Kolagen Populer, Benarkah Efektif untuk Kulit?

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 04:44 WIB 3
Kolagen Populer, Benarkah Efektif untuk Kulit?

Suplemen kolagen kembali menjadi sorotan di industri kecantikan karena kerap diklaim mampu membuat kulit tampak lebih muda, segar, halus, dan bercahaya. Minat global terhadap produk ini terus naik, seiring meningkatnya jumlah konsumen yang mencari cara praktis untuk merawat kulit dari dalam.

Diperkirakan sekitar 60 juta orang di dunia mengonsumsi suplemen kolagen setiap hari, dan pasar globalnya pada 2025 ditaksir mencapai 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 43,57 triliun. Di tengah popularitas itu, para dokter kulit mengingatkan bahwa manfaat kolagen tetap perlu dilihat secara hati-hati, karena hasil penelitian belum sepenuhnya seragam.

Manfaat Kolagen Kulit

Kolagen hadir dalam berbagai bentuk di pasaran, mulai dari pil, bubuk yang diseduh, hingga permen jeli yang mudah dikonsumsi. Variasi produk ini membuat kolagen semakin populer, terutama di kalangan konsumen yang mencari solusi praktis untuk perawatan kulit harian.

Sejumlah studi sebelumnya pernah menyimpulkan bahwa suplemen, termasuk kolagen, tidak selalu memberikan hasil yang benar-benar efektif. Karena harga yang relatif mahal, sebagian pihak bahkan menilai produk ini kerap dianggap sebagai pemborosan jika manfaatnya tidak terbukti jelas.

Meski begitu, tinjauan terhadap 113 uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi kolagen secara rutin dan konsisten dapat memberi dampak positif pada kesehatan kulit, sistem muskuloskeletal, dan mulut. Temuan ini menjadi dasar baru bagi para peneliti untuk menilai ulang potensi kolagen sebagai suplemen pendukung.

Pandangan Dokter Kulit

Mona Gohara, dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, menilai tinjauan terbaru ini sebagai salah satu studi paling komprehensif tentang suplemen kolagen. Menurutnya, kolagen tampak memberikan peningkatan kecil namun konsisten terhadap hidrasi dan elastisitas kulit.

Hadley King, dokter kulit bersertifikasi asal New York City, juga melihat adanya potensi manfaat dari suplemen tersebut. Ia menegaskan bahwa walaupun kolagen tidak diklasifikasikan sebagai obat, bukti yang tersedia tetap menunjukkan kemungkinan manfaat yang cukup beragam.

Daniel Belkin, dokter kulit lain dari New York City, mengaku lebih percaya diri merekomendasikan kolagen kepada pasien setelah membaca tinjauan itu. Namun, ia tetap menekankan bahwa rekomendasi medis sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Keterbatasan Bukti Ilmiah

Di balik temuan yang menjanjikan, para ahli tetap meminta konsumen tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Hasil studi yang ada masih belum sepenuhnya konsisten, sementara kualitas analisisnya juga belum merata sehingga berpotensi bias.

Penelitian tentang efek suplemen memang cenderung lebih kompleks dibandingkan produk lainnya. Karena itu, masih diperlukan lebih banyak data untuk memastikan efektivitas kolagen secara menyeluruh pada berbagai kelompok pengguna.

Dr Gohara menilai tinjauan terbaru itu bahkan tidak membuktikan kemampuan kolagen dalam mengurangi tanda penuaan secara signifikan, seperti kerutan halus. Padahal, justru aspek itulah yang paling banyak dicari konsumen saat memutuskan membeli produk kolagen.

Cara Mengonsumsi Kolagen

Dr Gohara mengaku tetap enggan mengonsumsi suplemen kolagen sebelum ada persetujuan dari Food and Drug Administration di Amerika Serikat. Sikap kehati-hatian ini menunjukkan bahwa popularitas produk tidak selalu sejalan dengan kepastian manfaat jangka panjang.

Berbeda dengan Gohara, Dr King mengatakan dirinya mengonsumsi Biosil Collagen Generator dan Body Health Perfect Amino. Meski demikian, ia tetap menilai bahwa data tambahan masih dibutuhkan sebelum kolagen direkomendasikan secara luas kepada pasien.

Dr King menyarankan masyarakat berkonsultasi dengan dokter kulit tepercaya sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen kolagen. Jika memilih produk tertentu, konsumen juga perlu memperhatikan bukti ilmiah yang memadai serta disiplin mengonsumsinya sesuai anjuran.

Selain suplemen, perawatan kulit dasar tetap menjadi kunci untuk menjaga tampilan kulit tetap sehat. Penggunaan sunscreen, retinoid, dan rutinitas perawatan yang konsisten dinilai lebih penting untuk membantu mencegah penuaan dini akibat paparan UV, perubahan hormon, dan gaya hidup tidak sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!