LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 01 Juni 2026 14:15 WIB 5
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI, juga dikenal sebagai Indonesia Eximbank, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global melalui pelatihan ekspor dan pembiayaan. Dukungan ini terlihat dari keberhasilan PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM, yang meningkatkan penjualan ke luar negeri setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, menyebut perusahaan yang ia pimpin kini menaungi lebih dari 50 UMKM dengan produk beragam, mulai dari keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering. Kinerja ekspor mereka terus berkembang seiring partisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 di ICE BSD, Tangerang, pada 19 Oktober 2025, yang juga membuka peluang buyer dan mitra baru.

Dukungan Ekspor UMKM

LPEI menempatkan UMKM sebagai bagian penting dalam penguatan ekspor nasional. Melalui program pendampingan, pelatihan, hingga pembiayaan, lembaga ini berupaya meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal menghadapi pasar internasional. Pendekatan tersebut tidak hanya membantu produsen memahami standar ekspor, tetapi juga memperluas jaringan bisnis mereka. Bagi UMKM, dukungan seperti ini menjadi pintu awal untuk masuk ke pasar yang lebih besar.

Di sisi lain, perusahaan agregator seperti PT Makbul Abadi Semestar berperan menghubungkan produk UMKM dengan kebutuhan pembeli luar negeri. Model ini membuat pelaku usaha kecil dapat fokus pada produksi, sementara distribusi dan pemasaran dibantu oleh mitra yang lebih berpengalaman. Sri Wulan mengatakan perusahaan tersebut membidik berbagai produk unggulan lokal untuk dijual secara domestik maupun diekspor. Langkah ini memperlihatkan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat daya saing ekspor UMKM.

Wulan menilai keikutsertaan dalam pameran dagang memberi dampak ganda bagi usaha mereka. Selain memperoleh calon buyer, perusahaan juga menemukan mitra UMKM baru yang ingin bergabung dalam rantai distribusi. Menurutnya, kondisi ini membantu mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkuat ekosistem usaha. Dengan begitu, manfaat program pendampingan tidak berhenti pada satu transaksi ekspor saja.

Pelatihan dan Pembiayaan

Program Coaching Program for New Exporter menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kesiapan ekspor. Melalui pelatihan tersebut, pelaku usaha memperoleh pemahaman mengenai prosedur ekspor, kebutuhan pasar, dan strategi pengembangan produk. Bagi mitra seperti PT Makbul Abadi Semestar, program ini menjadi titik awal untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Hasilnya mulai terlihat ketika permintaan dari luar negeri terus bertambah.

LPEI juga menyediakan layanan pembiayaan ekspor, penjaminan, dan asuransi ekspor bagi pelaku usaha yang membutuhkan dukungan finansial. Fasilitas ini dirancang agar eksportir memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam memenuhi pesanan dari pembeli asing. Selain itu, layanan konsultasi pengembangan kapasitas membantu pelaku usaha memperbaiki standar operasional dan kesiapan administrasi. Dengan dukungan tersebut, risiko ekspor dapat ditekan lebih dini.

Keberadaan ruang konsultasi terbuka di pameran dagang menjadi sarana penting bagi eksportir yang ingin memahami solusi pembiayaan. Pelaku usaha dapat berkonsultasi langsung mengenai kebutuhan bisnis, mulai dari skema pendanaan hingga perlindungan transaksi. Layanan semacam ini memberi nilai tambah karena informasi disampaikan secara langsung dan praktis. Dalam konteks ekspor, akses informasi yang cepat sering kali menentukan peluang keberhasilan.

Jejak Pasar Global

Produk UMKM yang dikelola PT Makbul Abadi Semestar telah masuk ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Chile. Perusahaan tersebut juga tengah menjajaki peluang pasar baru di Perancis, Jepang, dan India. Menurut Wulan, para importir dari ketiga negara itu tertarik pada produk buah kering asal Indonesia. Minat tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya tarik di pasar internasional.

Setiap pesanan ekspor yang diterima perusahaan dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus produk dalam satu kontainer. Ukuran kemasan yang digunakan berada pada kisaran 100 gram, menyesuaikan permintaan pasar tujuan. Skala ini menunjukkan bahwa produk UMKM tidak hanya bersaing dari sisi kualitas, tetapi juga dari sisi kesiapan volume. Dalam perdagangan internasional, kemampuan memenuhi pesanan secara konsisten menjadi syarat utama.

Wulan menjelaskan, peluang ekspor yang terbuka dari berbagai negara memberi harapan besar bagi pelaku UMKM mitra. Semakin banyak negara yang menunjukkan minat, semakin besar pula ruang tumbuh bagi produk lokal Indonesia. Kondisi ini memperkuat posisi agregator dalam menghubungkan produksi dalam negeri dengan permintaan global. Pada akhirnya, ekspor menjadi sarana untuk menaikkan nilai tambah produk UMKM.

Peran LPEI di TEI

LPEI turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar pada 15-19 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Dalam pameran tersebut, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut memamerkan produk unggulan mereka. Ragam produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka ditujukan untuk memperluas akses pasar ke buyer internasional.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan produk dan layanan yang disediakan lembaganya. Melalui keikutsertaan di TEI, LPEI ingin mempertemukan eksportir dengan calon pembeli sekaligus memberi akses pada solusi bisnis. Pameran ini juga menjadi ajang memperkenalkan kualitas produk Indonesia secara lebih luas. Strategi tersebut selaras dengan misi memperkuat daya saing ekspor nasional.

Selain layanan dari LPEI, pengunjung booth Kementerian Keuangan Satu juga dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window. Kehadiran berbagai lembaga dalam satu lokasi memudahkan pelaku usaha mencari solusi atas kendala ekspor. Dukungan terintegrasi ini menunjukkan bahwa penguatan ekspor membutuhkan kolaborasi lintas institusi. Dengan ekosistem yang lebih solid, UMKM berpeluang lebih besar menembus pasar global secara berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!