Kisah Aisah Bangun Betawi Punya Gaye dari Sampingan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 06:49 WIB 2
Kisah Aisah Bangun Betawi Punya Gaye dari Sampingan

Aisah, mantan karyawan pabrik, memulai langkah wirausaha dari kebutuhan sederhana untuk menambah penghasilan. Dari jualan camilan kecil-kecilan, usahanya berkembang menjadi produsen jajanan jadul khas Betawi yang kini dikenal dengan nama Betawi Punya Gaye. Perjalanan itu membawanya dari kerja pabrik menuju omzet jutaan rupiah per bulan.

Usaha yang dirintis sejak 2018 tersebut lahir dari ketekunan, keberanian, dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan pasar. Saat penjualan keripik sempat lesu pada masa pandemi, Aisah justru beralih ke kembang goyang, biji ketapang, dan kacang bawang yang lebih sesuai dengan identitas usahanya. Langkah itu kemudian memperkuat posisinya sebagai pelaku UMKM Betawi yang konsisten mengembangkan merek sendiri.

Kisah Betawi Punya Gaye

Aisah mulai berjualan pada 2018 ketika masih bekerja di pabrik spidol. Saat itu, ia menjajakan keripik pedas kepada teman kerja dan menitipkan dagangannya di warung sekitar pabrik.

Usaha kecil itu sempat memberi penghasilan Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Namun, kondisi berubah ketika banyak warung tutup dan penjualan menurun di masa pandemi COVID-19.

Alih-alih berhenti, Aisah memilih membaca peluang baru dari kebiasaan masyarakat terhadap jajanan tradisional. Ia lalu mengubah arah bisnisnya menjadi aneka camilan khas Betawi yang lebih kuat secara identitas dan pasar.

Perubahan itu menjadi titik balik yang menentukan bagi usahanya. Dari sekadar sampingan, bisnis tersebut tumbuh menjadi sumber penghasilan utama yang lebih stabil.

Berani Tinggalkan Pabrik

Setelah hampir 20 tahun bekerja di pabrik, Aisah memutuskan mengundurkan diri dan fokus pada usaha. Keputusan itu diambil karena ia ingin memberi perhatian penuh pada bisnis yang sudah mulai menunjukkan potensi.

Ia mengaku sudah lama bekerja sejak era sebelum Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menurutnya, waktu yang panjang di dunia pabrik membuatnya merasa sudah saatnya beralih ke jalur usaha mandiri.

Keberanian itu tidak muncul tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang melihat hasil jualan yang terus berkembang. Ia kemudian memastikan bahwa usaha yang dijalankan memiliki arah yang lebih serius dan terukur.

Langkah keluar dari pekerjaan tetap menjadi keputusan besar dalam hidupnya. Namun, keputusan tersebut justru membuka kesempatan bagi Aisah untuk membangun bisnis dengan kendali penuh atas masa depannya.

Nama dan Haki Usaha

Pada 2020, Aisah mulai menekuni usahanya secara lebih serius dengan bergabung ke Jakpreneur. Ia juga memanfaatkan waktu luang untuk mengikuti bimbingan teknis pembuatan Hak Kekayaan Intelektual dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Awalnya, usaha itu memakai nama Camilan 19. Karena dinilai terlalu pasaran, Aisah diminta mencari nama baru yang lebih kuat dan mudah dibedakan.

Dari proses itu lahirlah nama Betawi Punya Gaye yang kini menjadi merek dagang usahanya. Nama tersebut tidak hanya unik, tetapi juga merepresentasikan produk yang lekat dengan budaya Betawi.

Langkah mendaftarkan HAKI menjadi bagian penting dalam penguatan usaha. Perlindungan merek memberi dasar yang lebih kokoh bagi Aisah untuk mengembangkan produknya ke pasar yang lebih luas.

Racik Rasa dan Pasar

Dengan merek baru, Aisah mulai memproduksi jajanan khas Betawi seperti kembang goyang, biji ketapang, dan kacang bawang. Ia meracik resep secara autodidak hingga mendapatkan rasa yang menurutnya pas.

Kecintaannya pada dunia kuliner sudah tumbuh sejak kecil karena sering membantu orang tua membuat kue. Pengalaman itu menjadi modal penting dalam mengembangkan produk yang konsisten dan diterima pasar.

Pelatihan dari Rumah BUMN BRI juga menjadi ruang belajar tambahan bagi pengembangan usahanya. Dari sana, Aisah mendapat dukungan untuk memperkuat kapasitas produksi dan pemasaran.

Kisah Aisah menunjukkan bahwa usaha rumahan dapat tumbuh besar jika dikelola dengan tekun dan adaptif. Dari pekerja pabrik menjadi pelaku UMKM, ia membuktikan bahwa peluang bisa lahir dari keberanian mengambil keputusan tepat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!