LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Pelatihan Ekspor

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 00:33 WIB 3
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Pelatihan Ekspor

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, serta pendampingan agar UMKM memiliki kesiapan yang lebih kuat dalam memasuki pasar luar negeri.

Salah satu kisah sukses datang dari PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan agregator produk UMKM yang mencatat peningkatan ekspor setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini menyalurkan produk lokal ke sejumlah negara, sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak mitra UMKM untuk ikut masuk rantai ekspor.

Ekspor UMKM Kian Menguat

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya berfokus membantu UMKM memasarkan produk agar bisa menjangkau konsumen yang lebih luas. Produk unggulan yang dihimpun antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang, Minggu, 19 Oktober 2025.

Menurut Wulan, perusahaan saat ini telah merangkul lebih dari 50 UMKM dari berbagai daerah. Produk dari para mitra tersebut dipasarkan secara domestik dan juga diekspor ke luar negeri. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring tingginya minat buyer selama pameran berlangsung.

Ia menilai partisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2025 memberi dampak ganda bagi usahanya. Selain membuka peluang pesanan ekspor, pameran itu juga mempertemukan perusahaan dengan calon mitra UMKM baru. Kesempatan tersebut dinilai penting untuk memperluas jaringan distribusi produk lokal.

Pasar Baru Produk Lokal

Wulan menyebut perusahaan telah mengirim produk UMKM ke Amerika Serikat dan Arab Saudi. Terbaru, ada pula pesanan yang masuk dari Chili. Setiap pengiriman dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus produk dengan kemasan 100 gram.

Selain pasar yang sudah berjalan, sejumlah negara lain juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk yang dibawa PT Makbul Abadi Semestar. Perancis dan Jepang menjadi dua negara yang telah memberikan quotation untuk produk buah kering. Sementara itu, India juga disebut memberi respons positif terhadap variasi buah yang ditawarkan.

Ketertarikan dari buyer asing menunjukkan produk olahan UMKM Indonesia memiliki daya saing yang semakin baik. Kualitas produk, kemasan, dan keberlanjutan pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pembeli. Karena itu, pendampingan ekspor menjadi aspek yang tidak bisa dipisahkan dari pengembangan usaha.

Dukungan LPEI Bagi Eksportir

Indonesia Eximbank turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang tersebut, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut memamerkan produk unggulan mereka. Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, hingga makanan dan minuman.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan kehadiran LPEI bertujuan memberi akses yang lebih luas bagi pelaku usaha berorientasi ekspor. LPEI menyediakan berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan eksportir. Layanan itu mencakup pembiayaan ekspor, penjaminan, dan asuransi ekspor.

Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan ruang konsultasi terbuka untuk mempelajari solusi pengembangan kapasitas usaha. Melalui layanan tersebut, eksportir bisa mendapatkan arahan yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Pendekatan ini diharapkan membantu UMKM naik kelas dan lebih siap menghadapi pasar internasional.

Konsultasi Ekspor Semakin Terbuka

LPEI menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak hanya berhenti pada promosi produk di pameran dagang. Pendampingan juga diberikan agar pelaku usaha memahami prosedur ekspor, manajemen risiko, dan pembiayaan yang tepat. Dengan begitu, UMKM memiliki pijakan yang lebih kuat untuk berkembang secara berkelanjutan.

Di booth KemenkeuSatu, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window. Kehadiran mereka memudahkan pelaku usaha yang ingin memperoleh informasi terkait hambatan ekspor. Skema ini dirancang agar proses ekspor menjadi lebih efisien dan mudah diakses.

Sinergi antara LPEI, pemerintah, dan pelaku usaha dinilai penting untuk memperluas kontribusi UMKM di pasar global. Dengan dukungan pelatihan, pembiayaan, dan pendampingan, lebih banyak produk lokal berpeluang menjadi andalan ekspor. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia di perdagangan internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!