Lucy Liu Ungkap Salah Diagnosis Kanker Payudara

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 23:54 WIB 3
Lucy Liu Ungkap Salah Diagnosis Kanker Payudara

Aktris Hollywood Lucy Liu membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani operasi pengangkatan benjolan di payudara setelah didiagnosis kanker pada era 1990-an. Namun, belakangan ia mengetahui bahwa hasil diagnosis tersebut keliru dan benjolan itu bukan kanker.

Pengalaman itu kini kembali menjadi sorotan karena Lucy Liu, yang telah berusia 57 tahun, menilai kejadian tersebut membentuk pandangannya tentang pentingnya membela diri sendiri dalam urusan kesehatan. Ia berharap kisahnya dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif mencari informasi, meminta pemeriksaan lanjutan, dan memahami arti skrining kanker.

Pengalaman Diagnosis Lucy Liu

Lucy Liu mengaku mendatangi dokter setelah menemukan benjolan di payudara pada tahun 1990-an. Saat itu, akses terhadap informasi kesehatan masih terbatas karena internet belum semudah sekarang.

Dalam wawancara bersama PEOPLE, ia menjelaskan bahwa dokter meraba benjolan tersebut dan langsung menyebutnya sebagai kanker. Tidak ada pemeriksaan lanjutan seperti ultrasound atau mammogram pada saat itu.

Karena percaya pada penilaian medis yang diterimanya, Lucy Liu segera menjadwalkan operasi untuk mengangkat benjolan tersebut. Ia baru mengetahui kemudian bahwa hasil diagnosis awal itu tidak tepat.

Pelajaran dari Salah Diagnosis

Pengalaman tersebut membuat Lucy Liu menyadari bahwa diagnosis awal tidak selalu cukup untuk menentukan kondisi kesehatan seseorang. Ia menilai penting untuk tidak berhenti pada satu penjelasan medis, terutama ketika ada gejala yang menimbulkan kekhawatiran.

Menurutnya, saran dari teman untuk mencari pendapat kedua sebenarnya masuk akal, tetapi saat itu ia merasa dokter pasti mengetahui apa yang sedang dilakukan. Sikap itu, kata dia, muncul karena keterbatasan informasi dan kepercayaan penuh pada otoritas medis.

Belakangan, Lucy Liu memandang peristiwa itu sebagai titik awal pemahamannya tentang advokasi diri sendiri. Ia menilai pasien perlu lebih berani bertanya, meminta penjelasan, dan mempertimbangkan pemeriksaan tambahan bila diperlukan.

Dorongan untuk Skrining Dini

Saat ini, Lucy Liu bekerja sama dengan Pfizer melalui kampanye Every Breakthrough Matters untuk meningkatkan kesadaran publik. Kampanye ini menyoroti pentingnya skrining kanker sebagai langkah awal deteksi dini.

Ia ingin mendorong orang lain agar menjadi pendukung terbesar bagi diri mereka sendiri dalam menghadapi persoalan kesehatan. Menurutnya, pemahaman yang benar dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat sejak awal.

Lucy Liu juga menekankan bahwa skrining bukan sekadar upaya memperbaiki masalah, melainkan memahami risiko secara lebih menyeluruh. Ia menilai informasi dan advokasi adalah dua hal penting yang sering diabaikan.

Teknologi Bukan Alasan Menunda

Meski kini informasi kesehatan jauh lebih mudah diakses dibandingkan masa lalu, Lucy Liu menilai banyak orang tetap menunda pemeriksaan. Sebagian orang takut mengetahui hasil yang buruk, sementara sebagian lain merasa terlalu sibuk untuk memprioritaskan kesehatan.

Ia menilai kemajuan teknologi seharusnya membuat masyarakat lebih mudah mengambil langkah preventif. Akses informasi, layanan medis, dan edukasi kesehatan kini tersedia lebih luas untuk membantu deteksi dini.

Karena itu, Lucy Liu berharap pengalamannya bisa menjadi pengingat bahwa ketelitian dan keberanian bertanya sangat penting. Ia ingin publik lebih sadar bahwa tindakan kecil seperti skrining dapat berdampak besar bagi keselamatan diri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!