Kienka Ungkap Strategi UMKM Fashion Bertahan di Pasar

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 18:57 WIB 6
Kienka Ungkap Strategi UMKM Fashion Bertahan di Pasar

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi untuk menjaga penjualan. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menilai daya saing produk justru ditentukan oleh kekuatan ciri khas yang konsisten dan mudah dikenali pasar.

Helda menjelaskan, brand yang ingin bertahan perlu memiliki DNA produk yang kuat, mulai dari motif, warna, hingga segmentasi konsumen. Menurut dia, strategi tersebut membuat produk tetap relevan di tengah perubahan tren, sekaligus membantu memperkuat posisi merek di pasar fesyen yang kompetitif.

Strategi UMKM Fashion

Helda Amalia menegaskan bahwa produk yang ingin bersaing harus memiliki identitas yang jelas. Identitas itu, menurut dia, tidak boleh berubah terlalu jauh dari karakter awal brand. Kienka, misalnya, konsisten dengan motif bunga dan warna pastel yang menjadi ciri khasnya. Konsistensi tersebut membuat konsumen lebih mudah mengenali produk di tengah banyaknya pilihan pasar.

Ia menyebut karakter produk sebagai DNA yang harus dijaga sejak awal. Dalam pandangannya, kekuatan merek tidak hanya terletak pada desain, tetapi juga pada keunikan yang membedakannya dari kompetitor. Karena itu, perubahan tren tidak harus diikuti secara penuh jika justru mengaburkan identitas brand. Pendekatan ini dinilai penting agar UMKM tetap punya tempat di benak konsumen.

Helda menambahkan bahwa konsistensi visual juga membantu membangun kepercayaan pasar. Ketika pelanggan menemukan pola yang sama dalam setiap koleksi, mereka cenderung lebih mudah menaruh loyalitas. Hal itu menjadi modal penting bagi pelaku usaha yang ingin bertahan dalam jangka panjang. Dengan begitu, produk tidak hanya dikenal, tetapi juga diingat.

Segmentasi Pasar Modest

Kienka secara khusus membidik konsumen berusia sekitar 30 hingga 50 tahun. Segmen ini dipilih karena dinilai memiliki kebutuhan fesyen yang seimbang antara kenyamanan dan tampilan yang tetap muda. Helda menyebut pemilihan warna menjadi salah satu elemen penting dalam menjangkau kelompok tersebut. Warna pastel dipandang mampu memberi kesan lembut sekaligus segar.

Menurut Helda, pemahaman terhadap target pasar menjadi kunci dalam menyusun strategi produk. Brand yang tidak memahami siapa konsumennya berisiko kehilangan arah dalam pengembangan koleksi. Ia menilai kebutuhan konsumen dewasa yang ingin tampil dinamis berbeda dari segmen remaja. Karena itu, pendekatan desain harus disesuaikan dengan karakter pasar yang dibidik.

Ia juga menekankan bahwa segmentasi yang jelas membantu brand lebih fokus dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Pesan promosi, desain katalog, hingga pemilihan influencer perlu diselaraskan dengan profil konsumen. Dengan langkah tersebut, peluang produk untuk diterima pasar menjadi lebih besar. Fokus yang tepat dinilai lebih efektif daripada mencoba menjangkau semua orang sekaligus.

Aktif Di Panggung Fesyen

Selain menjaga ciri khas produk, Kienka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan fesyen week. Partisipasi itu dilakukan baik pada ajang nasional maupun melalui penyelenggaraan kegiatan sendiri. Helda menilai kehadiran di ruang publik fesyen penting untuk memperluas eksposur brand. Langkah tersebut juga membantu mempertemukan produk dengan calon pembeli baru.

Menurut dia, keterlibatan dalam acara fesyen memberi kesempatan untuk menunjukkan karakter produk secara langsung. Konsumen dapat melihat kualitas, detail desain, dan konsistensi merek dalam satu rangkaian presentasi. Hal ini tidak selalu bisa dicapai hanya lewat promosi digital. Karena itu, keikutsertaan dalam event dianggap sebagai investasi brand yang bernilai.

Di sisi lain, Kienka juga memperkuat strategi melalui kolaborasi dengan influencer dan produk kecantikan. Kolaborasi tersebut dipandang mampu membuka akses pasar yang lebih luas. Selain itu, kerja sama lintas sektor dapat memperkuat citra brand di kalangan konsumen yang lebih beragam. Upaya ini menjadi bagian dari cara menjaga produk tetap eksis di tengah kompetisi.

Live Shopping Yang Efektif

Helda turut membagikan pandangan soal cara menjaga live shopping tetap ramai. Menurut dia, host menjadi elemen penting karena berperan menciptakan suasana yang menarik bagi penonton. Host yang komunikatif dapat membangun rasa mendesak sehingga konsumen terdorong untuk segera membeli. Dalam praktiknya, daya tarik penyampai pesan sangat menentukan hasil penjualan.

Ia menjelaskan bahwa strategi penjualan tidak berhenti pada sesi siaran langsung semata. Kienka menggunakan sistem open PO agar produk memiliki alur pemasaran yang lebih terukur. Sebelum masa pembelian dibuka, pihaknya menyiapkan contoh produk selama tiga hingga lima hari. Periode itu dimanfaatkan untuk membangun perhatian dan mendorong konten agar lebih mudah viral.

Setelah eksposur terbentuk, pembelian dibuka pada waktu yang telah ditentukan. Menurut Helda, pola tersebut memberi ruang bagi konsumen untuk mengenal produk lebih dulu sebelum melakukan transaksi. Strategi ini juga membantu menjaga antusiasme pasar dalam periode yang lebih panjang. Dengan pendekatan tersebut, live shopping tidak hanya menjadi ajang jualan, tetapi juga bagian dari pembangunan merek.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!