Magnesium belakangan ramai dibicarakan sebagai suplemen yang diklaim dapat membantu tidur lebih nyenyak, di samping melatonin. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa manfaatnya perlu dipahami secara tepat agar konsumsi tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Mineral ini memang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan tulang hingga mendukung kerja otot dan saraf. Karena itu, banyak orang mulai melirik magnesium sebagai opsi alami untuk membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.
Magnesium dan kualitas tidur
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa magnesium berpotensi membantu proses tidur melalui efeknya pada sistem saraf. Christopher Winter, spesialis tidur, menjelaskan bahwa magnesium terlibat dalam proses tubuh yang membantu menghasilkan rasa kantuk.
Mineral ini juga berperan dalam relaksasi otot dan menjaga keseimbangan neurotransmiter yang mendukung ketenangan. Salah satu zat yang dipengaruhi adalah GABA, yaitu neurotransmiter yang membantu menurunkan sinyal kewaspadaan.
Dengan mekanisme tersebut, magnesium kerap dikaitkan dengan tubuh yang lebih tenang menjelang waktu istirahat. Efek menenangkan ini membuatnya sering dibandingkan dengan suplemen tidur lain yang lebih populer.
Manfaat lain bagi tubuh
Magnesium merupakan mineral penting yang membantu lebih dari 300 reaksi enzim dalam tubuh. Peran ini mencakup pengaturan gula darah, tekanan darah, produksi energi, hingga stabilitas detak jantung.
Selain itu, magnesium turut mendukung fungsi otot agar tetap bekerja optimal dalam aktivitas harian. Saat kadarnya cukup, tubuh juga cenderung lebih siap menjalankan berbagai proses metabolisme dengan baik.
Efek relaksasi yang dihasilkan magnesium tidak hanya terasa pada tidur, tetapi juga dapat berpengaruh pada suasana hati. Beberapa penelitian mengaitkannya dengan penurunan kecemasan pada kelompok tertentu.
Sumber alami lebih disarankan
Kebutuhan magnesium harian sebenarnya dapat dipenuhi dari pola makan yang seimbang. Sumber alaminya antara lain almond, bayam, susu kedelai, selai kacang, alpukat, pisang, telur, susu, dan yogurt.
Menurut rujukan kesehatan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, kebutuhan magnesium dewasa perempuan usia 19 tahun ke atas berada pada kisaran 310 hingga 320 mg per hari. Untuk ibu hamil, kebutuhannya meningkat menjadi sekitar 350 hingga 360 mg per hari.
Jika kebutuhan harian tercukupi dari makanan, suplemen biasanya belum diperlukan. Suplemen umumnya baru dipertimbangkan ketika ada kekurangan magnesium yang telah terdiagnosis dokter.
Aman bila tak berlebihan
Secara umum, magnesium tergolong aman dikonsumsi dalam dosis yang sesuai. Dosis harian sekitar 100 hingga 350 mg dinilai cukup aman dan biasanya tidak menimbulkan efek samping berarti.
Meski sering disebut membantu tidur, magnesium bukanlah obat tidur. Konsumsi sekitar satu jam sebelum tidur dapat membantu tubuh terasa lebih rileks, tetapi hasilnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing orang.
Konsumsi berlebihan tetap harus dihindari karena dapat memicu diare dan gangguan lain. Dalam jumlah sangat tinggi, magnesium berpotensi menyebabkan gangguan irama jantung, masalah ginjal, hingga henti jantung.
