Hikma Nurul Audhliya membuktikan bahwa usaha yang sempat jatuh tetap bisa bangkit dari nol. Perempuan 38 tahun itu membangun kembali hidupnya dengan merintis Salad Umma, usaha kuliner sehat yang kini berkembang berkat pendampingan dan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat, atau KUR, dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
Perjalanan itu tidak mudah karena pandemi memaksa pekerjaannya sebagai makeup artist berhenti total, sementara pesanan pernikahan dibatalkan satu per satu. Dari kondisi terpuruk itu, ia kemudian memilih jalur baru yang lebih sederhana, praktis, dan sesuai kebutuhan pasar yang mulai mencari makanan sehat.
Salad Umma Bangkit Lagi
Hikma memulai ulang usahanya setelah seluruh jadwal wedding batal pada akhir 2020. Saat itu, uang muka yang sudah diterima dari berbagai vendor harus dikembalikan, sehingga ia terpaksa menjual mobil, baju, dan perlengkapan makeup.
Ia mengaku sempat pasrah karena seluruh pesanan mendadak hilang akibat pandemi. Situasi tersebut membuatnya harus menutup usaha lama dan mencari sumber penghasilan baru dari rumah.
Dari kondisi serba sulit itulah lahir ide membangun usaha kuliner sehat bernama Salad Umma. Pilihan itu diambil karena ia melihat peluang pada makanan praktis yang diminati masyarakat yang ingin hidup lebih sehat.
KUR BRI Jadi Penopang
Untuk memulai langkah baru, Hikma mengikuti program Kartu Prakerja dan sempat gagal pada gelombang pertama. Ia kemudian lolos pada kesempatan berikutnya dan memperoleh voucher pelatihan usaha senilai Rp 1 juta.
Awalnya, ia memilih kelas makeup karena berharap industri hiburan dan pernikahan segera pulih. Namun, karena situasi belum membaik, ia beralih ke kelas usaha yang lebih relevan dengan kondisi pasar saat itu.
Dari program tersebut, ia mendapat modal bertahap sekitar Rp 2,4 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku dan peralatan sederhana. Dana itu membantu Salad Umma tumbuh perlahan dari dapur rumah tanpa beban operasional besar.
Menu Sehat Jadi Andalan
Produk pertama Salad Umma adalah salad sayur yang dibuat dengan konsep sederhana dan efisien. Hikma memilih model usaha tanpa kompor, tanpa minyak, dan tanpa gas agar lebih mudah dijalankan dari rumah.
Seiring waktu, ia mulai menerima pesanan salad buah setelah mendapat permintaan untuk acara ulang tahun pada 2022. Dari situ, variasi produk bertambah dan pasar yang dilayani pun semakin luas.
Lokasi usaha yang dekat dengan kawasan indekost karyawan ikut membantu penjualan. Pasar tersebut menjadi target utama karena menyukai makanan praktis, segar, dan siap santap.
Omzet Salad Umma Meningkat
Meski begitu, perjalanan usaha tidak selalu stabil karena omzet sempat naik turun. Dalam sehari, pendapatan pernah hanya sekitar Rp 15 ribu, lalu meningkat menjadi Rp 100 ribu, dan pada waktu tertentu tak ada pesanan sama sekali.
Hikma tetap melakukan promosi melalui media sosial dan menerima pesanan online untuk menjaga arus penjualan. Upaya itu menjadi cara bertahan di tengah persaingan kuliner sehat yang semakin ketat.
Perubahan besar terjadi setelah Salad Umma memperoleh sertifikasi halal dan mengikuti bazar Jakpreneur. Dari jejaring yang terbentuk, ia kemudian menerima pesanan rutin untuk rapat kementerian dan pemerintah daerah, dengan omzet harian yang bisa mencapai Rp 1 juta.
