankan kadar GABA, yaitu neurotransmiter yang menekan sinyal kewaspadaan. Saat GABA bekerja optimal, tubuh cenderung lebih rileks dan tidak mudah terjaga.
Selain itu, magnesium mendukung relaksasi otot dan fungsi saraf secara keseluruhan. Kombinasi ini dapat membuat tubuh terasa lebih nyaman menjelang waktu tidur.
Mineral ini juga dikaitkan dengan peningkatan dopamin, zat kimia otak yang berhubungan dengan suasana hati. Efek menenangkan tersebut membuat magnesium kerap dipertimbangkan sebagai pendukung tidur, bukan pengganti obat tidur.
Sumber alami magnesium
Kebutuhan magnesium harian sebenarnya bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari. Sumber yang umum antara lain almond, bayam, susu kedelai, selai kacang, alpukat, pisang, telur, susu, dan yogurt.
Bagi orang dewasa, kebutuhan harian magnesium umumnya berkisar 310 hingga 320 mg untuk perempuan. Sementara itu, ibu hamil membutuhkan sekitar 350 hingga 360 mg per hari.
Kekurangan magnesium dapat memicu otot berkedut, kram, kelelahan, depresi, hingga tekanan darah tinggi. Karena itu, pemenuhan dari pola makan tetap menjadi langkah utama sebelum memilih suplemen.
Batas aman konsumsi
Secara umum, magnesium dianggap aman jika dikonsumsi dalam dosis yang wajar. Suplemen ini tersedia dalam bentuk kapsul, bubuk, hingga gummy, dan sering diminum sekitar satu jam sebelum tidur.
Meski demikian, magnesium bukan obat tidur dan tidak seharusnya diperlakukan seperti sedatif. Penggunaannya lebih tepat disebut sebagai bantuan untuk membuat tubuh lebih rileks menjelang istirahat.
Dosis harian sekitar 100 hingga 350 mg dinilai cukup aman, tetapi konsumsi berlebihan dapat menimbulkan diare. Pada kadar sangat tinggi, magnesium berisiko menyebabkan gangguan irama jantung, masalah ginjal, hingga henti jantung.
