Kualitas Internet Hotel di Makkah dan Madinah Disorot

Teknologi BRH 21 Mei 2026 15:38 WIB 6
Kualitas Internet Hotel di Makkah dan Madinah Disorot

Laporan terbaru Ookla menyoroti kesenjangan besar kualitas internet di sejumlah hotel mewah di Makkah dan Madinah, dua kota suci yang menjadi pusat pergerakan jutaan jemaah dari berbagai negara. Akses internet kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan penting untuk komunikasi, navigasi, dan layanan digital harian para tamu.

Hasil analisis itu menunjukkan hanya tiga dari 16 hotel mewah yang diteliti mampu menembus kecepatan unduh median di atas 100 Mbps. Temuan ini memperlihatkan bahwa kualitas konektivitas di sekitar lokasi ibadah masih belum merata, meski banyak hotel sudah berstatus premium.

Kesenjangan Kecepatan Hotel

Swissotel Makkah menempati posisi teratas dengan kecepatan unduh median 152,17 Mbps. Di bawahnya ada Fairmont Hotel dengan 148,87 Mbps, lalu Swissotel Al Maqam dengan 124 Mbps.

Sejumlah hotel lain masih mencatat kinerja yang cukup baik, seperti Pullman ZamZam Makkah dengan 96,80 Mbps. Anwar Al Madinah Mövenpick juga membukukan 78,42 Mbps, meski masih berada di bawah ambang 100 Mbps.

Adapun beberapa properti lain berada di kisaran 18 Mbps hingga 38 Mbps, termasuk Al Ghufran Safwah Hotel Makkah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah - Jabal Omar, dan Millennium Al Aqeeq. Angka tersebut menunjukkan adanya jarak performa yang cukup lebar antartempat menginap.

Masalah Saat Jam Sibuk

Persoalan utama bukan hanya kecepatan puncak, melainkan juga konsistensi layanan ketika trafik pengguna meningkat. Dalam kondisi tertentu, jaringan yang semula terlihat memadai dapat melambat tajam saat banyak tamu terhubung secara bersamaan.

Ookla mencatat bahwa di hotel-hotel terbaik sekalipun, 10 persen pengguna terbawah masih dapat mengalami penurunan kecepatan di bawah 15 Mbps. Kondisi itu berpotensi menimbulkan frustrasi, terutama bagi jemaah yang membutuhkan akses cepat untuk pesan singkat, peta digital, atau panggilan video.

Di sisi lain, beberapa hotel premium justru menunjukkan performa yang sangat rendah. Hilton Makkah Convention Hotel hanya mencatat 4,95 Mbps, sedangkan Anjum Hotel Makkah berada di angka 10,51 Mbps.

Teknologi Jadi Penentu

Ookla menilai perbedaan performa itu sangat dipengaruhi oleh teknologi jaringan yang digunakan masing-masing hotel. Perangkat berbasis Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan dukungan fiber optik terbukti memberikan hasil yang jauh lebih stabil.

Hotel yang masih mengandalkan Wi-Fi 4 atau pita 2,4 GHz cenderung lebih rentan mengalami perlambatan saat beban trafik meningkat. Situasi ini menunjukkan bahwa kualitas infrastruktur menjadi faktor utama dalam menjaga pengalaman digital tamu.

Dengan kata lain, kualitas layanan internet tidak hanya bergantung pada nama besar hotel, tetapi juga pada investasi jaringan yang diterapkan. Semakin modern infrastruktur yang dipakai, semakin kecil risiko gangguan koneksi di lapangan.

Lonjakan Data Jemaah

Data musim Haji 2025 memperlihatkan betapa pentingnya konektivitas digital bagi para jemaah. Ookla mencatat rata-rata penggunaan data mencapai 1,26 GB per hari untuk tiap pengguna, atau sekitar tiga kali lipat rata-rata global.

Angka itu meningkat signifikan dibandingkan musim Haji 2024 yang berada di level 876 MB per pengguna per hari. Lonjakan tersebut menandakan bahwa kebutuhan internet selama ibadah terus bertambah dari tahun ke tahun.

Ookla mendorong penyedia hotel untuk segera meningkatkan kapasitas ISP, memperluas koneksi fiber, dan memprioritaskan jaringan 5 GHz. Penambahan titik akses juga dinilai penting agar area tanpa sinyal dapat diminimalkan dan layanan tetap andal bagi seluruh jemaah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!