Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Lifestyle Clara Monica 28 Mei 2026 20:40 WIB 3
Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Jungkook BTS mengungkapkan bahwa dirinya menjalani pola makan satu kali sehari atau OMAD, dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone UK. Pengakuan itu langsung menarik perhatian publik karena diet tersebut dikenal ketat dan kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan. Selain tetap berolahraga setiap pagi dan sore, Jungkook juga menyoroti kedisiplinan dalam mengatur asupan makanannya.

OMAD, atau One Meal A Day, merupakan pola makan yang membatasi konsumsi kalori hanya dalam satu waktu makan. Metode ini banyak dibahas karena dianggap dapat membantu menekan asupan kalori dan memicu defisit energi. Namun, seperti pola diet lain, OMAD tetap memerlukan pemahaman yang tepat agar tidak dijalani secara keliru.

Memahami Diet OMAD

Diet OMAD adalah salah satu bentuk puasa intermiten yang membatasi makan hanya pada satu kali dalam sehari. Di luar waktu makan tersebut, seseorang tidak mengonsumsi makanan maupun minuman berkalori. Pola ini membuat tubuh berada dalam jeda asupan energi yang lebih panjang dibandingkan pola makan biasa.

Dalam praktiknya, waktu makan pada diet OMAD bisa berbeda-beda sesuai kebiasaan masing-masing orang. Sebagian memilih makan malam sebagai satu-satunya waktu makan, sementara lainnya lebih nyaman dengan sarapan atau makan siang. Durasi waktu makan biasanya singkat, sekitar satu jam.

Beberapa variasi OMAD masih memperbolehkan camilan dalam jumlah terbatas. Namun, ada juga yang memilih tidak mengonsumsi apa pun yang mengandung kalori selama masa puasa. Perbedaan ini menunjukkan bahwa OMAD dapat disesuaikan, meski prinsip dasarnya tetap sama.

Pola makan ini menjadi populer karena dianggap sederhana dan mudah diikuti oleh sebagian orang. Dengan membatasi waktu makan, total kalori yang masuk cenderung lebih sedikit. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu penurunan berat badan.

Alasan OMAD Menarik Perhatian

OMAD menarik perhatian karena dinilai memberikan hasil cepat bagi sebagian pelakunya. Banyak orang tertarik mencoba karena pola ini dianggap praktis dan tidak memerlukan banyak pengaturan waktu makan. Dalam konteks tersebut, OMAD sering dipandang sebagai metode yang efisien.

Pengalaman Jungkook BTS membuat diet ini semakin diperbincangkan di kalangan penggemar. Sosoknya yang aktif dan disiplin membuat pengakuan tersebut mendapat sorotan luas. Akibatnya, OMAD kembali menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial.

Daya tarik OMAD juga terletak pada kesederhanaan aturannya. Seseorang hanya perlu menentukan satu waktu makan dan menjaga konsistensi. Bagi sebagian orang, sistem seperti ini terasa lebih mudah dibandingkan menghitung porsi di setiap jam makan.

Meski begitu, ketertarikan publik tidak selalu berarti pola ini cocok untuk semua orang. Kebutuhan gizi, kondisi tubuh, dan aktivitas harian tetap menjadi faktor penting. Karena itu, OMAD sebaiknya dipahami secara menyeluruh sebelum dijalankan.

Cara Kerja dan Manfaat OMAD

Secara umum, OMAD bekerja dengan menciptakan defisit kalori karena asupan makanan dibatasi hanya sekali sehari. Saat kalori yang masuk lebih sedikit dari kebutuhan tubuh, berat badan berpotensi turun. Inilah alasan utama pola makan ini sering dipilih sebagai strategi diet.

Dalam sejumlah penelitian, pembatasan makan pada jendela waktu tertentu dikaitkan dengan penurunan lemak tubuh. Salah satu studi yang dikutip dari Healthline menunjukkan bahwa pembatasan asupan kalori selama empat jam pada malam hari dapat menghasilkan hilangnya lemak tubuh yang lebih besar. Temuan itu membuat puasa intermiten, termasuk OMAD, semakin mendapat perhatian.

Selain penurunan berat badan, sebagian orang juga menganggap OMAD membantu mereka mengontrol kebiasaan makan. Dengan satu waktu makan, mereka merasa lebih mudah menghindari ngemil berlebihan. Pola ini juga dapat membuat jadwal harian terasa lebih sederhana.

Namun, manfaat OMAD sangat bergantung pada kualitas makanan yang dikonsumsi saat waktu makan tiba. Jika menu yang dipilih rendah gizi, tubuh tetap berisiko kekurangan nutrisi penting. Karena itu, aspek kualitas makanan tidak boleh diabaikan.

Risiko dan Pertimbangan

Meski populer, OMAD tidak lepas dari risiko bila dilakukan tanpa pengawasan yang tepat. Membatasi makan terlalu ekstrem dapat membuat tubuh kekurangan energi untuk beraktivitas. Pada sebagian orang, kondisi ini juga bisa memicu rasa lemas dan sulit berkonsentrasi.

Diet yang terlalu ketat berpotensi menimbulkan pola makan yang tidak seimbang. Seseorang mungkin tergoda mengonsumsi makanan berlebihan pada satu waktu makan karena rasa lapar yang sangat kuat. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini justru dapat mengganggu tujuan diet.

Selain itu, kebutuhan nutrisi harian tetap harus dipenuhi meski hanya makan sekali. Protein, serat, vitamin, dan mineral perlu diperhatikan agar tubuh tetap berfungsi optimal. Tanpa perencanaan menu yang baik, OMAD dapat menimbulkan kekurangan zat gizi.

Karena itu, siapa pun yang ingin mencoba OMAD disarankan memahami kondisi tubuh terlebih dahulu. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menilai apakah pola ini sesuai atau tidak. Pendekatan yang aman akan lebih penting daripada sekadar mengikuti tren.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!