Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Pengiriman satu kontainer 20 feet itu bernilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta, dan dilepas di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis, 6 November 2025.
Usaha yang didirikan Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu asal Sukabumi, ini kini menjalin kerja sama dengan SP Setia SDN BHD untuk pengiriman berkelanjutan. Acara pelepasan turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki.
Ekspor Keripik Singkong Sukabumi
Ekspor perdana ini menjadi tonggak penting bagi PT Gemilang Agro Inovasi dalam memperluas pasar. Produk Cassava Crackers Yammy Babeh kini tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mulai masuk jaringan perdagangan internasional. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk berbasis bahan lokal dapat bersaing di pasar global.
Keripik singkong ini diolah secara higienis dan dikemas modern agar memenuhi standar pasar luar negeri. Pemilihan bahan baku singkong lokal juga memberi nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha di daerah. Dengan pendekatan itu, produk ini memiliki peluang lebih besar untuk diterima konsumen mancanegara.
Pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis di Sukabumi sebagai bentuk apresiasi atas capaian UMKM tersebut. Sejumlah pejabat pemerintah hadir untuk menyaksikan momentum itu secara langsung. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Nilai ekspor sebesar USD 18.000 menjadi modal awal untuk pengembangan pasar berikutnya. Kerja sama dengan mitra di Brunei Darussalam juga membuka peluang pengiriman yang lebih rutin. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk lokal di kawasan Asia Tenggara.
Perjuangan Ade Soelistyowati
Ade Soelistyowati membangun usahanya dari keterbatasan sebagai penyandang disabilitas tuna rungu. Ia menjalankan bisnis bersama suaminya yang tengah berjuang melawan stroke. Kondisi itu tidak menghentikan keduanya untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Di tengah tantangan pribadi, Ade tetap fokus mengembangkan produk dan memperluas pasar. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Semangat itu menjadi fondasi utama pertumbuhan PT Gemilang Agro Inovasi.
Usaha ini juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja. Saat ini, perusahaan mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran mereka membantu operasional sekaligus membuka ruang pembelajaran kerja.
Ade juga mengembangkan produk turunan berbasis mangrove, seperti kapsul, teh, dan bubuk. Produk tersebut disebut mulai dipasarkan ke Korea Selatan. Diversifikasi ini menunjukkan bahwa UMKM tersebut tidak hanya bergantung pada satu lini produk.
Dukungan Pemerintah dan BUMN
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana tersebut. Ia menilai capaian Ade menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta sangat penting. Menurutnya, sinergi itu mampu memperkuat daya saing pelaku usaha mikro.
Maman juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberi perhatian lebih kepada pelaku usaha disabilitas. Arahan Presiden Prabowo, kata dia, menempatkan pembinaan, pelatihan, dan penguatan kapasitas sebagai prioritas. Tujuannya agar pelaku usaha difabel semakin berdaya saing di tingkat global.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyebut capaian Yammy Babeh sejalan dengan misi mendorong wirausaha lokal. Ia menilai produk binaan seperti ini menunjukkan semangat inklusivitas dapat berjalan bersama inovasi. Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki potensi ekspor yang besar.
Pertamina menyampaikan komitmen untuk terus memperluas dukungan kepada UMKM di seluruh Indonesia. Sejak awal 2025 hingga saat ini, perusahaan itu telah mengantarkan delapan UMKM binaan menembus ekspor berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memberi dampak sosial ekonomi bagi masyarakat.
Peluang UMKM Naik Kelas
Ekspor Yammy Babeh menunjukkan bahwa produk lokal dapat naik kelas bila didukung kualitas, kemasan, dan jejaring pasar yang tepat. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain untuk terus berinovasi. Pasar global kini semakin terbuka bagi produk yang mampu memenuhi standar internasional.
Pendekatan berbasis pemberdayaan juga terlihat dari cara usaha ini berkembang. Selain menciptakan lapangan kerja, PT Gemilang Agro Inovasi ikut memperkuat rantai nilai ekonomi daerah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga komunitas di sekitarnya.
Ekspor berkelanjutan ke Brunei Darussalam menjadi langkah awal untuk memperluas penetrasi pasar. Jika konsistensi terjaga, peluang menuju negara lain dapat semakin besar. Hal ini penting bagi UMKM yang ingin meningkatkan skala usaha secara bertahap.
Capaian tersebut mempertegas bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi prestasi bisnis. Dengan dukungan pemerintah, BUMN, dan mitra dagang, UMKM difabel dapat bersaing di pasar internasional. Kisah Ade Soelistyowati menjadi contoh nyata bahwa inklusi ekonomi dapat menghasilkan prestasi konkret.
Komitmen Ekspor Berkelanjutan
PT Gemilang Agro Inovasi menargetkan pengiriman yang konsisten setelah ekspor perdana ini. Mitra dagang di Brunei Darussalam menjadi pintu awal untuk kerja sama jangka panjang. Perusahaan berharap hubungan bisnis tersebut terus berkembang secara berkelanjutan.
Pertamina juga memastikan dukungan terhadap UMKM binaan tetap diperluas ke berbagai daerah. Fokusnya tidak hanya pada ekspor, tetapi juga pada peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk. Dengan begitu, UMKM dapat bersaing tanpa mengabaikan keberlanjutan usaha.
Hingga Oktober 2025, sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Capaian ini memperlihatkan bahwa pembinaan yang terarah dapat menghasilkan dampak nyata. Produk lokal pun memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal di pasar dunia.
Ekspor keripik singkong dari Sukabumi menjadi bukti bahwa kerja keras, inovasi, dan kolaborasi dapat menghasilkan lompatan besar. Dari usaha rumahan, produk ini kini masuk ke pasar internasional. Kisah tersebut memberi pesan kuat bahwa UMKM Indonesia mampu naik kelas dengan dukungan yang tepat.
