Kabel Laut Pukpuk-1 Hubungkan Indonesia dan Papua Nugini

Teknologi BRH 21 Mei 2026 15:14 WIB 8
Kabel Laut Pukpuk-1 Hubungkan Indonesia dan Papua Nugini

Jayapura menjadi saksi peresmian kabel laut Pukpuk-1, infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini dan disebut sebagai kabel laut lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik. Peresmian dilakukan di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026), dengan kehadiran Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dan sejumlah perwakilan dari Indonesia maupun Papua Nugini.

Proyek ini dinilai penting karena memperkuat konektivitas digital di wilayah timur Indonesia sekaligus membuka koridor baru menuju jaringan komunikasi regional. Bagi TelkomGroup, kehadiran Pukpuk-1 menjadi penanda bahwa Papua dan kawasan Indonesia Timur merupakan bagian penting dari ekosistem konektivitas global.

Konektivitas Baru

Dian Siswarini menyebut Pukpuk-1 sebagai bagian dari upaya TelkomGroup menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia. Ia menegaskan, perusahaan ingin memastikan tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital.

Menurut Dian, proyek ini juga membuka peluang kolaborasi digital yang lebih luas di tingkat regional maupun global. Ia menilai kehadiran kabel laut tersebut memperkuat posisi Indonesia Timur sebagai simpul strategis konektivitas Asia-Pasifik.

Dian menambahkan, TelkomGroup melalui Telin ingin terus menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia mengatakan, proyek ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun jaringan yang semakin terhubung dan berdaya saing.

Rute Kabel Laut

Secara teknis, Sistem Komunikasi Kabel Laut atau SKKL Pukpuk-1 memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalurnya mencakup sekitar 30 kilometer dari Jayapura ke perbatasan Indonesia.

Dari perbatasan, kabel dilanjutkan sejauh 50 kilometer menuju Vanimo. Sementara itu, jalur utama menuju Madang mencapai sekitar 770 kilometer.

Rangkaian jaringan ini dirancang untuk memperkuat aliran data antarwilayah dan antarnegara. Dengan jalur tersebut, Pukpuk-1 diposisikan sebagai infrastruktur penting bagi stabilitas konektivitas di kawasan timur.

Proyek Sejak Lama

Pengerjaan Pukpuk-1 telah dimulai sejak 2016 dan rampung pada 2022. Setelah melalui proses pengembangan dan pengujian, sistem ini mulai beroperasi pada April 2026.

Rentang waktu pengerjaan yang panjang menunjukkan besarnya tantangan pembangunan infrastruktur bawah laut lintas batas. Proyek semacam ini membutuhkan koordinasi teknis, diplomatik, dan operasional yang ketat.

Kehadiran jaringan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan konektivitas digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kerja sama antarnegara. Dalam konteks itu, Pukpuk-1 menjadi capaian penting bagi Indonesia dan Papua Nugini.

Arti Strategis

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo hadir meresmikan proyek tersebut bersama para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran para pejabat dari dua negara mempertegas nilai strategis kabel laut ini di tingkat kawasan.

Pukpuk-1 dinilai dapat mendukung penguatan layanan digital, pertukaran data, dan konektivitas bisnis di wilayah perbatasan. Infrastruktur ini juga berpotensi mendorong pemerataan akses digital bagi masyarakat di kawasan timur.

Dengan beroperasinya kabel laut lintas batas pertama di Asia-Pasifik ini, TelkomGroup menambah fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi digital. Proyek tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa Indonesia terus memperluas perannya dalam jaringan konektivitas global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!