Komdigi: AI Jadi Pendorong Adopsi 5G di Indonesia

Teknologi BRH 22 Mei 2026 08:01 WIB 6
Komdigi: AI Jadi Pendorong Adopsi 5G di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital menilai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan menjadi pendorong utama adopsi jaringan 5G di Indonesia. Saat ini, cakupan 5G nasional masih tergolong rendah, yakni baru mencapai 4,44 persen sejak layanan tersebut hadir pada pertengahan 2021.

Pemerintah menargetkan cakupan internet berkecepatan tinggi itu naik menjadi 7 persen pada 2029, sesuai Rencana Strategis Kementerian Komdigi 2025-2029. Di tengah target tersebut, AI dipandang dapat menjadi pemicu utama agar 5G lebih cepat dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat.

AI Dorong Adopsi 5G

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyebut AI berpotensi menjadi killer content bagi 5G. Menurut dia, teknologi tersebut mampu menciptakan kebutuhan nyata yang mendorong masyarakat dan pelaku usaha beralih ke jaringan generasi kelima.

Wayan mencontohkan, pada era penyiaran, momentum besar seperti Piala Dunia pernah menjadi pendorong migrasi ke TV digital. Kini, pola serupa dinilai bisa terjadi pada 5G apabila AI hadir sebagai layanan yang dibutuhkan banyak sektor.

Pernyataan itu disampaikan Wayan dalam IndoTelko Forum di Jakarta, Rabu, 29 Mei 2026. Ia menilai percepatan adopsi 5G tidak lagi cukup hanya mengandalkan pembangunan jaringan, tetapi juga ekosistem aplikasi yang relevan.

Transformasi Digital Berbasis Data

Wayan menjelaskan Indonesia sedang memasuki fase baru transformasi digital yang lebih cerdas dan berbasis data. Pergeseran tersebut menandai perubahan dari sekadar konektivitas menuju pemanfaatan teknologi yang menghasilkan nilai tambah.

Dalam konteks itu, 5G dan AI dinilai tidak dapat dipisahkan karena memiliki fungsi yang saling melengkapi. 5G menyediakan koneksi berkecepatan tinggi dengan latensi rendah, sementara AI mengolah data menjadi wawasan dan inovasi.

Menurut Wayan, integrasi keduanya akan melahirkan berbagai model bisnis baru. Kondisi ini juga diyakini mempercepat lahirnya layanan digital yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Peluang Industri dan Layanan

Kombinasi 5G dan AI dinilai membuka peluang besar di sejumlah sektor strategis. Industri manufaktur berbasis Industry 4.0 menjadi salah satu bidang yang diperkirakan paling cepat memanfaatkan teknologi tersebut.

Selain manufaktur, layanan kesehatan digital juga berpotensi berkembang lebih jauh dengan dukungan konektivitas yang andal. Pemerintah juga melihat peluang besar pada pengembangan kota cerdas atau smart city.

Dengan dukungan 5G, berbagai layanan berbasis AI dapat berjalan lebih cepat dan stabil. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses layanan digital di berbagai daerah.

Infrastruktur dan Regulasi Pendukung

Meski prospeknya besar, Wayan menegaskan tantangan pemerintah tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga harus memastikan teknologi tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.

Ia menekankan bahwa pengembangan 5G dan AI harus berlangsung secara inklusif, aman, dan memberi manfaat nyata. Karena itu, Komdigi terus mendorong percepatan pengembangan ekosistem pendukung, termasuk jaringan, data center, dan talenta digital.

Komdigi juga menyiapkan kebijakan yang adaptif agar perkembangan 5G dan AI berjalan seiring dengan pertumbuhan industri. Menurut Wayan, regulasi harus menjadi enabler, bukan penghambat, dalam mempercepat transformasi digital nasional.

Saat ini, Komdigi telah membuka proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Kedua pita frekuensi itu diharapkan dapat mendongkrak pemerataan akses internet dari 4G menuju 5G di Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi digital nasional di tengah kebutuhan layanan data yang terus meningkat. Dengan infrastruktur yang lebih merata, pemerintah berharap adopsi AI dan 5G dapat berjalan lebih cepat di berbagai lapisan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara infrastruktur, regulasi, dan inovasi aplikasi akan menjadi kunci percepatan transformasi digital. Pemerintah menilai momentum ini penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen solusi digital yang kompetitif.

Tag Terkait
#AI#5G#Komdigi

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!