Kienka Ungkap Kunci UMKM Fashion Bertahan di Pasar Kompetitif

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 05:23 WIB 3
Kienka Ungkap Kunci UMKM Fashion Bertahan di Pasar Kompetitif

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM fashion dituntut tidak hanya mengandalkan promosi. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menilai produk harus memiliki ciri khas yang kuat agar tetap dikenal pasar. Hal itu ia sampaikan dalam acara Borderless Commerce in Action di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/8/2025).

Menurut Helda, kekuatan utama sebuah brand terletak pada DNA produk yang konsisten dan mudah dikenali. Kienka, kata dia, mempertahankan motif bunga dengan warna pastel sebagai identitas yang tidak berubah sejak awal.

Strategi fashion dengan ciri khas

Helda menegaskan bahwa brand fashion membutuhkan identitas yang kuat agar mampu bertahan di tengah kompetisi yang semakin padat. Identitas itu tidak cukup hadir pada nama merek, tetapi juga harus terlihat pada desain dan karakter produk. Karena itu, Kienka menjaga motif bunga dan palet pastel sebagai pembeda utama.

Menurut dia, konsistensi desain membuat konsumen lebih mudah mengingat produk yang ditawarkan. Brand yang memiliki pola visual jelas akan lebih cepat membangun kedekatan dengan pasar. Dalam kondisi seperti ini, keunikan menjadi aset yang sulit ditiru pesaing.

Helda menilai, perubahan yang terlalu sering justru berisiko mengaburkan posisi brand di mata konsumen. Produk yang stabil dalam konsep akan membentuk citra yang lebih kuat. Hal ini penting terutama bagi UMKM fashion yang masih membangun reputasi.

Ia juga menekankan bahwa kekuatan visual harus selaras dengan kebutuhan pasar yang dibidik. Kienka memilih desain yang mendukung tampilan muda, tetapi tetap cocok untuk konsumen yang lebih dewasa. Pendekatan ini membuat produk lebih relevan dengan segmen yang dituju.

Menjangkau pasar usia dewasa

Kienka secara khusus menyasar konsumen berusia sekitar 30 hingga 50 tahun. Segmen ini, menurut Helda, mencari busana yang tetap elegan namun memberi kesan segar. Oleh karena itu, pemilihan warna dan model menjadi perhatian utama.

Helda menjelaskan bahwa warna pastel dipilih karena memberi kesan lembut dan modern. Karakter itu dinilai sesuai untuk konsumen yang ingin tetap tampil muda tanpa terlihat berlebihan. Dengan strategi tersebut, produk dapat masuk ke pasar yang lebih spesifik.

Fokus pada segmen tertentu membantu brand memahami kebutuhan pelanggan secara lebih tajam. UMKM fashion, kata dia, perlu menghindari pendekatan yang terlalu umum bila ingin tumbuh berkelanjutan. Ketepatan sasaran menjadi faktor penting dalam mempertahankan penjualan.

Selain desain dan warna, pengalaman memakai produk juga turut memengaruhi minat beli. Karena itu, Kienka berupaya menjaga kualitas agar tetap sejalan dengan citra yang dibangun. Bagi Helda, konsistensi antara tampilan dan kenyamanan adalah kunci untuk menjaga loyalitas konsumen.

Aktif di ajang fashion

Untuk menjaga eksistensi, Kienka aktif mengikuti berbagai kegiatan fashion week, baik tingkat nasional maupun yang diselenggarakan secara mandiri. Kehadiran di ajang tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan brand. Melalui kegiatan itu, produk bisa lebih dekat dengan pelaku industri dan calon pelanggan.

Helda mengatakan, partisipasi dalam event fashion membantu brand membangun kredibilitas. Produk yang tampil di panggung yang tepat akan mendapat perhatian lebih besar dari pasar. Dampaknya, citra merek menjadi lebih kuat di tengah persaingan yang ketat.

Selain mengikuti agenda eksternal, Kienka juga sesekali menggelar kegiatan sendiri untuk memperkenalkan koleksi terbaru. Langkah ini memberi ruang bagi brand untuk mengatur narasi dan pesan yang ingin disampaikan. Dengan cara itu, komunikasi dengan konsumen bisa berjalan lebih terarah.

Ia menilai, eksistensi brand tidak bisa dijaga hanya lewat penjualan harian. Pelaku usaha perlu hadir dalam ekosistem fashion yang lebih luas agar produk terus terlihat. Kehadiran yang konsisten akan membantu UMKM membangun posisi yang lebih kokoh.

Rahasia live shopping efektif

Helda juga membagikan strategi agar live shopping tetap ramai dan menarik perhatian konsumen. Menurut dia, host memegang peran penting karena harus mampu menciptakan suasana yang hidup. Kesan mendesak juga perlu dibangun agar penonton terdorong melakukan pembelian.

Selain pembawa acara yang menarik, pola penjualan juga harus dirancang dengan cermat. Kienka menerapkan sistem open purchase order agar konsumen mendapat waktu melihat contoh produk lebih dulu. Setelah itu, penjualan dibuka pada waktu yang sudah ditentukan.

Dalam skema tersebut, produk contoh biasanya ditampilkan selama tiga hingga lima hari untuk mendukung pembuatan konten. Tujuannya adalah membangun percakapan terlebih dahulu agar produk berpeluang viral. Jika perhatian publik terbentuk, penjualan pada periode berikutnya menjadi lebih efektif.

Helda menilai pendekatan itu lebih sesuai dengan perilaku konsumen digital saat ini. Pembeli cenderung tertarik ketika ada rasa urgensi dan kejelasan waktu transaksi. Karena itu, live shopping bukan sekadar siaran langsung, melainkan strategi pemasaran yang membutuhkan perencanaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!