Kunci UMKM Mode Bertahan di Pasar Kompetitif

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 20:31 WIB 2
Kunci UMKM Mode Bertahan di Pasar Kompetitif

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah tidak cukup hanya mengandalkan promosi. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menilai produk harus memiliki identitas yang kuat agar tetap relevan di pasar. Ia menyampaikan hal itu dalam acara Borderless Commerce in Action di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Helda menegaskan bahwa daya saing lahir dari DNA produk yang konsisten, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Brand miliknya mempertahankan motif bunga dengan warna pastel sebagai ciri khas yang mudah dikenali konsumen. Menurut dia, strategi tersebut membantu produknya bertahan di tengah perubahan selera pasar yang cepat.

Strategi UMKM Modest Fesyen

Helda menjelaskan bahwa produk yang kuat harus punya ciri visual yang tidak berubah dari waktu ke waktu. Konsistensi itu membuat konsumen langsung mengingat brand ketika melihat motif atau warna tertentu. Dalam kasus Kienka, motif bunga dan palet pastel menjadi identitas yang terus dijaga.

Ia menilai karakter produk perlu dibangun sejak awal agar tidak mudah tersisih oleh kompetitor. Identitas yang jelas juga memudahkan konsumen memahami nilai yang ditawarkan sebuah brand. Dengan begitu, produk tidak hanya tampil menarik, tetapi juga memiliki posisi yang tegas di pasar.

Menurut Helda, kekuatan sebuah brand terletak pada keberanian untuk tetap konsisten di tengah banyaknya pilihan. Ia menilai perubahan yang terlalu sering justru dapat membuat konsumen kehilangan keterikatan emosional. Karena itu, ia memilih menjaga pola desain yang sama agar brand tetap mudah dikenali.

Menentukan Segmen Konsumen

Selain menjaga identitas produk, Kienka juga fokus pada sasaran pasar yang spesifik. Brand tersebut menyasar konsumen berusia sekitar 30 hingga 50 tahun yang ingin tetap tampil muda. Pemilihan segmen ini menjadi dasar dalam menentukan desain, warna, dan gaya komunikasi merek.

Helda mengatakan setiap produk perlu disesuaikan dengan kebutuhan calon pembeli yang dituju. Warna pastel dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter konsumen yang ingin tampil segar dan elegan. Pendekatan ini membuat produk lebih mudah diterima oleh pasar yang dibidik.

Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat penting dalam menjaga penjualan. Brand yang mengetahui siapa pembelinya akan lebih mudah menyusun strategi produk dan promosi. Dengan begitu, usaha dapat bergerak lebih terarah dan efisien.

Aktif Di Panggung Fesyen

Untuk menjaga eksistensi, Kienka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan fesyen week. Partisipasi itu dilakukan baik pada ajang nasional maupun melalui penyelenggaraan acara sendiri. Langkah ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan brand di industri mode.

Menurut Helda, kehadiran di berbagai panggung fesyen membantu memperkuat citra produk di mata publik. Setiap penampilan memberi ruang untuk memperkenalkan koleksi baru sekaligus mempertegas karakter brand. Dari sana, kepercayaan konsumen dapat tumbuh secara bertahap.

Ia menilai kegiatan fesyen bukan hanya ajang pamer, tetapi juga sarana membangun jejaring bisnis. Interaksi dengan pelaku industri lain membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Hal ini menjadi salah satu cara agar UMKM tetap bertahan dalam persaingan yang semakin dinamis.

Tips Live Shopping Ramai

Helda juga membagikan cara agar sesi belanja langsung atau live shopping tetap diminati konsumen. Menurut dia, host harus tampil menarik dan mampu menciptakan suasana yang mendorong penonton segera mengambil keputusan. Dengan begitu, peluang pembelian dapat meningkat selama siaran berlangsung.

Ia menerapkan sistem open pre-order untuk menjaga antusiasme pembeli. Produk contoh biasanya diperlihatkan lebih dulu selama tiga hingga lima hari, lalu konten dibuat untuk memancing perhatian publik. Setelah itu, penjualan dibuka pada waktu yang sudah ditentukan agar momen belanja terasa lebih terarah.

Helda menilai strategi tersebut efektif karena memberi waktu bagi calon pembeli untuk mengenal produk terlebih dahulu. Ketika konten sudah cukup viral, minat pasar cenderung lebih mudah terbentuk. Pola ini menjadi salah satu cara agar penjualan tetap ramai di tengah persaingan digital yang ketat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!