Laba Usaha VKTR Melonjak 823% pada Kuartal I 2026

Forex & Saham Gilang Nabaris 01 Juni 2026 16:48 WIB 2
Laba Usaha VKTR Melonjak 823% pada Kuartal I 2026

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk membukukan pertumbuhan laba usaha sebesar 823 persen secara tahunan atau year on year pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut ditopang efisiensi operasional yang menjaga beban usaha tetap relatif stabil, meski penjualan kendaraan listrik meningkat dan tarif energi ikut tertekan dinamika geopolitik global. Emiten kendaraan listrik komersial itu menilai capaian ini menunjukkan transformasi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia terus berjalan dan semakin diterima pasar.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A Ardiansyah Bakrie, menyampaikan perseroan tetap mampu mencatat pertumbuhan positif di tengah tantangan industri. Menurut dia, VKTR tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang kuat untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan.

Kinerja VKTR Menguat

VKTR membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 58 persen secara tahunan pada periode Januari-Maret 2026. Pertumbuhan itu didorong oleh meningkatnya permintaan pada segmen kendaraan listrik komersial, terutama untuk armada rendah emisi. Perseroan juga mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 98 persen secara tahunan.

Manajemen menyebut strategi efisiensi menjadi salah satu penopang utama kinerja keuangan. Beban usaha berhasil dijaga tetap terkendali meski perseroan menghadapi kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut membuat margin usaha tetap terjaga di tengah ekspansi penjualan.

Di sisi lain, segmen manufaktur suku cadang turut menunjukkan pertumbuhan positif, meski masih terbatas. Perbaikan itu sejalan dengan mulai pulihnya industri otomotif nasional. VKTR menilai kombinasi kedua segmen tersebut memperkuat daya tahan bisnis perseroan.

Perseroan melihat momentum ini sebagai bukti bahwa pasar mulai menerima kendaraan listrik komersial secara lebih luas. Permintaan yang meningkat memberi ruang bagi VKTR untuk memperluas basis pelanggan. Pada saat yang sama, perseroan tetap menjaga kehati-hatian dalam ekspansi bisnis.

Penjualan Bus Listrik Naik

Sepanjang kuartal I 2026, VKTR telah menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta. Pengiriman ini menjadi bagian dari dukungan terhadap operasional transportasi publik berbasis listrik di Jakarta. Dengan tambahan tersebut, total pasokan VKTR kepada TransJakarta mencapai 152 unit bus listrik.

Secara kumulatif, jumlah itu setara sekitar 30 persen dari total armada bus listrik TransJakarta yang saat ini berjumlah 500 unit. Pencapaian ini menegaskan posisi VKTR sebagai pemasok penting dalam ekosistem transportasi listrik ibu kota. Keberadaan armada tersebut juga memperluas jejak operasional perseroan di sektor transportasi publik.

VKTR menyatakan bus listriknya menjadi satu-satunya armada TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dan telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri di atas 40 persen. Status itu memperkuat nilai tambah industri nasional sekaligus mendukung kebijakan pemerintah. Keunggulan tersebut juga menjadi modal penting dalam pengembangan layanan purna jual yang lebih responsif.

Perseroan menawarkan skema Full Maintenance Contract untuk membantu operator menjaga efisiensi biaya perawatan armada dalam jangka panjang. Layanan ini dirancang agar operasional tetap andal dan terintegrasi. Dengan pendekatan tersebut, VKTR berharap hubungan dengan pelanggan dapat terjaga lebih erat.

Strategi TKDN VKTR

VKTR terus memperkuat roadmap industrialisasi kendaraan listrik nasional melalui pengembangan ekosistem produksi berbasis TKDN. Perseroan sebelumnya telah mencapai TKDN di atas 40 persen untuk lini bus 12 meter dan 8 meter. Capaian itu menjadi pijakan untuk meningkatkan lokalisasi komponen secara bertahap.

Penguatan rantai pasok domestik menjadi fokus utama dalam strategi jangka panjang perseroan. Langkah ini ditujukan untuk menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar. VKTR juga menilai penguatan ekosistem lokal penting untuk menjaga keberlanjutan industri kendaraan listrik.

Dalam konteks kebijakan nasional, arah pengembangan ini sejalan dengan dorongan pemerintah terhadap percepatan transisi energi. Kehadiran industri yang lebih terintegrasi dinilai dapat memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan nilai tambah dalam negeri. VKTR menempatkan faktor tersebut sebagai bagian dari pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Fokus pada TKDN juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan. Perseroan melihat kerja sama strategis sebagai kunci untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik komersial. Dengan begitu, ekspansi bisnis dapat berjalan seiring dengan penguatan industri nasional.

Ekspansi Industri VKTR

Dari sisi neraca, posisi keuangan VKTR pada akhir kuartal I 2026 tetap terjaga dan relatif stabil. Total aset, liabilitas, dan ekuitas masing-masing tumbuh 2 persen year to date, 5 persen year to date, dan 1 persen year to date. Kondisi tersebut menunjukkan pengelolaan struktur keuangan yang sehat di tengah fase ekspansi bisnis.

Perseroan menilai stabilitas neraca menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan. Dengan struktur keuangan yang terkelola, VKTR memiliki ruang untuk terus mengembangkan kapasitas produksi. Hal ini juga membantu perseroan menghadapi dinamika industri yang masih penuh tantangan.

Pada 9 April 2026, fasilitas perakitan VKTR Sakti Industries di Magelang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia. Peresmian tersebut menjadi sinyal penguatan kepercayaan terhadap potensi industri kendaraan listrik nasional. Momentum itu juga membuka peluang perluasan kolaborasi strategis di sektor transportasi berkelanjutan.

VKTR menilai kehadiran fasilitas tersebut akan mempercepat pengembangan ekosistem produksi di dalam negeri. Perusahaan berharap langkah itu dapat memperkuat efisiensi, memperbesar kapasitas, dan meningkatkan kemandirian industri. Dalam jangka panjang, perseroan menargetkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di pasar kendaraan listrik komersial.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!