Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 21:08 WIB 3
Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Jungkook BTS mengungkap bahwa ia menjalani diet dengan pola makan satu kali sehari atau OMAD, dalam wawancara dengan Rolling Stone UK. Pengakuan itu kembali memicu perhatian publik terhadap pola makan yang disebut dapat membantu penurunan berat badan ini.

OMAD, atau One Meal A Day, adalah bentuk puasa yang membatasi asupan kalori hanya pada satu waktu makan dalam sehari. Meski terdengar sederhana, pola ini menuntut disiplin tinggi, termasuk kebiasaan berolahraga yang juga disebut dijalankan Jungkook pada pagi dan sore hari.

Diet OMAD dan Jungkook

Dalam wawancara tersebut, Jungkook mengatakan bahwa ia sedang diet dan hanya makan satu kali sehari. Ia menyebut sangat menantikan waktu makan itu karena menjadi satu-satunya kesempatan untuk mengisi energi.

Pola makan ini membuat publik penasaran karena dijalankan oleh salah satu anggota termuda BTS yang dikenal aktif. Kebiasaan tersebut juga menunjukkan bahwa pengelolaan pola makan menjadi bagian penting dari rutinitas kebugarannya.

Meski terlihat ekstrem, OMAD bukanlah pola makan baru di dunia kesehatan. Metode ini sudah lama dikenal sebagai salah satu bentuk puasa intermiten yang banyak dibahas karena efeknya terhadap berat badan.

Memahami Pola OMAD

OMAD merupakan singkatan dari One Meal A Day, yaitu pola makan yang hanya memberi ruang untuk satu kali makan dalam sehari. Di luar waktu makan itu, seseorang berpuasa dan tidak mengonsumsi kalori.

Waktu makan bisa dipilih sesuai preferensi, misalnya sarapan, makan siang, atau makan malam. Namun, banyak orang memilih makan malam karena dianggap paling mudah disesuaikan dengan aktivitas harian.

Beberapa versi OMAD masih memperbolehkan camilan dalam jumlah terbatas, tetapi sebagian orang benar-benar membatasi semua asupan berkalori di luar waktu makan. Dalam praktiknya, jendela makan biasanya berlangsung sekitar satu jam.

Manfaat Diet OMAD

Salah satu alasan OMAD populer adalah kemampuannya menciptakan defisit kalori. Ketika asupan kalori turun, tubuh berpotensi menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.

Sejumlah penelitian pada puasa intermiten menunjukkan adanya kemungkinan penurunan berat badan, termasuk pada pola yang membatasi waktu makan secara ketat. Dalam beberapa kasus, pembatasan makan di jam tertentu juga dikaitkan dengan penurunan lemak tubuh yang signifikan.

Namun, hasil setiap orang bisa berbeda tergantung kondisi tubuh, pola aktivitas, dan kualitas makanan yang dikonsumsi saat waktu makan. Karena itu, manfaat OMAD tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.

Risiko dan Catatan

Meski menjanjikan, diet OMAD tidak selalu cocok untuk semua orang. Pembatasan makan yang terlalu ketat dapat memicu rasa lapar berlebihan, lemas, dan gangguan konsentrasi.

Bagi sebagian orang, pola ini juga berisiko membuat asupan gizi menjadi tidak seimbang. Jika menu satu kali makan tidak dirancang dengan baik, kebutuhan protein, serat, vitamin, dan mineral bisa sulit terpenuhi.

Karena itu, siapa pun yang ingin mencoba OMAD sebaiknya memahami kondisi tubuh masing-masing terlebih dahulu. Konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting, terutama bagi orang dengan riwayat penyakit tertentu.

Langkah Aman Mencoba OMAD

Jika ingin mencoba OMAD, pemilihan menu harus menjadi perhatian utama. Satu kali makan sebaiknya tetap mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah.

Selain itu, tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup selama periode puasa. Air putih, serta kebiasaan tidur dan olahraga yang teratur, dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

Pola makan apa pun akan lebih aman bila disesuaikan dengan kebutuhan individu. OMAD dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang, tetapi bukan solusi instan untuk semua tujuan kebugaran.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!