Kualitas Internet Hotel di Makkah dan Madinah Disorot

Teknologi BRH 21 Mei 2026 19:56 WIB 8
Kualitas Internet Hotel di Makkah dan Madinah Disorot

Laporan terbaru Ookla menyoroti kesenjangan besar kualitas internet di sejumlah hotel mewah di Makkah dan Madinah. Temuan ini menjadi penting karena jutaan jemaah bergantung pada koneksi digital untuk berkomunikasi, mencari arah, dan mengakses layanan harian selama berada di dua kota suci tersebut.

Dalam analisis atas 16 hotel mewah, hanya tiga hotel yang mencatat kecepatan unduh median di atas 100 Mbps. Sementara itu, sejumlah hotel lain masih tertinggal jauh, sehingga konsistensi jaringan menjadi sorotan utama di tengah tingginya kebutuhan konektivitas saat musim haji.

Performa Hotel Ternama

Ookla mencatat Swissotel Makkah menempati posisi teratas dengan kecepatan unduh median 152,17 Mbps. Di belakangnya, Fairmont Hotel membukukan 148,87 Mbps, disusul Swissotel Al Maqam dengan 124 Mbps. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian hotel premium telah mampu menyediakan jaringan yang mumpuni bagi tamu.

Hotel lain juga memperlihatkan capaian yang masih tergolong layak, meski tidak sekuat tiga peringkat teratas. Pullman ZamZam Makkah mencatat 96,80 Mbps, sedangkan Anwar Al Madinah Movenpick berada di angka 78,42 Mbps. Meski demikian, capaian tersebut tetap menunjukkan adanya selisih yang cukup lebar antarfasilitas.

Di kelompok berikutnya, beberapa hotel mencatat kecepatan yang turun ke rentang 18 Mbps hingga 38 Mbps. Al Ghufran Safwah Hotel Makkah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah - Jabal Omar, dan Millennium Al Aqeeq masuk kategori ini. Angka tersebut menandakan pengalaman internet yang tidak seragam bagi para jemaah.

Konsistensi Jadi Tantangan

Masalah utama bukan hanya kecepatan tertinggi, melainkan stabilitas layanan ketika beban pengguna meningkat. Ookla menyebut bahkan hotel terbaik masih berisiko mengalami penurunan kecepatan pada jam sibuk. Kondisi ini dapat dirasakan oleh tamu saat banyak perangkat terhubung secara bersamaan.

Dalam pengukuran itu, 10 persen pengguna terbawah di hotel-hotel terbaik masih bisa menghadapi kecepatan di bawah 15 Mbps. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan frustrasi, terutama bagi jemaah yang membutuhkan akses cepat untuk pesan instan atau navigasi. Pada momen padat aktivitas, kualitas jaringan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Beberapa hotel premium lain justru mencatat hasil yang jauh lebih rendah dari ekspektasi. Hilton Makkah Convention Hotel hanya membukukan 4,95 Mbps, sementara Anjum Hotel Makkah berada di angka 10,51 Mbps. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa nama besar hotel tidak selalu sejalan dengan mutu koneksi internet.

Teknologi Penentu Mutu

Ookla menilai perbedaan performa sangat dipengaruhi oleh teknologi jaringan yang digunakan. Hotel dengan dukungan Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan fiber optik cenderung memberikan hasil yang lebih stabil. Sebaliknya, jaringan yang masih bertumpu pada Wi-Fi 4 dan pita 2,4 GHz lebih rentan mengalami penurunan kualitas.

Perangkat jaringan yang lebih modern memungkinkan distribusi koneksi yang lebih efisien di lingkungan dengan lalu lintas data tinggi. Hal ini penting di hotel yang dihuni ribuan tamu dengan kebutuhan digital yang berjalan serentak. Tanpa infrastruktur yang memadai, kecepatan tinggi pada satu waktu tidak selalu menjamin layanan yang konsisten.

Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan mendesak bagi pengelola akomodasi di Makkah dan Madinah. Penguatan jaringan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga dengan kelancaran aktivitas ibadah dan komunikasi. Dalam konteks ini, teknologi jaringan menjadi bagian dari pelayanan dasar, bukan lagi fasilitas tambahan.

Lonjakan Data Jemaah

Data musim haji 2025 menunjukkan betapa besar kebutuhan konektivitas di dua kota suci itu. Rata-rata penggunaan data jemaah tercatat mencapai 1,26 GB per hari, atau sekitar tiga kali lipat dari rata-rata global. Angka tersebut menegaskan bahwa akses internet sudah menjadi kebutuhan penting selama pelaksanaan ibadah.

Jika dibandingkan dengan musim haji 2024, penggunaan data per pengguna per hari naik cukup tajam. Pada tahun sebelumnya, rata-ratanya berada di level 876 MB. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa layanan digital semakin melekat dalam aktivitas para jemaah dari berbagai negara.

Ookla mendorong penyedia hotel untuk segera memperkuat kapasitas ISP, memperluas koneksi fiber, serta memprioritaskan jaringan 5 GHz. Penambahan titik akses juga dinilai perlu agar area tanpa sinyal dapat diminimalkan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan koneksi yang lebih merata, stabil, dan andal bagi para tamu hotel.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!