Lucy Liu Ungkap Salah Diagnosis Kanker Payudara

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 18:54 WIB 2
Lucy Liu Ungkap Salah Diagnosis Kanker Payudara

Aktris Hollywood Lucy Liu mengungkap pengalaman kelamnya saat menjalani operasi payudara setelah mendapati benjolan dan diduga mengidap kanker. Pengalaman itu terjadi pada 1990-an, ketika akses informasi kesehatan masih terbatas dan ia sepenuhnya mengandalkan penilaian dokter.

Dalam wawancara dengan PEOPLE, bintang berusia 57 tahun itu menjelaskan bahwa keputusan operasi diambil setelah dokter menyebut benjolan tersebut sebagai kanker tanpa pemeriksaan lanjutan. Setelah diangkat, benjolan itu ternyata bukan kanker, dan pengalaman tersebut kini menjadi pelajaran penting baginya tentang skrining dan advokasi diri.

Skrining Kanker dan Diagnosis

Lucy Liu menceritakan bahwa ia datang ke dokter setelah menemukan benjolan di payudara. Saat itu, dokter meraba benjolan tersebut dan langsung menyimpulkan bahwa itu kanker.

Menurut Liu, tidak ada pemeriksaan tambahan yang dilakukan untuk memastikan kondisi tersebut. Ia menyebut tidak ada ultrasound maupun mammogram sebelum keputusan medis diambil.

Karena informasi kesehatan belum mudah diakses, ia menerima penjelasan dokter tanpa banyak pertanyaan. Kondisi itu membuatnya merasa takut, meski ia mengaku kala itu belum benar-benar memikirkannya secara mendalam.

Setelah diagnosis tersebut, Liu segera menjadwalkan operasi untuk mengangkat benjolan itu. Namun, hasil akhirnya menunjukkan bahwa jaringan tersebut bukan kanker.

Pelajaran dari Pengalaman Pribadi

Pengalaman itu menjadi titik awal pemahaman Lucy Liu tentang pentingnya membela diri sendiri dalam urusan kesehatan. Ia menyadari bahwa pasien perlu aktif mencari penjelasan yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan besar.

Ia juga mengakui bahwa pada masa itu, ia menganggap diagnosis dokter sebagai keputusan final. Meski ada saran untuk meminta pendapat kedua, ia saat itu tidak merasa perlu melakukannya.

Liu menilai cara pandangnya kala itu dipengaruhi oleh minimnya akses informasi dan keterbatasan pengetahuan publik. Menurutnya, hal tersebut membuat banyak orang mudah menerima keputusan medis tanpa mempertanyakan lebih jauh.

Pengalaman tersebut kini ia lihat sebagai pelajaran berharga yang membentuk sikapnya terhadap kesehatan. Ia menekankan bahwa pemahaman pasien tidak boleh diabaikan dalam proses medis.

Advokasi Lewat Kampanye

Saat ini, Lucy Liu bekerja sama dengan Pfizer dalam kampanye Every Breakthrough Matters. Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan.

Melalui kampanye itu, Liu ingin mendorong orang untuk menjadi pendukung terbesar bagi diri mereka sendiri. Ia menilai informasi yang tepat dapat membantu pasien mengambil langkah yang lebih aman dan terukur.

Ia menekankan bahwa skrining bukan sekadar tindakan untuk mencari kesalahan, melainkan upaya memahami kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Menurutnya, pengetahuan semacam itu dapat memberi ruang bagi keputusan medis yang lebih baik.

Liu juga mengingatkan bahwa teknologi kesehatan saat ini sudah jauh lebih maju. Namun, banyak orang tetap menunda pemeriksaan karena takut mengetahui ada masalah atau terlalu sibuk untuk memprioritaskan kesehatan.

Deteksi Dini yang Mendesak

Lucy Liu menilai deteksi dini harus menjadi perhatian bersama karena dapat membantu menemukan masalah sejak awal. Ia menegaskan bahwa pengetahuan yang memadai dapat menyelamatkan banyak orang dari risiko yang lebih besar.

Baginya, penting bagi publik untuk tidak ragu bertanya dan meminta penjelasan bila ada diagnosis yang belum jelas. Sikap kritis tersebut, menurut Liu, bukan bentuk perlawanan terhadap dokter, melainkan bagian dari perlindungan diri.

Ia berharap pengalamannya bisa menjadi pengingat bahwa diagnosis awal perlu didukung pemeriksaan yang memadai. Dalam pandangannya, keputusan medis yang baik lahir dari kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Dengan berbagi kisahnya, Lucy Liu ingin memperluas percakapan tentang skrining kanker di kalangan masyarakat. Ia menilai semakin banyak orang memahami pentingnya pemeriksaan dini, semakin besar pula peluang untuk mengambil tindakan tepat waktu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!