Aroma daging ayam dan kambing khas Madura tercium kuat dari sebuah ruko dua lantai di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari lokasi itu, usaha Sate Ayam Barokah Mayestik milik Mochamad Haidir kini menarik perhatian warga yang melintas di kawasan Mayestik.
Perjalanan usaha Haidir tidak singkat, karena ia memulai bisnis sate pada 2013 dengan gerobak keliling di atas trotoar. Setelah bertahan dari tekanan sesama pedagang, ancaman Satpol PP, dan hantaman pandemi COVID-19, usaha kecil itu akhirnya naik kelas ke lokasi yang lebih strategis.
Perjuangan Usaha Sate
Haidir memulai langkahnya sebagai pedagang satai keliling ketika usianya masih sangat muda. Saat itu, ia belum memiliki tempat tetap, sehingga harus berjualan dari satu titik ke titik lain. Kondisi tersebut membuatnya akrab dengan risiko, termasuk penertiban dari aparat. Meski begitu, ia tetap memilih bertahan.
Di masa awal berjualan, persaingan antarpedagang juga menjadi tantangan besar. Haidir mengaku kerap mendapat penolakan dari pedagang lain yang sudah lebih dulu berjualan di sekitar Pasar Mayestik. Situasi itu membuatnya harus lebih sabar dalam membangun pelanggan. Ia menilai ketekunan menjadi modal utama untuk bertahan.
Keputusan untuk tetap menetap di kawasan Mayestik ternyata tidak sia-sia. Lokasi tersebut dikelilingi area perkantoran yang ramai, sehingga potensi pembelinya terus tumbuh. Dari sana, nama Sate Ayam Barokah Mayestik mulai dikenal lebih luas. Perlahan, usahanya menunjukkan perkembangan yang stabil.
Tekanan Saat Pandemi
Pandemi COVID-19 menjadi ujian terberat bagi usaha yang dirintis Haidir. Penjualan turun tajam karena aktivitas masyarakat ikut melambat. Dalam kondisi itu, ia mengaku sempat stres dan berpikir untuk menyerah. Bahkan, ia pernah menawarkan lapaknya kepada orang lain untuk dibeli.
Haidir saat itu mematok harga Rp150 juta untuk lapaknya, namun ada tawaran yang jauh lebih rendah. Calon pembeli hanya berani menawar sekitar Rp50 juta. Selisih yang besar membuat transaksi tersebut akhirnya batal. Keputusan itu justru menjadi titik penting dalam kelangsungan usahanya.
Meski sempat terpukul, Haidir memilih mempertahankan usaha dan terus berjualan. Ia memahami bahwa bisnis kuliner sangat bergantung pada konsistensi dan kepercayaan pelanggan. Dalam situasi sulit, ketahanan mental menjadi faktor penentu. Dari masa itu, ia belajar bahwa bertahan sering kali lebih berharga daripada menyerah.
Ruko Baru Lebih Strategis
Titik balik usaha Haidir datang ketika sebuah ruko kosong di depan lapaknya ditawarkan untuk disewa. Kesempatan itu muncul saat ia masih menjalankan aktivitas jualan seperti biasa. Tanpa ingin kehilangan momentum, ia langsung mempertimbangkan peluang tersebut. Ruko itu dinilai jauh lebih strategis dibanding lokasi sebelumnya.
Keputusan pindah ke ruko menjadi langkah penting untuk mengangkat kelas usahanya. Dengan tempat yang lebih nyaman, konsumen memiliki akses yang lebih baik saat membeli sate. Tampilan usaha pun terlihat lebih profesional dan mudah dikenali. Hal ini membantu memperkuat citra merek yang selama ini dibangunnya.
Bagi Haidir, perpindahan tersebut bukan sekadar perubahan lokasi, tetapi juga simbol perjuangan panjang. Dari gerobak keliling, ia berhasil naik ke ruang usaha yang lebih layak. Proses itu menunjukkan bahwa ketekunan dapat mengubah usaha kecil menjadi lebih berkembang. Perjalanan Sate Ayam Barokah Mayestik menjadi contoh nyata konsistensi dalam berbisnis.
Pelajaran Dari Ketekunan
Kisah Haidir memberi gambaran bahwa usaha kecil dapat bertumbuh jika dijalankan dengan sabar dan disiplin. Ia menghadapi penolakan, tekanan, hingga masa sulit pandemi tanpa kehilangan arah. Dalam setiap fase, ia tetap menjaga kualitas dan keberlangsungan usaha. Sikap itu membuat pelanggannya terus datang kembali.
Usaha kuliner seperti sate memang menuntut ketekunan dalam menjaga rasa dan pelayanan. Haidir memahami bahwa konsumen tidak hanya mencari makanan, tetapi juga pengalaman yang nyaman. Karena itu, lokasi strategis dan penyajian yang baik menjadi faktor penting. Keduanya kini mendukung perkembangan usahanya di kawasan Mayestik.
Perjalanan panjang dari trotoar hingga ruko menunjukkan bahwa peluang bisa datang kepada mereka yang tidak mudah menyerah. Haidir membuktikan bahwa keberanian bertahan di tengah tekanan dapat menghasilkan hasil yang lebih besar. Kisahnya juga memperlihatkan bagaimana usaha mikro mampu naik kelas secara bertahap. Di tengah persaingan kuliner Jakarta, ketekunan tetap menjadi modal utama.
