Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 16:43 WIB 7
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Pengiriman satu kontainer 20 kaki itu bernilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta, dan dilepas di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada hari ini.

UMKM yang didirikan Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, ini menjalin kerja sama dengan SP Setia SDN BHD untuk pengiriman berkelanjutan. Acara pelepasan turut dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, dan Bupati Sukabumi Ayep Zaki.

Ekspor UMKM Sukabumi

Ekspor perdana Yammy Babeh menjadi penanda naik kelasnya produk olahan singkong asal Sukabumi. Langkah ini memperlihatkan bahwa UMKM daerah mampu bersaing di pasar internasional dengan persiapan yang tepat.

Produk tersebut dipasarkan dalam bentuk Cassava Crackers yang diolah secara higienis. Pengemasan modern juga disiapkan agar sesuai dengan standar pasar global dan preferensi konsumen luar negeri.

Kerja sama dengan mitra di Brunei membuka peluang pengiriman yang lebih teratur. Skema ini diharapkan memberi kepastian pasar bagi produsen sekaligus memperkuat pendapatan usaha.

Keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga pada citra produk lokal. Sukabumi kini mendapat sorotan sebagai daerah yang mampu melahirkan UMKM berorientasi ekspor.

Perjuangan pelaku usaha difabel

Ade Soelistyowati membangun usaha ini bersama suaminya di tengah keterbatasan keluarga. Sang suami diketahui tengah berjuang melawan sakit stroke, namun keduanya tetap mempertahankan kegiatan produksi.

Dalam kondisi tersebut, usaha tetap berjalan dan bahkan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Pendekatan ini menunjukkan bahwa usaha kecil dapat menjadi penopang ekonomi komunitas.

Saat ini PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap. Perusahaan itu juga menampung 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi.

Ade menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Ia berharap produk lokal dapat terus naik kelas dan diterima di pasar internasional.

Dukungan pemerintah dan swasta

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi pencapaian ekspor tersebut. Menurut dia, keberhasilan Ade menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Kolaborasi itu dinilai perlu untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro. Dengan dukungan yang tepat, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke rantai pasok global.

Maman juga menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas. Arahan itu disebut sejalan dengan pembinaan, pelatihan, dan penguatan kapasitas agar mereka lebih berdaya saing.

Apresiasi serupa datang dari PT Pertamina (Persero) sebagai pembina UMKM tersebut. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut ekspor ini sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal menembus pasar dunia.

Jejak ekspor berkelanjutan

Pertamina menilai kisah Yammy Babeh membuktikan bahwa inklusivitas dan inovasi dapat berjalan beriringan. Perusahaan percaya setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap ekonomi bangsa.

Fadjar menyebut keberhasilan UMKM binaan seperti PT Gemilang Agro Inovasi menjadi contoh nyata dampak pembinaan yang terarah. Menurut dia, keberlanjutan usaha menjadi kunci agar produk lokal tidak berhenti pada satu kali ekspor.

Hingga Oktober 2025, Pertamina mencatat sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Sejak awal tahun 2025, delapan UMKM binaannya juga telah dikirim ke berbagai negara.

Langkah itu diharapkan meningkatkan nilai tambah produk lokal dan menciptakan dampak sosial ekonomi yang lebih luas. Ke depan, dukungan terhadap UMKM akan terus diperluas agar semakin banyak pelaku usaha Indonesia masuk pasar global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!