LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 04:28 WIB 6
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, agar mampu menembus pasar global melalui pelatihan ekspor dan pembiayaan. Dukungan itu terlihat dari keberhasilan PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM, yang meningkatkan penjualan ke berbagai negara setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya membantu UMKM memasarkan produk lokal seperti keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Trade Expo Indonesia ke-40 di ICE BSD, Tangerang, pada Minggu, 19 Oktober 2025.

LPEI Dorong Ekspor UMKM

LPEI hadir untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha yang ingin naik kelas ke pasar ekspor. Lembaga ini menyediakan pelatihan, konsultasi, penjaminan, dan pembiayaan agar eksportir lebih siap menghadapi kebutuhan buyer internasional. Melalui pendekatan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya bisa menjual produk, tetapi juga memahami standar perdagangan global. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya memperluas basis eksportir nasional.

Program Coaching Program for New Exporter menjadi salah satu pintu masuk bagi UMKM untuk memahami proses ekspor secara lebih praktis. Dalam program itu, peserta mendapat pembekalan mulai dari kesiapan produk, pengemasan, hingga strategi memasuki pasar tujuan. Sri Wulan menilai pelatihan tersebut memberi dampak langsung terhadap kemampuan perusahaan menjalin kerja sama dagang. Hasilnya, produk-produk mitra UMKM mulai menembus sejumlah negara.

Menurut Wulan, perusahaannya saat ini telah merangkul lebih dari 50 UMKM. Produk mereka dipasarkan secara domestik sekaligus dikirim ke luar negeri melalui jaringan distribusi yang dibangun bertahap. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah seiring meningkatnya minat buyer selama pameran dagang berlangsung. Ia menyebut keikutsertaan di TEI 2025 membuka peluang bisnis baru yang cukup besar.

Wulan mengatakan manfaat yang diterima perusahaan bersifat ganda. Di satu sisi, pihaknya memperoleh buyer untuk pasar produk sendiri, dan di sisi lain menemukan mitra UMKM baru yang membutuhkan dukungan distribusi. Pola itu membuat rantai usaha menjadi lebih luas dan saling menguatkan. Menurut dia, model kerja sama seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekspor produk lokal.

Produk Lokal Menembus Dunia

Sejumlah produk UMKM yang dikelola PT Makbul Abadi Semestar telah masuk ke pasar Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kini bersiap dikirim ke Chili. Setiap pengiriman ekspor disebut mampu mencapai sekitar satu kontainer berisi 17.000 bungkus produk ukuran 100 gram. Volume itu menunjukkan adanya permintaan yang konsisten dari pasar luar negeri. Bagi UMKM, capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing.

Selain tiga negara tersebut, perusahaan juga tengah membidik pasar Perancis, Jepang, dan India. Menurut Wulan, calon importir dari negara-negara itu tertarik pada produk buah kering yang dihasilkan UMKM Indonesia. Ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa produk pangan olahan masih memiliki peluang besar di pasar internasional. Tantangannya tinggal bagaimana menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan.

Wulan menuturkan pesanan dari luar negeri biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tujuan. Meski produknya sama-sama berbasis buah, komposisi dan varian yang diminta bisa berbeda. Hal itu menuntut pelaku usaha untuk lebih fleksibel dalam memenuhi permintaan buyer. Di sisi lain, fleksibilitas tersebut membuka ruang inovasi bagi UMKM.

Keberhasilan menembus pasar ekspor juga memperlihatkan pentingnya peran aggregator dalam membantu UMKM. Melalui agregasi, produk-produk kecil dapat dikonsolidasikan agar memenuhi volume dan standar ekspor. Skema ini membuat pelaku usaha yang semula bergerak sendiri menjadi lebih mudah terhubung dengan pembeli besar. Dalam konteks itu, ekosistem ekspor menjadi lebih inklusif.

Peran TEI bagi Eksportir

Indonesia Eximbank turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar pada 15 hingga 19 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Dalam ajang tersebut, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI memamerkan produk unggulan mereka. Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka ditujukan untuk menarik minat buyer internasional.

Pameran dagang ini menjadi ruang penting bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis. Melalui pertemuan langsung dengan calon pembeli, eksportir dapat memahami kebutuhan pasar secara lebih akurat. Selain itu, mereka bisa memperoleh masukan mengenai harga, kemasan, dan standar mutu. Kesempatan seperti ini kerap menjadi titik awal terciptanya kontrak dagang baru.

LPEI juga membuka ruang konsultasi terbuka bagi eksportir yang membutuhkan solusi pembiayaan ekspor. Layanan tersebut mencakup penjaminan, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas. Dengan fasilitas ini, pelaku usaha bisa memetakan risiko sekaligus menyiapkan strategi ekspansi yang lebih matang. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat daya tahan eksportir nasional.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan produk dan layanan yang tersedia di booth LPEI. Ia menegaskan, peran lembaganya bukan hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar eksportir lebih siap bersaing. Dukungan menyeluruh itu menjadi bagian dari mandat LPEI sebagai Export Credit Agency. Dengan begitu, eksportir memiliki akses yang lebih lengkap untuk tumbuh.

Konsultasi dan Akses Pembiayaan

Selain memamerkan produk, LPEI juga menyediakan layanan konsultasi bagi pelaku usaha yang ingin memperdalam pengetahuan ekspor. Pengunjung dapat berkonsultasi mengenai pembiayaan, penjaminan, asuransi, hingga pengembangan kapasitas usaha. Fasilitas ini dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan eksportir pada satu titik layanan. Kehadiran konsultasi terbuka memudahkan pelaku usaha menyusun langkah ekspor secara lebih terarah.

Di area pameran, pengunjung juga bisa bertanya langsung kepada petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window. Kehadiran mereka di booth KemenkeuSatu membantu pelaku usaha memahami kendala administratif yang sering muncul dalam proses ekspor. Informasi yang diberikan mencakup prosedur dokumen, kepabeanan, dan alur layanan perdagangan. Dengan akses seperti itu, hambatan ekspor diharapkan dapat dikurangi.

Bagi UMKM, dukungan kelembagaan seperti ini penting karena ekspor tidak hanya soal produk yang laku, tetapi juga kesiapan sistem. Mulai dari pembiayaan, kepatuhan dokumen, hingga kemampuan memenuhi standar buyer, semuanya harus berjalan selaras. Karena itu, sinergi antara LPEI, instansi pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci. Kolaborasi tersebut memperbesar peluang produk Indonesia diterima di pasar global.

Partisipasi LPEI di TEI 2025 menegaskan komitmen untuk mendorong lebih banyak UMKM naik kelas. Melalui pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan, pelaku usaha memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di luar negeri. Keberhasilan PT Makbul Abadi Semestar menjadi contoh bahwa pembinaan yang tepat bisa menghasilkan ekspor nyata. Jika pola ini terus berlanjut, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional berpotensi semakin besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!