Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 19:32 WIB 2
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Keripik singkong merek Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi resmi menembus pasar Brunei Darussalam melalui ekspor perdana senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta. Pengiriman satu kontainer 20 kaki ini dilakukan pada hari ini di Sukabumi, Jawa Barat, dan menjadi pencapaian penting bagi pelaku UMKM difabel asal daerah tersebut.

Usaha ini didirikan oleh Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, yang menjalankan bisnis bersama suaminya di tengah keterbatasan kesehatan keluarga. Ekspor perdana tersebut dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, disaksikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, dan Bupati Sukabumi Ayep Zaki.

Ekspor UMKM Sukabumi

Produk yang diekspor adalah Cassava Crackers Yammy Babeh, camilan berbahan dasar singkong lokal yang diolah secara higienis. Kemasan modern dan standar produksi yang lebih rapi membuat produk ini dinilai siap bersaing di pasar global.

Selain Brunei Darussalam, PT Gemilang Agro Inovasi juga menyiapkan pengembangan pasar untuk produk turunan lain. Ade diketahui mulai memasarkan olahan mangrove berupa kapsul, teh, dan bubuk ke Korea Selatan.

Ekspor perdana ini menunjukkan bahwa produk UMKM daerah dapat naik kelas jika didukung kualitas yang konsisten. Keberhasilan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil lain di Sukabumi untuk menembus pasar luar negeri.

Pengiriman ke Brunei juga menandai kerja sama berkelanjutan dengan perusahaan asal negara tersebut, SP Setia SDN BHD. Kolaborasi itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi transaksi berikutnya dalam volume yang lebih besar.

Dukungan untuk Pelaku Difabel

Ade Soelistyowati menyebut keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Ia menegaskan bahwa dukungan berbagai pihak membuat dirinya tetap percaya diri membawa produk lokal ke panggung internasional.

Usaha ini dijalankan bersama sang suami yang tengah berjuang melawan stroke. Meski berada dalam situasi sulit, keduanya tetap mempertahankan kegiatan produksi dan menjaga keberlanjutan usaha.

PT Gemilang Agro Inovasi saat ini mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kondisi itu membuat usaha tersebut tidak hanya tumbuh sebagai bisnis, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi warga sekitar.

Model usaha yang inklusif ini menjadi contoh bahwa pelaku usaha difabel dapat bersaing bila memperoleh akses dan pendampingan yang memadai. Capaian Ade memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat berjalan seiring dengan keberagaman pelaku usaha.

Apresiasi Pemerintah

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi keberhasilan ekspor tersebut sebagai bukti nyata kolaborasi lintas sektor. Ia menilai sinergi pemerintah, BUMN, dan swasta penting untuk memperkuat daya saing UMKM Indonesia.

Menurut dia, capaian Ade Soelistyowati membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Pemerintah, kata dia, akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapatkan pembinaan, pelatihan, dan penguatan usaha.

Arifah Fauzi dan Ayep Zaki yang hadir dalam acara pelepasan juga menunjukkan dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal. Kehadiran para pejabat itu mempertegas perhatian pemerintah daerah dan pusat terhadap usaha berbasis komunitas.

Dukungan kebijakan dinilai penting agar pelaku usaha kecil dapat lebih percaya diri memasuki pasar ekspor. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM difabel berpeluang memperluas jaringan dagang secara berkelanjutan.

Pertamina Perluas Binaan

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut ekspor Yammy Babeh sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal menembus pasar dunia. Ia menilai keberhasilan ini mencerminkan semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan yang berjalan bersama.

Pertamina menegaskan bahwa setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa. Karena itu, perusahaan pelat merah tersebut berkomitmen memperkuat dukungan bagi UMKM binaan di berbagai daerah.

Hingga Oktober 2025, Pertamina menyebut sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Sejak awal 2025, delapan UMKM binaan itu dikirim ke berbagai negara dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Fadjar menambahkan bahwa ekspor UMKM bukan hanya soal penjualan, tetapi juga peningkatan nilai tambah produk lokal. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang mengikuti jejak PT Gemilang Agro Inovasi dan memperluas pasar internasional.

Tag Terkait
#UMKM#ekspor#Sukabumi

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!