Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Dimulai Hari Ini

Teknologi BRH 26 Mei 2026 21:48 WIB 2
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Dimulai Hari Ini

Kementerian Komunikasi dan Digital memulai tahapan awal lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada Rabu, 29 April 2026. Proses dimulai dengan pengambilan akun dan dokumen seleksi oleh peserta, sesuai jadwal yang telah diumumkan pemerintah. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyebut kedua pita dilelang bersamaan dan masing-masing akan menghasilkan satu pemenang pada tiap spektrum.

Skema lelang tersebut menggunakan mekanisme beauty contest, yakni penilaian peserta berdasarkan sejumlah kriteria yang ditetapkan pemerintah. Hasil akhir diperkirakan diumumkan pada akhir Juli 2026, bergantung pada kelancaran proses seleksi. Frekuensi 700 MHz disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan, sedangkan 2,6 GHz diarahkan memperkuat kapasitas jaringan, terutama untuk 5G.

Lelang frekuensi dimulai serentak

Wayan menegaskan bahwa lelang 700 MHz dan 2,6 GHz dilakukan secara bersamaan sesuai jadwal resmi. Pengambilan akun dan dokumen seleksi menjadi penanda dimulainya tahapan awal proses tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan dalam IndoTelko Forum di Jakarta.

Menurut Wayan, pemerintah tidak mengubah mekanisme yang sudah digunakan pada seleksi sebelumnya. Skema beauty contest tetap dipakai untuk menilai kesiapan dan kelayakan peserta. Dengan cara itu, pemenang ditentukan berdasarkan peringkat tertinggi.

Ia menjelaskan bahwa setiap pita frekuensi pada prinsipnya akan dimenangkan oleh satu operator seluler. Namun, peluang satu operator memperoleh lebih dari satu blok spektrum tetap terbuka. Hal itu bergantung pada hasil penilaian dan strategi peserta dalam lelang.

Komdigi menilai tahapan ini penting untuk memastikan alokasi spektrum berjalan transparan. Pemerintah juga ingin memberikan kepastian jadwal kepada pelaku industri telekomunikasi. Karena itu, seluruh proses mengikuti dokumen seleksi yang sudah disiapkan.

Fokus 700 MHz dan 2,6 GHz

Frekuensi 700 MHz diposisikan untuk memperluas cakupan layanan atau coverage. Spektrum ini dinilai penting untuk meningkatkan jangkauan jaringan di berbagai wilayah. Dengan karakter propagasi yang baik, pita ini cocok untuk memperkuat layanan dasar operator.

Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz difokuskan pada penambahan kapasitas jaringan. Spektrum ini dibutuhkan untuk mengakomodasi trafik data yang terus meningkat. Kebutuhan tersebut terutama muncul dari pertumbuhan layanan digital dan penggunaan 5G.

Wayan menyebut kedua pita frekuensi tersebut tetap dapat mendukung layanan 5G. Meski begitu, fungsi utamanya berbeda sesuai karakteristik masing-masing spektrum. Kombinasi keduanya diharapkan membuat jaringan seluler lebih efisien dan stabil.

Dalam konteks industri, pelepasan dua pita ini dipandang strategis untuk mempercepat perluasan jaringan. Operator seluler dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas layanan di area padat maupun wilayah yang belum terlayani optimal. Pemerintah berharap alokasi ini mendorong pemerataan konektivitas digital.

Skema penilaian tetap beauty contest

Komdigi masih menggunakan skema beauty contest dalam seleksi frekuensi ini. Artinya, peserta akan dinilai berdasarkan kriteria yang tercantum dalam dokumen seleksi. Pemerintah akan memilih penawar terbaik tanpa mengubah mekanisme dasar lelang.

Wayan menegaskan bahwa ketentuan pembayaran dan harga dasar sudah diatur dalam dokumen seleksi. Pemerintah tidak memberikan perlakuan khusus kepada industri telekomunikasi yang tengah menghadapi tantangan investasi. Semua peserta diperlakukan sama sesuai aturan yang berlaku.

Ia mengatakan, detail teknis tidak akan diumumkan di luar dokumen resmi. Peserta diminta mempelajari seluruh persyaratan sebelum mengikuti proses lelang. Dengan begitu, seleksi dapat berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Skema ini juga dimaksudkan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas proses. Pemerintah ingin memastikan pemilihan pemenang didasarkan pada kesiapan nyata peserta. Karena itu, evaluasi dilakukan melalui parameter yang sudah ditetapkan sejak awal.

Hasil lelang ditargetkan Juli

Pemerintah memperkirakan hasil lelang dapat diumumkan pada akhir Juli 2026. Waktu tersebut masih bersifat tentatif karena bergantung pada kelancaran proses seleksi. Jika tahapan berjalan lancar, operator pemenang dapat segera menyiapkan implementasi jaringan.

Wayan menyebut estimasi tersebut masih dapat berubah sesuai perkembangan proses di lapangan. Namun, pemerintah menargetkan agar tahapan administrasi dan evaluasi selesai tepat waktu. Kepastian jadwal dinilai penting bagi industri yang menunggu kepastian spektrum.

Keputusan akhir akan menentukan operator yang berhak mengelola masing-masing pita frekuensi. Hasil itu juga akan memengaruhi strategi ekspansi jaringan para penyedia layanan seluler. Oleh karena itu, lelang ini menjadi sorotan penting di sektor telekomunikasi.

Dengan dimulainya seleksi, Komdigi menegaskan komitmen untuk mempercepat pemanfaatan spektrum nasional. Langkah ini diharapkan mendukung perluasan layanan digital, terutama pada jaringan 5G. Selain itu, alokasi frekuensi baru diharapkan meningkatkan kualitas konektivitas di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!